Rusia dan Arab Saudi Bahas Harga Minyak Bersama

Apakah ada konsultasi bilateral antara Rusia dan Arab Saudi mengenai harga minyak mentah? Kredit: Reuters

Apakah ada konsultasi bilateral antara Rusia dan Arab Saudi mengenai harga minyak mentah? Kredit: Reuters

Rabu (4/2) kemarin RBTH Indonesia memublikasikan berita "Demi Jatuhkan Assad, Arab Saudi Tekan Rusia dengan Harga Minyak". Kali ini, RBTH Indonesia mencari tahu lebih lanjut seperti apa hubungan antara Rusia dan Arab sebenarnya, dan apakah yang dipublikasikan harian The New York Times benar?

Duta Besar Federasi Rusia untuk Arab Saudi Oleg Ozerov menceritakan perspektif hubungan kerja sama Moskow dan Riyadh setelah Raja Salman naik tahta belum lama ini, terutama dalam hal memerangi terorisme serta koordinasi kebijakan komoditas minyak mentah di antara kedua negara.

TASS (T): Seberapa besar ancaman keruntuhan kerajaan Arab, pemisahan provinsi penghasil minyak bagian Timur, revolusi seperti di Suriah dan Libya saat ini?

Oleg Ozerov (O.O.): Saat ini tentu saja tidak ada pembicaraan mengenai keruntuhan, pemisahan provinsi penghasil minyak dari Kerajaan Saudi atau revolusi. Arab Saudi adalah kerajaan yang makmur dan kuat. Namun, saat ini Arab Saudi tengah berada dalam lingkaran konflik bersama Suriah, Irak, Yaman, dan Sudan, yang tentunya tidak mungkin tidak akan mempengaruhi politik Arab Saudi.

Kami menilai bahwa saat ini—demi kepentingan bersama Arab Saudi, Rusia, dan negara adidaya regional lainnya—kerja sama dapat membendung dampak negatif dari destabilisasi regional, termasuk menghentikan penyebaran “wabah” yang menjerat, seperti ISIS, tidak membiarkan kehancuran Yaman, dan juga putusnya upaya proses perdamaian Arab-Israel dan penyelesaian konflik politik internal yang terjadi di Suriah.

T: Apakah ada kemungkinan perubahan kebijakan terkait komoditas minyak akan terjadi pada pemerintahan Raja Arab yang baru ini? Apakah ada konsultasi bilateral antara Rusia dan Arab Saudi mengenai harga minyak mentah?

O.O.: Tidak diragukan lagi, terdapat pembicaraan terkait topik tersebut di antara kami. Seperti yang diketahui, baik dalam media massa Rusia muapun di dunia, ada banyak spekulasi mengenai isu ada atau tidaknya kesepakatan antara Arab Saudi dan AS terkait penetapan tingkat harga minyak pada kisaran tertentu.

Kesiapan kedua negara untuk mengoordinasikan tindakan mereka sehubungan dengan situasi dalam pasar minyak mentah internasional telah dideklarasikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dengan Menteri Luar Negeri Arab Pangeran Saud al-Faisal pada November tahun lalu.

Saat ini kami melihat secara objektif sederetan faktor yang mempengaruhi rendahnya harga minyak, yaitu peningkatan produksi minyak yang lebih besar dibandingkan dengan permintaan yang ada, serta penurunan tempo pertumbuhan ekonomi sejumlah negara-negara industri maju, termasuk Tiongkok. Sisanya, tergantung dari interpretasi masing-masing pakar.

Kita perlu melihat pada fakta bahwa ekpor minyak Arab Saudi ke AS saat ini tidak lebih dari lima sampai enam persen dari volume kebutuhan hidrokarbon Amerika. Sementara, produksi minyak mentah Arab Saudi hanya 10 persen lebih kecil dari total volume produksi minyak dunia—jauh lebih rendah dibandingkan produksi minyak di Rusia. Dari fakta inilah kita perlu memulai. Arab Saudi berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan ikut campur dalam penentuan harga pasar minyak mentah.

T: Pada November 2014 lalu telah dicapai perjanjian untuk memulai hubungan kerja sama melawan terorisme dan membentuk kelompok kerja bilateral untuk tujuan tersebut.

O.O.: Dalam pelaksanaan keputusan tersebut, delegasi Rusia yang dikepalai oleh Aleksandr Zmeyevskiy selaku perwakilan khusus presiden Federasi Rusia bidang kerja sama internasional dalam perlawanan terhadap terorisme dan kejahatan organisasi transnasional datang ke Arab Saudi pada 19 Januari lalu. Negosiasi yang terjadi sangat intens, mencakup isu memerangi kelompok ekstremis serta aksi terorisme secara luas. Delegasi Arab Saudi saat itu dipimpin oleh Wakil Menteri Kerja Sama Internasional Turki al-Kabir. Kami berharap berbagai konsultasi yang telah dilakukan dapat menjadi batu loncatan bagi kelompok kerja sama bilateral sehingga dapat terus berlanjut.

Adapun konsultasi serupa juga dilakukan dengan Organisasi Kerja Sama Islam. Menurut pendapat kami, perspektif untuk dialog yang konstruktif dengan pihak Arab Saudi terkait hal ini sudah ada.

Artikel ini merupakan ringkasan wawancara yang dipublikasikan di TASS.

Demi Jatuhkan Assad, Arab Saudi Tekan Rusia dengan Harga Minyak

Harian The New York Times, Selasa (3/2), memberitakan Arab Saudi tengah memanfaatkan kondisi perekonomian Rusia yang terguncang akibat anjloknya harga minyak dunia. Arab Saudi, sebagaimana yang ditulis harian ini, berusaha menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan dukungannya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.