Putin: Demi Kepentingan Global, G20 Masih Relevan

Vladimir Putin: Semua pihak harus sadar bahwa ekonomi dan keuangan dunia saat ini sangat bergantung satu sama lain. Foto: Alexey Druzhinin/TASS

Vladimir Putin: Semua pihak harus sadar bahwa ekonomi dan keuangan dunia saat ini sangat bergantung satu sama lain. Foto: Alexey Druzhinin/TASS

Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dalam wawancara eksklusif bersama TASS dan menyampaikan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh Rusia dan negara lain saat ini.

Anda akan kembali menghadiri KTT G20. Menurut Anda, apakah format kerja sama dalam bentuk ini masih relevan dan dibutuhkan? Apakah logis beberapa negara G20, meski berupaya untuk bekerja sama dan membangun ekonomi global, memberi sanksi pada salah satu anggota G20?

Apakah format ini masih dibutuhkan atau tidak? Saya yakin masih. Mengapa? G20 adalah wadah yang ideal untuk mempertemukan berbagai negara, mendiskusikan hubungan bilateral dan masalah global, serta mengembangkan pemahaman yang sama mengenai berbagai masalah dan cara memecahkannya. Dalam pertemuan G20, kita bisa membuat peta panduan kerja bersama. Hal ini adalah yang paling penting. Tentu tidak realistis jika kita berharap semua hal yang disampaikan dalam forum tersebut akan benar-benar dilaksanakan, terutama mengingat bahwa keputusan-keputusan itu sendiri tidak bersifat wajib dan boleh diabaikan. Banyak keputuskan yang tidak diindahkan karena bertentangan dengan kepentingan suatu pihak, terutama para pemain global.

Sebagai contoh, pada salah satu pertemuan G20, ada kesepakatan untuk mengembangkan peran negara berkembang dalam aktivitas IMF dan melakukan redistribusi kuota. Namun, Kongres AS memblokir keputusan tersebut. Titik. Negosiator dan mitra kami berkata, “Kami sebenarnya ingin melaksanakan hal itu, kami menandatangani semuanya, kami membuat keputusan itu, tapi Kongres tidak membolehkannya”. Demikian.

Selain itu, fakta bahwa suatu keputusan itu telah dirumuskan, bahwa semua aktor internasional yang terlibat dalam G20 menganggapnya benar dan adil serta sesuai dengan realitas saat ini, fakta tersebut membentuk opini publik internasional dan ini harus dipertimbangkan. Namun Kongres AS menolak mengesahkan undang-undang ini. Hal itu mengindikasikan bahwa Amerika Serikat-lah yang keluar dari konteks umum pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat internasional. Anehnya, tak ada yang mengingat hal ini. Amerika Serikat memanfaatkan monopoli media massa dunia untuk membungkam informasi ini, untuk mengesankan bahwa ini seolah-olah tidak pernah terjadi.

Ini semua dikarenakan semua pihak membicarakan berbagai masalah pelik saat ini, termasuk sanksi dan Rusia, tapi pada kenyataannya secara global Amerika Serikat-lah yang menentang hasil keputusan G20 yang telah dibuat. Hal itu sebenarnya sangat mendasar, namun diabaikan. Tetapi ini tidak berarti bahwa format G20 tidak berguna. Saya sudah menjelaskan bahwa pertemuan ini tetap memiliki manfaat tersendiri.

Bisakah G20 mengeluarkan keputusan yang mengikat?

Itu tidak mungkin. Anda tahu bahwa hal seperti ini belum pernah terjadi dalam praktik internasional, kecuali untuk keputusan Dewan Keamanan PBB yang berhubungan dengan tata keamanan internasional. Tapi prosedur itu dibuat dalam kondisi Perang Dunia II yang sangat dramatis. Tidak realistis jika berharap sekarang ini kita dapat membuat mekanisme baru untuk menjamin semua pihak mematuhi keputusan yang dibuat, apalagi di bidang ekonomi. Saya katakan sekali lagi, semua ini berkaitan dengan moral, politik, dan ekonomi. Hal itu pada hakikatnya tidak buruk.

Mengenai sanksi yang diberikan oleh beberapa negara G20 kepada Rusia, tentu saja pemberian sanksi ini bertentangan dengan prinsip pokok aktivitas G20, bahkan bertentangan dengan hukum internasional, karena sanksi hanya dapat diberikan melalui PBB dan Dewan Keamanan. Selain itu, pemberian sanksi juga tidak sesuai dengan prinsip-prinsip WTO dan Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan atau GATT. Amerika Serikat sendiri yang menciptakan organisasi itu, namun kini mereka jelas-jelas melanggar prinsip organisasi tersebut. Hal ini berbahaya dan tentu saja merugikan Rusia. Tapi ini juga berbahaya bagi Amerika Serikat, karena pada kenyataannya sistem hubungan ekonomi internasional secara keseluruhan malah diabaikan. Saya berharap suatu ketika logika ini akan menang dan kita bisa membuka lembaran baru.

Ada semacam keseimbangan kekuatan dalam G20. Di satu sisi ada G7 dan di sisi lain terdapat negara-negara BRICS dan beberapa negara yang berhubungan dengan itu. Anda pernah menyampaikan bahwa setiap negara pasti mengupayakan kepentingan masing-masing. Bagaimana Anda melihat keseimbangan kekuatan in? Apakah sebagai perselisihan yang akhirnya akan menciptakan kebenaran, atau pada hakikatnya merupakan konfrontasi baru antara dua blok?

