Putin Menjawab: Sepuluh Pernyataan Penting Presiden Rusia dalam Sesi Tanya-Jawab Publik

Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab berbagai pertanyaan dari para pakar dan warga Rusia dalam sesi tanya-jawab tahunan di Moskow, Kamis (16/4). Dua puluh empat jam sebelum acara dimulai, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan, Kremlin telah menerima 1,2 juta panggilan telepon, 24 ribu MMS, 285 ribu SMS, 6.500 pesan video, dan sekitar 190 ribu email yang ditujukan kepada presiden.

Selama acara tanya jawab yang berlangsung selama empat jam ini, orang-orang dari seluruh Rusia berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada sang presiden. Pada konferensi tanya jawab yang disiarkan oleh saluran TV dan radio utama di Rusia ini, Presiden Putin berhasil menjawab sebanyak 70 pertanyaan. Berikut RBTH Indonesia menyajikan sepuluh pernyataan terpenting dari Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sesi tanya-jawab tersebut.

Tentang Pengiriman Kapal Mistral dari Prancis

Keputusan untuk tidak mengirimkan kapal sesuai kontrak yang ada adalah pertanda buruk. Bagi kami, dalam konteks kemampuan pertahanan kami, hal ini tak signifikan. Kami menandatangani kontrak tersebut untuk mendukung mitra kami, untuk memastikan galangan kapal mereka bisa tetap punya kesibukan. Kami berencana menggunakan Mistral tersebut di wilayah Timur Jauh, jadi kebutuhannya tak mendesak.

 

Kami bahkan tak berencana memaksa mereka membayar ganti rugi atau denda. Kami hanya ingin semua uang kami dikembalikan jika kapal jadi tidak dikirim.

Tapi ini jelas mengindikasikan reliabilitas mitra kami (Prancis) patut dipertanyakan dan tentu kami akan terus mengingat hal tersebut ke depannya.

Tentang Ancaman ISIS

ISIL pertama kali muncul di Irak dan kemudian meluas ke wilayah sekitarnya. Dulu Irak pernah memiliki pemimpin yang tidak demokratis, Saddam Hussein, tapi dulu tak ada terorisme.

ISIL bertarung secara profesional dan mereka mulai menarik perhatian para kelompok radikal lain.

Kami sangat khawatir jika warga kami dan warga negara CIS lain ikut bertempur di sana. Kami sadar akan hal itu. Kami tahu beberapa nama. Kami mengambil langkah yang diperlukan. Pasukan keamanan kami bekerja menangani isu ini.

Tentang Perayaan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Rusia

Beberapa orang tak mau datang dan beberapa orang mendapat tekanan dari Washington bahkan jika mereka ingin menghadiri perayaan ini.

Terserah mereka. Ini mungkin aib bagi beberapa pihak. Kami merayakan hari besar kami. Ini adalah acara yang penting bagi Rusia. Kami ingin memberi penghormatan pada generasi yang telah memberi kemenangan bagi kami.

Tentang Hubungan dengan Barat

Kami menganjurkan hubungan baik dengan semua negara. Rusia selalu terbuka untuk bekerja sama. Kami tak pernah menghentikan kerja sama kami. Setiap kali kami menyuarakan posisi kami, kami menghadapi respon yang keras. Setiap kali Anda bersuara tentang posisi independen Anda, semua orang mengkritik Anda. Itu tak berarti kita harus menjaga jarak. Kami selalu siap bekerja sama, apapun yang dikatakan beberapa pemimpin dunia. Kami akan bekerja sama dengan semua orang yang ingin melakukan bisnis dengan kami.

Tak ada gunanya menekan Rusia. Barat harus menyadari hal itu. Orang-orang selalu sadar saat ada ketidakadilan. Saya ingin berterima kasih pada semua warga Rusia untuk dukungannya.

Tentang Sekutu Rusia

Putin mengutip pernyataan Tsar Rusia Alexander III yang menyebutkan bahwa Rusia hanya memiliki dua sekutu, Tentara dan Armada-nya.

Kita harus mengidentifikasi ancaman: terorisme, xenophobia (ketakutan atau kebencian pada orang asing), tindakan kriminal yang terorganisir, dan lain-lain. Banyak negara dan individu di seluruh dunia yang mendukung perang melawan ancaman-ancaman tersebut.

BRICS bukan organisasi militer, namun negara-negara yang tergabung di dalamnya adalah teman kita, begitu pula Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization).

Kami tak akan bertempur dengan siapapun tapi kami akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan kami agar tak ada pihak yang ingin bertempur dengan kami.

Dari segi ukuran, negara kami adalah negara yang besar. Dari segi populasi, negara kami memiliki potensi tinggi untuk berkembang. Jangan lupa, kita punya energi nuklir.

Kami tak melihat negara manapun sebagai musuh. Dan kami tak menyarankan siapapun yang melihat atau memperlakukan kami sebagai musuh.

Tentang Perang Patriotik Raya

Nazisme dan Stalinisme tak boleh dibandingkan. Nazi secara terbuka dan terang-terangan menyatakan bahwa mereka hendak menghancurkan orang Yahudi, Slavia, dan para gipsi. Tentu saja Stalin bukan malaikat. Tapi Stalin tak pernah mau melenyapkan suatu etnis.

Setelah Perang Dunia II, kami mencoba untuk membuat banyak negara Eropa Timur hidup dalam kungkungan Uni Soviet. Itu yang dilakukan oleh Amerika saat ini.

