15 Peristiwa Penting yang Terjadi Selama Februari: Dari Perundingan Maraton di Minsk Hingga Penembakan Nemtsov

Festival Maslenitsa (juga dikenal sebagai Hari Pancake) dirayakan pada minggu terakhir sebelum puasa Paskah. Sebuah patung Musim Dingin dibakar selama festival Maslenitsasebagai tanda berakhirnya musim dingin dan menyambut datangnya musim semi. Foto: Vladimir Vyatkin/RIA Novosti

Festival Maslenitsa (juga dikenal sebagai Hari Pancake) dirayakan pada minggu terakhir sebelum puasa Paskah. Sebuah patung Musim Dingin dibakar selama festival Maslenitsasebagai tanda berakhirnya musim dingin dan menyambut datangnya musim semi. Foto: Vladimir Vyatkin/RIA Novosti

Peristiwa penting apa saja yang terjadi di Rusia selama satu bulan terakhir? RBTH merangkum 15 peristiwa penting yang menjadi topik hangat di berbagai media massa di Rusia selama Februari 2015.

1. Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) mengajukan rancangan undang-undang yang mengizinkan warga negara Rusia untuk mencantumkan identitas kesukuannya secara sukarela di dalam paspor domestik miliknya.

Warga Rusia selalu membawa paspor mereka saat bepergian karena paspor domestik Rusia adalah bukti identitas diri yang sama seperti KTP di Indonesia.

Pada masa Uni Soviet, identitas kesukuan seorang warga negara wajib dicantumkan dalam paspor domestik. Hal tersebut dikenal dengan istilah “poin kelima”. Pada saat penerimaan paspor domestik tersebut, setiap warga negara diberikan pilihan untuk menunjukkan kesukuan ayah atau ibu mereka mereka. Penerapan “poin kelima” dalam paspor domestik ini mendorong terjadinya diskriminasi berdasarkan kesukuan seseorang pada era Uni Soviet.

2. Ukraina menolak kedatangan warga negara Rusia ke wilayahnya yang hanya menggunakan paspor domestik.

 

Kabinet Kementerian Ukraina telah mengesahkan keputusan untuk menolak kedatangan seluruh warga negara Rusia yang menggunakan paspor domestik ke Ukraina per 1 Maret 2015. Ini berarti seluruh warga negara Rusia yang ingin berkunjung ke Ukraina hanya diizinkan bila menggunakan paspor luar negeri.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengatakan, langkah tersebut dapat memperkuat kontrol perbatasan dan menjamin keamanan nasional Ukraina secara signifikan.

3. Svetlana Davydova, ibu tujuh orang anak yang dihukum atas tuduhan “pembocoran” rahasia negara, telah dibebaskan dan diizinkan untuk kembali ke anak-anaknya.

Foto: AP

Svetlana Davydova, seorang ibu yang membesarkan tujuh orang anak, ditangkap oleh anggota badan intelijen FSB pada 21 Januari lalu. Pada musim semi 2014 lalu, Davydova menelepon Kedutaan Besar Ukraina dan memberitahukan bahwa pasukan militer Rusia—yang saat itu berada di dekat rumahnya—sedang menuju Ukraina.

4. Seorang wanita pensiunan (81) dan saksi sejarah blokade Leningrad meninggal di dalam tahanan polisi karena dituduh mencuri mentega.

Tidak lama setelah mengembuskan nafas di dalam tahanan, nenek tersebut terbukti tidak mencuri mentega seperti yang dituduhkan.

5. Perundingan di kota Minsk.

Foto: AP

Setelah perundingan yang berlangsung lebih dari 14 jam di kota Minsk, para pemimpin dari negara Rusia, Jerman, Prancis, dan Ukraina akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata, penarikan senjata berat, dan juga pembentukan zona aman mulai Minggu (15/2), dalam usaha penyelesaian krisis di Ukraina.

6. Peperangan di Debaltsevo.

Pertempuran sengit di bagian timur Ukraina selama periode Januari hingga Februari di sekitar kota Debaltsevo masih berlanjut setelah Perjanjian Minsk dan gencatan senjata di Ukraina diberlakukan.

Kontak senjata di Debaltsevo tetap berlanjut bahkan setelah Perjanjian Minsk II pada tanggal 12 Februari disepakati. Hal ini terjadi dikarenakan para pemimpin kelompok milisi menyatakan, wilayah Debaltsevo merupakan “bagian” dari Republik Rakyat Donetsk. Oleh karena itu, Perjanjian Minsk tidak berlaku di sana. Pertempuran berakhir dengan kekalahan pasukan Ukraina. Debaltsevo dan daerah sekitarnya kini berada di bawah kendali kelompok milisi Ukraina.

 

Wilayah sekitar kota Debaltsevo di bagian timur Ukraina pada awal pertempuran sengit  selama periode Januari hingga Februari. Sumber: Wikipedia.

Wilayah sekitar kota Debaltsevo menjadi bagian Republik Donetsk setelah pertempuran sengit  selama periode Januari hingga Februari. Sumber: Wikipedia.

7. Saluran TV Perviy Kanal Rusia menolak menyiarkan ajang penghargaan Oscar secara langsung.

Kementerian Kebudayaan Rusia Vladimir Medinskiy menyatakan, penghargaan Oscar bukan merupakan tolak ukur bakat dan kemampuan di bidang sinematografi.

 

8. Pemerintah Rusia akan menghentikan pemberian uang pensiun bagi para pensiunan yang masih bekerja dengan pendapatan mencapai satu juta rubel per tahun (sekitar 209 juta rupiah).

 

9. Satuan Dukungan Logistik dan Teknis Militer Rusia mempunyai slogan baru: “Tidak ada yang lebih baik dari kami.”

10. Moody’s turunkan rating kredit Rusia menjadi “junk”

Moody's adalah perusahaan induk dari Moody's Investors Service yang menyediakan jasa analisis keuangan dan analisis atas lembaga usaha dan lembaga pemerintah. Sementara, pada Januari lalu, kompetitor Moody’s, Standard & Poor's (S&P), telah lebih dulu menurunkan kredit Rusia menjadi 'junk'.

11. Demonstrasi ribuan massa yang menolak gerakan Maidan berlangsung di Moskow.

12. Penduduk Krasnokamsk meminta nama kotanya diganti menjadi “Putin”.

13. Popularitas Putin di Rusia tidak turun.

Sebanyak 86 persen penduduk Rusia masih mendukung sang presiden.

14. Satu dolar AS setara dengan 62 rubel. Sementara, satu euro setara dengan 69 rubel.

15. Tokoh oposisi pemerintah Rusia Boris Nemtsov tewas ditembak.

Mantan Deputi Perdana Menteri Rusia yang sekaligus merupakan tokoh oposisi ternama Boris Nemtsov (55) tewas setelah ditembak di pusat kota Moskow pada Jumat (27/2) tengah malam.

Laporan gubungan ini ditulis berdasarkan informasi dari berbagai media Rusia, termasuk Snob, TASS, dan Meduza.

Ingin mendapatkan berita terkini tentang Rusia? Berlanggananlah dengan newsletter kami. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.