Saya yakin akan sangat sulit jika muncul beberapa blok lagi. Itu sangat tidak produktif dan bahkan berbahaya bagi ekonomi dunia. Kita di sini bicara tentang ekonomi, kan?

Ekonomi semakin rentan dicampuri politik.

Benar. Tetapi bagaimanapun juga, G20 adalah sebuah forum ekonomi. Saya berharap kita memusatkan pembicaraan kita ke arah itu. Dan di sini saya ingin menjelaskan sesuatu. Saya sudah menyebutkan WTO yang telah menetapkan aturan permainan tertentu.

Ada mekanisme yang disebut IMF. Saat ini tengah ada diskusi mengenai cara menyempurnakan mekanisme keuangan internasional dan hubungan perdagangan internasional. Anda tahu bahwa pembicaraan WTO di Doha tidak mencapai titik temu. Mengapa? Perbedaan pendekatan dan kepentingan antara negara berkembang dan negara maju adalah alasannya. Sementara itu, di satu kasus muncul ketidakseimbangan modal dan di kasus lain ada ketidakseimbangan arus komoditas. Di negara maju, terdapat modal bebas dalam jumlah yang sangat besar, tapi mereka harus menghadapi masalah terkait efektivitas, keandalan, dan keamanan penempatan modal ini di wilayah dan ekonomi dunia yang akan menjamin stabilitas, melindungi properti, serta menghasilkan keuntungan dan pendapatan bagi negara maju. Itu sebabnya mereka mengekspor modal dan negara berkembang membentuk arus komoditas. Beberapa pihak ingin memastikan bahwa modal mereka ditempatkan dengan baik, sementara para penerima modal butuh kepastian bahwa aturan permainan tidak akan diubah semau mereka yang mengekspor modal, termasuk jika beralasan politis sekalipun.

Semua pihak harus sadar bahwa ekonomi dan keuangan dunia saat ini sangat bergantung satu sama lain. Misalnya, yang pernah terjadi pada Rusia, mitra kita membatasi akses institusi keuangan kita ke pasar uang internasional. Di saat yang sama, dengan menarik modal dari pasar keuangan internasional, institusi keuangan kami mendanai perusahaan-perusahaan kami yang mengimpor produk jadi dari ekonomi negara maju, sehingga mendukung pekerjaan, lingkungan sosial, dan pertumbuhan ekonomi negara-negara itu. Jika kita berhenti melakukan itu, akan muncul gangguan. Hal-hal seperti ini perlu pengamatan mendalam, tak bisa sekedar melihat di permukaan

Kerja sama Rusia dengan Jerman menciptakan sekitar 300 ribu pekerjaan di sana. Jika tak ada kontrak, pekerjaan ini mungkin akan hilang. Benar, kita bisa menciptakan beberapa landasan baru, tapi kita masih belum tahu apa landasan itu, dan ini tidak mudah.

Kita memang perlu membuat suatu pijakan bersama untuk menangani semua isu yang mungkin akan muncul kelak, jika kita mengambil jalan yang berbeda. Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pembentukan dua asosiasi yakni Trans Atlantik dan Trans Pasifik. Jika kedua kelompok itu menutup diri, mereka tak akan menghapuskan ketidakseimbangan ekonomi dunia tapi malah memperburuk hal tersebut. Tentu saja kita ingin menghapuskan ketidakseimbangan, ingin bekerja sama, tapi tugas ini hanya dapat dicapai melalui upaya bersama.

Dua puluh sampai lima puluh tahun yang lalu, situasinya berbeda. Mengapa saya sangat yakin bahwa hanya upaya bersama yang akan efektif untuk memecahkan masalah global? PDB negara-negara BRICS yang dihitung berdasarkan paritas daya beli menunjukkan angka yang lebih besar dibanding negara-negara G7. Sejauh yang saya tahu, PDB BRICS mencapai 37,4 triliun dolar AS, sementara PDB G7 mencapai 34,5 triliun dolar AS. Bagaimana jika ada pihak yang mengatakan pada mereka (G7), “Tidak, terima kasih, kami akan melakukan semua itu sendiri dan kami tidak peduli bagaimana nasib kalian”. Jelas keseimbangan situasi akan memburuk. Jika kita benar-benar ingin memutuskan sesuatu, kita harus memutuskannya bersama-sama.

Ada banyak pembicaraan mengenai munculnya G7 tandingan, yakni negara-negara BRICS ditambah Indonesia, Turki, dan Meksiko. Apakah format ini mungkin direalisasikan?

Seperti yang sudah saya katakan, semua keputusan harus dibuat bersama. Semua hal saling berhubungan di dunia modern ini, dan jika kita ingin mendirikan asosiasi regional seperti yang tengah dibangun sekarang ini, yakni Uni Ekonomi Eurasia yang melibatkan Belarus dan Kazakhstan, asosiasi itu harus muncul hanya sebagai tambahan instrumen global yang sudah ada dan harus beroperasi sesuai dengan peraturan global yang ada.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di TASS.

Artikel Terkait

Putin dan Obama Berbincang di Sela APEC Beijing

Kedatangan Putin di Beijing Tegaskan Orientasi Rusia ke Asia

Putin dan Jokowi Bertemu di APEC, Bahas Peluang Kembangkan Kerja Sama Ekonomi

Putin Serukan Pembentukan Tatanan Dunia Baru

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.