Tentang Pengiriman Misil S-300 untuk Iran dan Program Nuklir Teheran

Kami memang menandatangani kontrak itu sejak 2007. Pada 2010, presiden Rusia saat itu, Dmitry Medvedev, menangguhkan kesepakatan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan program nuklir Iran.

Sekarang, kami melihat dengan jelas bahwa Iran telah bersedia berkompromi terkait isu nuklir. Semua pihak mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini akan tercapai. Oleh karena itu, kami membuat keputusan ini.

Mungkin pihak lawan tak sadar akan fakta bahwa sanksi PBB tak termasuk peralatan militer. Itu adalah itikad baik dari pihak kami.

Terkait daftar sanksi, kami akan tunduk terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB. Industri kami memproduksi senjata tersebut, dan tak ada yang mengompensasi kerugian yang mereka hadapi.

Ketika kami memasok peralatan militer kami pada sebuah negara di wilayah tertentu, kami mempertimbangkan situasi di sana, terutama di Timur Tengah. AS memasok jauh lebih banyak senjata ke Timur Tengah. Perdana Menteri Israel Netanyahu telah mengungkapkan kekhawatirannya terkait pengiriman S-300 untuk Iran. Senjata tersebut bukan ancaman bagi Israel, itu hanya senjata pertahanan.

Tentang Hubungan dengan Poroshenko dan Ukraina

Anda dapat memilih mitra Anda. Dalam bekerja, kita tak boleh bergantung pada rasa suka atau tidak suka. Kita harus dibimbing oleh kepentingan nasional.

Pemimpin Ukraina saat ini membuat banyak kesalahan. Tapi itu pilihan mereka.

Poroshenko punya kesempatan untuk menggunakan metode damai dalam menyelesaikan krisis setelah ia terpilih. Saya memintanya untuk tidak meneruskan pertempuran di negerinya. Namun ia tetap meneruskan pertempuran. Itu adalah kesalahan yang sangat luar biasa besar.

Situasi saat ini menemui jalan buntu. Hanya ada satu cara untuk keluar: tunduk terhadap kesepakatan Minsk, sebuah reformasi konsistusional. Kami dapat mengungkapkan opini kami dan berharap semua mitra kami mengimplementasikan kesepakatan Minsk. Situasi politik bisa berubah, namun orang-orang akan tetap di sana. Saya tak membedakan orang Rusia dan Ukraina. Mereka pada dasarnya berasal dari bangsa yang sama.

Kami ingin melihat perekonomian Ukraina bisa bangkit dari krisis. Kami ingin perbatasan kami memiliki situasi yang stabil.

Kami mencoba melakukan hal terbaik untuk membangun kembali hubungan dengan Ukraina.

Tentang Kebijakan Luar Negeri Rusia Terkait Ukraina

Ya, kami menolong Ukraina, bahkan ketika kami sendiri sedang berada dalam masa sulit. Itu benar-benar bantuan ekonomi, bernilai lusinan miliar dolar. Kami pernah memiliki hubungan kerja sama yang sangat erat. Saya harap itu dapat kembali pulih di masa mendatang.

Yang terjadi adalah, orang-orang lelah akan kemiskinan, penipuan, penggelapan uang, korupsi. Ketika orang menemukan diri mereka dalam situasi semacam itu, mereka akan mencari jalan keluar. Kadang mereka melakukan solusi sederhana, yakni membangkitkan nasionalisme. Sayangnya, pasukan nasionalis mengambil keuntungan dari situasi di Ukraina.

Tak ada pengasingan terhadap Ukraina. Ia adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Pada 1990, kami memerdekakan mereka dari diri kami sendiri. Kami tak bisa mencampuri urusan mereka.

Kehadiran Uni Ekonomi Eurasia dapat adalah memperbaiki kehidupan orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut. Tujuan kami bukan membangun kekaisaran. Mengapa kita tak bisa berintegrasi? Kami ingin orang-orang yang hidup di negara tentangga memiliki kehidupan yang layak.

Tentang Ancaman Utama yang Dihadapi Rusia

Banyak ancaman yang tak bisa kita prediksi tapi kita terus menjaga situasi politik domestik. Jika masyarakat tetap bersatu, tak ada ancaman yang berbahaya bagi kita.

Masyarakat harus selalu kritis terhadap pemerintah.

Tentu, pemerintah membutuhkan waktu untuk mengembangkan dan mengadopsi rencana untuk keluar dari kesulitan ekonomi saat ini. Kita hanya perlu melihat pada krisis 2009.

Rubel telah menguat, jadi Anda tak bisa bilang bahwa tak ada hal yang telah kami dilakukan. Saya meminta semua orang untuk sabar. Pemerintah telah mengambil langkah yang benar.

Kami berhasil bertahan saat berada di puncak masalah. Ya, kami punya masalah, tapi inflasi kami lebih rendah dari wilayah Eropa. Pemerintah telah menyelesaikan rancangan rencana anti-krisis dan kini sedang menerapkannya.

Nilai upah riil jatuh karena inflasi. Kami harus mempertimbangkan hal tersebut dalam kebijakan kami. Kami harus mendukung kategori masyarakat yang berada dalam risiko. Kami akan mengalokasikan 82 miliar rubel untuk menjaga tingkat ketenagakerjaan.

Diolah dari materi yang dipublikasikan oleh Sputnik.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.