DPD RI Tegaskan Pentingnya Jalin Kemitraan dengan Rusia

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman (kiri) bersama Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matvienko dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III, Komplek MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Foto: Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman (kiri) bersama Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matvienko dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III, Komplek MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Foto: Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia

Dalam kunjungan Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia ke Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia di Jakarta (11/11), Ketua DPD RI Irman Gusman menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat, khususnya dengan Rusia.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matvienko beserta rombongan delegasi Rusia lain, Irman menyatakan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu negara yang berperan penting baik di tingkat kawasan maupun internasional.

“Indonesia berpartisipasi aktif di ASEAN, EAS, APEC, G-20, dan PBB. Saat ini, Indonesia telah bertransformasi menjadi kekuatan sepuluh besar ekonomi dunia dan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Tiongkok dalam G-20,” jelas Irman.

Irman menambahkan, salah satu elemen penting yang berkontribusi untuk kemajuan Indonesia adalah penguatan hubungan Indonesia dengan negera-negara sahabat, terutama dengan Rusia. “Di bidang politik,  upaya meningkatkan hubungan tersebut terlihat dari kunjungan antareksekutif, legislatif, dan yudikatif,” jelas Irman. “Di bidang ekonomi, kerja sama kedua negara terus meningkat, sedangkan di bidang sosial dan budaya telah diupayakan peningkatan kerja sama antarkota, antarprovinsi, dan pertukaran pelajar.”

Menanggapi hal tersebut, Matvienko menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 39 negara bagian Rusia yang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah di Indonesia.

“DPD dan Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia sebagai parlemen yang mewakili daerah sudah seharusnya mendorong peningkatan kerja sama antardaerah di kedua negara,” tegas Matvienko. “Saat ini sudah ada 39 negara bagian di Rusia, seperti Moskow dan St. Petersburg yang menjalin kerja sama dengan daerah-daerah di Indonesia. Selain itu, daerah-daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Kalimantan, dan Jawa Barat pun tertarik bekerja sama dengan daerah-daerah di Rusia,” tambah Matvienko.

Gerak Cepat

September lalu, pemerintah Rusia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT Kereta Api Borneo (PT KAB) mengirim 50 pelajar lulusan SMA yang telah melewati seleksi beasiswa untuk melanjutkan studi di Rusia.

Para pelajar tersebut ditempatkan di empat perguruan tinggi ternama di Rusia yang memiliki spesialisasi pada bidang transportasi dan kereta api. Para penerima beasiswa akan belajar di Rusia selama lima tahun untuk memperoleh gelar spesialis.

Irman mengatakan, dalam hal pembangunan infrastruktur, peran Rusia di kawasan sangat signifikan. Dalam kesempatan pertemuan tingkat parlemen tersebut, Irman mengajak Rusia untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah di Indonesia. Menurut Irman, kebijkan Rusia yang kini “berorientasi ke Timur” dinilai telah sejalan dengan perkembangan strategis di kawasan Asia Pasifik. Menurut Irman, saat ini Asia Pasifik menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia, serta menjadi penentu arah perkembangan ekonomi global.

Dalam bidang infrastruktur, Indonesia dan Rusia berencana membangun jalur rel kereta api di Kalimantan. Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah Indonesia akan membutuhkan ribuan tenaga kerja dan ahli. Oleh karena itu, pemerintah Rusia berencana menyediakan beasiswa untuk para mahasiswa Indonesia yang kelak akan mengerjakan proyek ini.

Selain itu, perusahaan besar Rusia Rusal juga berniat membangun pabrik aluminium di Indonesia. Matvienko berharap berbagai kerja sama antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang teknologi dapat terus ditingkatkan.

Namun, secara keseluruhan, Irman menilai saat ini sudah ada peningkatan yang cukup signifikan dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia. “Banyak peningkatan hubungan yang telah terjadi, termasuk peningkatan jumlah beasiswa untuk pertukaran pelajar dan mahasiswa, bertambahnya jumlah universitas di Rusia yang membuka studi mengenai Indonesia, dan peluncuran media massa Rusia dalam bahasa Indonesia.”

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.