Rusia Batasi Investor Asing di Perusahaan Media

Mulai Februari 2016 mendatang, perusahaan yang mengandung kepemilikan modal asing lebih dari 20 persen tak boleh lagi bergerak dalam bidang media massa di Rusia. Foto: ITAR-TASS

Mulai Februari 2016 mendatang, perusahaan yang mengandung kepemilikan modal asing lebih dari 20 persen tak boleh lagi bergerak dalam bidang media massa di Rusia. Foto: ITAR-TASS

Di bawah peraturan baru yang ditetapkan oleh Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma), kepemilikan asing dalam bisnis media massa Rusia akan dibatasi tidak lebih dari 20 persen.

Peraturan ini tak hanya berlaku untuk perusahaan media massa saja, melainkan juga perusahaan di bidang lain yang memiliki media informasi. Operator ponsel, lembaga dana pensiun swasta, serta bank-bank di Rusia juga merupakan badan usaha yang rata-rata terdaftar dalam kepemilikan izin usaha bidang media massa. Dalam ketiga jenis badan usaha tersebut terdapat kepemilikan para investor asing. Alhasil, perusahaan besar Rusia yang kebanyakan memiliki media informasi untuk kepentingan perusahaan, juga harus mendalami seluk-beluk peraturan ini secara lebih mendalam.

Situs-situs milik operator ponsel di Rusia seperti MTS, Megafon, VimpelCom, dan T2 RTK Holding (yang lebih dikenal sebagai Tele2), merupakan situs yang masuk ke dalam daftar “sarana informasi elektronik” menurut Lembaga Pengawas Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa Rusia Rozkomnadzor. Berdasarkan pernyataan dari MTS, perusahaan seluler perlu memberikan pengumuman mengenai kondisi jasa seluler mereka pada penggunanya melalui media massa, oleh karena itu mereka membutuhkan izin usaha di bidang media.

Tentu semua perusahaan seluler besar di Rusia mengandung kepemilikan modal asing. Mulai Februari 2016 mendatang, perusahaan yang mengandung kepemilikan modal asing lebih dari 20 persen tak boleh lagi bergerak dalam bidang media massa di Rusia. Hal itu telah diatur dalam regulasi mengenai media massa yang ditetapkan oleh Duma pada September lalu. Saat ini dokumen tersebut tengah menunggu persetujuan dari presiden. Badan usaha dan perorangan Rusia, yang memiliki saham kendali di media massa melalui kepemilikan asing mendapat keringanan perpanjangan waktu hingga Februari 2017. Ini menunjukkan bahwa peraturan baru tersebut tidak hanya menyangkut kepemilikan langsung saja, tetapi juga kepemilikan tidak langsung dalam bidang media massa.

Peraturan media massa yang baru juga diterapkan bagi media yang mengandung konten hiburan, edukasi, dan hal lain di luar warta berita, seperti Discovery Channel, Disney, atau National Geographic.

Berdasarkan data Roskomnadzor, para operator ponsel bukan satu-satunya badan usaha yang terbentur pembatasan kepemilikan asing di bisnis media massa. Puluhan lembaga dana pensiun swasta juga memiliki izin serupa, begitu pula bank VTB 24 yang dimiliki grup VTB, yang 39 persen sahamnya beredar bebas. Situs berbahasa Rusia milik sistem pembayaran elektronik kilat Qiwi pun akan terdampak karena 64,4 persen sahamnya diperjualbelikan di NASDAQ, dan sisa saham juga sebagian dimiliki oleh investor asing.

Banyak perusahaan besar Rusia lain yang memiliki izin kepemilikan media korporasi, yang sebagian besar berupa media cetak. Salah satunya ialah perusahaan tambang dan metalurgi Norilskiy Nikel. Mereka memiliki majalah perusahaan dengan nama yang sama. Dalam kepemilikan saham perusahaan itu, terdapat dua perusahaan asing dengan saham lebih dari 20 persen.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.