Warga Moskow: Jokowi Punya Selera Musik yang Bagus!

Radio Echo Moscow membuat survei di situsnya dengan pertanyaan: Apakah Anda ingin orang seperti Joko Widodo, Presiden Indonesia, menjadi pemimpin Rusia? Sebanyak 754 orang mengikuti polling tersebut, hasilnya: 57% menjawab "iya", 35% menjawab tidak, dan 7% lainnya tidak memilih. Foto: Echo Moscow

Radio Echo Moscow membuat survei di situsnya dengan pertanyaan: Apakah Anda ingin orang seperti Joko Widodo, Presiden Indonesia, menjadi pemimpin Rusia? Sebanyak 754 orang mengikuti polling tersebut, hasilnya: 57% menjawab "iya", 35% menjawab tidak, dan 7% lainnya tidak memilih. Foto: Echo Moscow

Dua hari lalu, radio Rusia Echo Moscow menanyai beberapa pejalan kaki di Jalan Arbat mengenai presiden Indonesia yang baru, Joko Widodo. Secara mengejutkan, banyak warga Rusia yang baru mendengar nama tersebut, bahkan hanya mengetahui sedikit tentang Indonesia. Namun, beberapa orang memandang Jokowi secara positif. Salah satu penduduk Moskow bahkan memuji selera musik presiden Indonesia tersebut saat mengetahui Jokowi menyukai musik rock.

Para pejalan kaki di Arbat sungguh terheran-heran mendengar nama presiden Indonesia yang baru terpilih. Sebagian besar dari mereka mengaku hanya mengetahui sedikit tentang Indonesia, yang merupakan salah satu dari negara terbesar di Asia Tenggara. Mereka menilai Indonesia terletak sangat jauh dari Rusia dan bukan merupakan mitra penting bagi Rusia. Padahal, dalam pertemuan dengan Joko Widodo di Beijing belum lama ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki karakteristik kemitraan yang bertumpu pada tradisi yang kokoh dan memiliki sejarah hubungan bilateral yang kaya.

Radio Echo Moscow membuat survei di situsnya dengan pertanyaan: Apakah Anda ingin orang seperti Joko Widodo, Presiden Indonesia, menjadi pemimpin Rusia?

Sebanyak 754 orang mengikuti polling tersebut, hasilnya:

  • 57% menjawab "iya", 
  • 35% menjawab tidak, dan 
  • 7% lainnya tidak memilih.

Olesya, seorang mahasiswi tingkat empat di Universitas RUDN, mengaku mengetahui Indonesia hanya karena pertanyaan tentang Indonesia pernah keluar di ujian. “Saya pernah mendapat pertanyaan tentang Indonesia di Ujian Nasional Rusia. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di Asia dan merupakan negara muslim. Menurut saya, Indonesia adalah negara yang terletak sangat jauh dari Rusia, karena negara itu berada di wilayah yang berbeda dengan kami (Asia Tenggara) dan tentu memiliki budaya yang berbeda. Tiongkok juga negara Asia, tapi mereka merupakan mitra Rusia sedari dulu,” kata Olesya.

Hal senada diungkapkan oleh pejalan kaki lain, Mukhammed. “Indonesia adalah negara Asia yang terletak sangat jauh dan mungkin tidak terlalu diperlukan oleh Rusia. Itu sama seperti halnya dengan Australia, hubungan kami tidak terlalu dingin ataupun hangat. Apa yang mereka dapat lakukan kepada kami? Mereka tidak punya senjata nuklir, bahkan kita tidak punya masalah sama sekali dengan mereka. Mungkin Indonesia cocok untuk beristirahat dan berlibur,” kata Mukhammed.

Saat ditanya tentang presiden baru Indonesia, Tatyana dan Filipp, dua orang pejalan kaki lain, bahkan mengira Joko Widodo adalah seorang tokoh fiksi. “Saya sama sekali tidak tahu tentang dia. Sepertinya ia tokoh fiktif,” kata mereka. Setelah diyakinkan bahwa Jokowi memang tokoh nyata, mereka menebak Joko Widodo adalah seorang pemimpin negara Afrika. “Joko Widodo? Sepertinya orang Afrika,” kata Tatyana. “Bagaimana penampilan fisik seorang presiden negara Afrika? Sepertinya, berkulit hitam,” tambah Filipp. “Iya, dia orang Afrika,” ujar Tatyana lagi dengan yakin.

Media massa menulis bahwa Joko Widodo suka mendengarkan musik rock dengan suara kencang dan Joko Widodo pernah mendapat gitar yang telah dibubuhi tanda tangan dari anggota band Metallica. Liza, seorang perempuan yang juga baru pertama kali mendengar nama Joko Widodo, mengatakan bahwa ia menyukai selera musik presiden baru Indonesia itu. “Joko Widodo memiliki selera musik yang bagus. Mungkin ia bisa mempromosikan budaya negaranya. Coba bayangkan, dalam suatu rapat ia mengambil gitarnya dan mulai bermain. Sungguh menarik! Andai Putin juga melakukan hal tersebut,” kata Liza.

Sementara, seorang mahasiswa jurusan Jurnalistik bernama Nastya yakin bahwa pengalaman Jokowi selama memerintah kota Surakarta dan Jakarta akan membantunya mejalankan tugasnya sebagai presiden. “Jika ia adalah seorang gubernur yang baik, ia tentu bisa menjadi seorang presiden yang baik pula. Ia berpengalaman mengelola berbagai bidang-bidang penting. Menjadi gubernur maupun presiden sama-sama mengemban tanggung jawab yang berat, karena mereka harus mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” papar Nastya.

Berdasarkan materi yang diolah dari Echo Moscow.

Ingin tahu lebih banyak mengenai perkembangan hubungan Indonesia-Rusia? Cari tahu lebih banyak di bagian Rusia-Indonesia. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.