Konferensi Pers Akhir Tahun Putin: Krisis Ekonomi, Barat, dan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menggelar konferensi pers rutin di hadapan wartawan Rusia dan wartawan asing pada Kamis (18/12). Foto: Konstantin Zavrazhin / RG

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menggelar konferensi pers rutin di hadapan wartawan Rusia dan wartawan asing pada Kamis (18/12). Foto: Konstantin Zavrazhin / RG

Pada Kamis (18/12), Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menggelar konferensi pers rutin di hadapan wartawan Rusia dan wartawan asing. Kali ini, tema utama pertemuan tersebut membahas masalah ekonomi Rusia dan situasi hubungan internasional yang terus meruncing. Berikut rangkuman konferensi pers tersebut.

Ekonomi dan Rubel

Situasi yang terjadi saat ini terutama diprovokasi oleh faktor-faktor dari luar. Namun, situasi nyata saat ini juga menunjukan bahwa banyak hal yang telah kami rencanakan ternyata tak berhasil kami wujudkan.

Harga minyak mentah yang terus turun tentu berdampak terhadap harga gas. Ada beberapa hal yang bisa ditanyakan kepada pemerintah dan Bank Sentral Rusia, namun secara keseluruhan semua itu masih bisa ditoleransi. Saya berharap nilai tukar uang asing akan terus merosot. Kemungkinannya ada, tapi bisa juga sebaliknya harga minyak mentah akan merosot terus.

Perekonomian Rusia pasti bisa keluar dari situasi kritis ini, tapi berapa lama waktu yang dibutuhkan? Skenario terburuk diperkirakan kami membutuhkan waktu dua tahun.

Selain itu, Bank Sentral Rusia tidak berencana menggunakan cadangannya devisanya tanpa pikir panjang, meski saat ini jumlah cadangan keseluruhan Rusia mencapai 8,3 triliun rubel (141 miliar dolar AS).

Rusia masih sulit beralih ke bisnis di bidang nonenergi, selama sektor energi tetap memberi keuntungan dalam jumlah besar.

Memang perlu usaha, tantangan, serta kondisi yang mendorong kita untuk bekerja lebih efektif.

Ke depannya tentu akan semakin sulit untuk memenuhi kewajiban sosial pemerintah. Namun apakah Rusia dapat melakukannya? Ya, tentu Rusia bisa.

Hubungan Internasional

Setelah runtuhnya tembok Berlin, Rusia dijanjikan bahwa tidak akan ada lagi perluasan NATO ke Timur. Tapi ternyata tindakan itu dilakukan bahkan tak lama setelah tembok tersebut runtuh. Bukankah itu justru menciptakan sebuah tembok pembatas baru? Perluasan ini tidak ada yang berhenti, dan di situlah letak masalah hubungan internasional. Barat memutuskan bahwa mereka adalah sebuah imperium dan merasa perlu memeras semua pengikutnya.

Pengambilan sikap tegas kami terhadap beberapa situasi krisis yang terjadi, termasuk di Ukraina, hendak menunjukan kepada mitra kami bahwa mereka tak perlu lagi membangun tembok pembatas, malah seharusnya membangun wilayah keamanan mutual di antara Barat dan Rusia.

Tapi, apapun yang Rusia lakukan, Rusia akan selalu ditentang, akan selalu dilawan. Apakah Anda ingat bagaimana Rusia mempersiapkan olimpiade pada musim dingin lalu? Sempat ada upaya yang luar biasa koordinasi untuk mendiskreditkan olimpiade tersebut dan persiapan yang dilakukan Rusia. Pihak tertentu akan selalu berusaha untuk memasukan ‘beruang’ kami (analogi Rusia) ke dalam kandang, mencabut gigi dan cakarnya (yakni adidaya Rusia di bidang nuklir), bahkan jika beruang tersebut berhenti berburu babi hutan dan beralih memakan madu dan ceri-cerian. Mereka akan terus berusaha mengubah beruang kami menjadi orang-orangan sawah mereka. Kami ingin bertahan dan tetap berjuang, menjadi lebih independen, atau kami harus bersedia kulit bulu beruang kami tergantung di dinding?

AS beralih ke Asia karena di sana muncul peluang-peluang baru. Kebutuhan sumber energi negara-negara Asia terus bertumbuh. Mengapa kami harus menolak peluang tersebut? Hal itu sudah kami pikirkan jauh hari sebelumnya. Kontrak dengan Tiongkok bukanlah kontrak merugi, kami mendapatkan keuntungan. Hal itu membuat kami dapat menyatukan sistem pipa gas Timur dan Barat, sehingga kami dapat memutuskan ke mana saja kami akan mengalirkan gas bila keadaan genting terjadi. Sehubungan dengan Turki, kami memahami kebutuhan mereka. Apakah mungkin membangun hub di wilayah Turki dan Yunani, itu semua tergantung dari mitra Eropa kami. Bila mereka ingin memiliki akses permanen ke gas Rusia, maka hub tersebut akan dibangun. Tapi bila tidak, maka kami tak akan membangunnya. Tapi, tak akan ada pemasok gas yang lebih murah dan lebih andal dibanding Rusia.

Krisis di Ukraina

Di Rusia, presiden bertanggung jawab atas segala hal, termasuk memegang komando utama anggota militer dan bertanggung jawab atas nasib mereka.

Mereka yang bergabung dalam setiap operasi militer berdasarkan panggilan hati, termasuk mereka yang di Ukraina, tidak melakukan itu untuk mendapatkan uang.

Rusia menilai operasi kepemimpinan Kiev adalah operasi penghakiman. Sebenarnya, bukan para separatis yang menyerang Kiev. Setelah penggulingan pemerintah resmi, Kiev justru menggerakan polisi, tentara, serta kebijakan blokade ekonomi terhadap para oposisinya, daripada melakukan dialog politik. Kami menilai hal tersebut sebagai tindakan tanpa pikir panjang dan memperburuk keadaan. Kami siap menjadi mediator, membantu mereka melakukan dialog politik hingga situasi politik mereka dapat kembali pulih.

Saya menilai perlu melakukan penukaran secara keseluruhan (pertukaran tawanan perang antara Donbass dan Ukraina). Namun, situasi saat ini semakin sulit.

Jika Ukraina ingin memulihkan perdamaian dan kesatuan wilayahnya, maka mereka perlu menghormati orang-orang yang tinggal di wilayah yang berbeda dan melakukan dialog politik dengan mereka.

Ingin tahu lebih banyak mengenai kebijakan Putin? Baca lebih lanjut. >>>

Artikel Terkait

Taliban Serang Sekolah di Peshawar, Putin Sampaikan Belasungkawa

Demi Tarik Investasi, Putin Terapkan Kebijakan Bebas Pajak dan Amnesti bagi Pebisnis

Tak Mau Terseret Adu Senjata, Putin Berjanji Akan Menahan Tekanan Eksternal

Putin Diskusikan Isu Suriah, Iran, dan Hubungan Rusia-Prancis dengan Hollande

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.