Empat Mayat Ditemukan di Dekat Donetsk, Rusia Tuntut Investigasi Internasional

Garda Nasional Ukraina dicurigai melakukan kejahatan perang. Foto: AP

Garda Nasional Ukraina dicurigai melakukan kejahatan perang. Foto: AP

Kepolisian Republik Rakyat Donetsk dan penyelidik OSCE menemukan empat mayat laki-laki yang diduga merupakan penduduk setempat.

OSCE menemukan sebuah peringatan di dekat kuburan yang berbunyi “Mati untuk kebohongan Putin”. Ini menjadi alasan bagi otoritas Republik Rakyat Donetsk untuk mengumumkan bahwa militer Ukraina telah melakukan tindak kejahatan pada warga yang tak berdosa. Rusia mendesak agar penyelidikan internasional segera dilakukan.

Warga Desa Nizhnyaya Krynka (terletak 60 kilometer dari Donetsk) menemukan sebuah kuburan dan segera melaporkannya pada polisi setempat. Penyelidik yang datang ke TKP bersama perwakilan OSCE menemukan bahwa mayat-mayat itu diikat dan ditembak di kepala menggunakan pistol, dengan peluru yang berhasil ditemukan di tempat kejadian. Berdasarkan tulisan pada salib yang terpancang di atas kuburan, mereka dibunuh pada 27 Agustus lalu.

Saling Tuduh

Pemimpin Republik Rakyat Donetsk, Alexander Zakharchenko, menuduh Garda Nasional berada di area tersebut pada saat pembunuhan terjadi. “Orang-orang ini dibunuh ketika pasukan Ukraina berada sekitar lima hingga enam kilometer dari TKP. Ini sungguh sebuah kejahatan yang keji,” kata Zakharchenko pada Kommersant.

Sementara, komandan Batalyon Aidar Ukraina Serhiy Melnychuk dengan tegas membantah tuduhan itu. “Kami tidak bertempur di dekat Donetsk atau di dekat tambang Kommunar tempat situs kuburan itu berada. Ini sesuai dengan catatan yang disimpan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina. Hari itu, kami berada di dekat Lugansk. Bagaimanapun juga, kami tidak pernah menembak warga sipil. Mayoritas pasukan Aidar adalah warga Donbass dan penduduknya adalah kompatriot kami,” kata Melnychuk pada Kommersant. 

Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina juga membantah tuduhan yang ditujukan kepada Garda Nasional tentang pembunuhan warga tak berdosa itu, menyebut tuduhan-tuduhan itu sebagai provokasi.

Tuntutan Moskow

Para analis di Rusia khawatir bahwa kejahatan-kejahatan perang baru di Ukraina tidak akan mendapat cukup perhatian dan pihak yang bersalah dapat dengan mudah menghindari hukuman, sebagaimana yang mereka lakukan ketika membakar Gedung Serikat Dagang di Odessa pada Mei lalu.

“Kita akan melihat standar ganda, ketika kejahatan disembunyikan dan tidak diselidiki. Para pihak yang berkonflik akan saling menyalahkan, dan politisi akan mengeluarkan pernyataan yang sesuai dengan konteks perkiraan keadaan politik global saat ini terkait konflik di Ukraina,” kata Igor Korotchenko, anggota Dewan Publik Kementerian Pertahanan Rusia dan pemimpin redaksi majalah National Defense kepada RBTH.

Igor khawatir Ukraina akan menghindari penyelidikan sebagaimana dalam kasus tragedi MH17. “Undang-undang Rusia berisi ketentuan yang mengizinkan Komite Penyelidik untuk mencari penjahat ketika terjadi ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ di luar wilayah Rusia. Ini adalah kejahatan perang. Nama-nama komandan Ukraina telah diketahui. Mereka harus dicantumkan dalam daftar buruan internasional dan para tersangka harus dibawa ke pengadilan dan diinvestigasi,” kata Korotchenko.

Ia menekankan bahwa ketika pejabat Serbia dan Yugoslavia melakukan kejahatan yang sama di Yugoslavia, para pemimpin Barat menuntut agar pelakunya ditangkap. Mereka juga berhasil melakukannya dalam banyak kasus. “Rusia pun harus mencari keadilan dalam hal ini,” papar Korotchenko.

Vladimir Markin, juru bicara resmi Komite Penyelidik Rusia, mengatakan bahwa pihaknya sedang memeriksa informasi mengenai kuburan tersebut terkait kasus kriminal penggunaan alat dan cara perang yang dilarang terhadap warga sipil yang tak bersalah di Ukraina tenggara.

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Alexei Borodavkin dengan tegas menyatakan bahwa pembunuhan itu merupakan “kejahatan perang”. Selain itu, Komisi Hak Asasi Manusia untuk Kementerian Luar Negeri Rusia Konstantin Dolgov menyampaikan bahwa segala bentuk kejahatan dalam konteks operasi militer pemerintah Ukraina harus diselidiki secara tuntas, dan bukan hanya didokumentasikan.

Kementerian Luar Negeri Rusia bermaksud untuk melakukan penyelidikan internasional di bawah pengawasan OSCE. Perwakilan Tetap Rusia untuk OSCE Andrei Kelin sudah mengirimkan permohonan ke kantor organisasi di Swiss untuk mengizinkan mereka menyelidiki pembunuhan tersebut. Perwakilan misi ini, Michael Botsyurkiv, menegaskan kepada Kommersant bahwa penyelidik akan mulai ke TKP pada Selasa (30/9), tetapi ia tidak dapat mengatakan peran OSCE dalam penyelidikan tersebut. Catatan:

Pernyataan resmi di situs web OSCE (dalam bahasa Inggris).

Artikel Terkait

Kisah Wartawan Rusia di Wilayah Konflik Ukraina

‘Invasi Rusia’, Penyebab Kekalahan Militer Ukraina

Hari-hari Pertama Pengungsi Ukraina di Rusia

Kiev dan Milisi Donetsk Tukar 20 Tawanan Perang

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.