Distribusi Kuota Tak Merata, Calon Haji Rusia Bersaing Demi Berangkat ke Tanah Suci

Muslim Rusia yang akan menunaikan ibadah haji berasal dari lebih dari 65 wilayah di Rusia. Foto: Reuters

Muslim Rusia yang akan menunaikan ibadah haji berasal dari lebih dari 65 wilayah di Rusia. Foto: Reuters

Kloter pertama rombongan calon haji asal Rusia telah berangkat ke Arab Saudi untuk memenuhi satu dari lima rukun Islam, yakni menunaikan ibadah haji di tanah suci. Badan instansi terkait di Rusia tengah berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi pada calon haji seperti ketidakmerataan pembagian kuota haji, tingginya biaya untuk naik haji, serta sistem yang memprioritaskan “calon haji baru” untuk berangkat ke Mekkah.

Tahun ini, kuota haji yang diberikan pada Rusia berjumlah 16.400 tempat. Muslim Rusia yang akan menunaikan ibadah haji berasal dari lebih dari 65 wilayah di Rusia. Pembagian kuota di Rusia dilakukan berdasarkan wilayah. Salah satu masalah utama pembagian kuota dengan sistem tersebut ialah wilayah di Kaukasus selalu mendapat jatah lebih banyak dibanding subyek federal Rusia lain. Subyek federal di luar Kaukasus terpaksa mendapat jatah yang lebih sedikit, padahal jumlah umat muslim yang ingin menjalankan ibadah haji dari lain, seperti daerah Povolzhye (sebutan untuk daerah sekitar sungai Volga), Ural, dan Siberia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Persaingan Mendapatkan Kuota Haji

Tatarstan menjadi satu-satunya wilayah Rusia yang berhasil meningkatkan jumlah kuota haji tahun ini, dari 1.200 tempat menjadi 1.800 tempat. Majelis Ulama Subyek Federal Republik Tatarstan menyatakan akan terus melanjutkan perjuangan penambahan kuota tersebut, seiring peningkatan jumlah warga beragama Islam yang tinggal di Tatarstan dan bertambahnya jumlah pemohon dari region-region lain yang mengajukan diri melalui Republik Tatarstan.

Kelak, Majelis Ulama di republik dan subyek federal lain akan membagi jatah kuota haji tersebut pada agen perjalanan yang menunjukkan kinerja dan hasil yang baik dalam pemberian jasa ibadah haji.

Wakil Direktur Umum Hizmet Tour Shamil Mukaramov menerangkan tahun ini perusahaannya mendapatkan 358 tempat dari Majelis Ulama Republik Tatarstan. “Jika berbicara mengenai kualitas pelayanan, kami sangat selektif. Kami tidak bekerja sama dengan rumah-rumah ziarah, kami hanya menggunakan jasa hotel bintang lima dan penerbangan maskapai Turkish Airlines, tanpa menggunakan bus darat sama sekali,” terang Mukaramov.

Selain itu, tahun ini Dewan Mufti Rusia juga akan mengirim 150 calon haji dari Krimea dan Sevastopol. Kuota untuk muslim Krimea sebelumnya ditanggung Ukraina, namun setelah Krimea bergabung dengan Rusia, maka para peziarah asal Krimea akan diterbangkan dari Simferopol secara khusus menggunakan penerbangan sewaan dengan menggunakan paspor Rusia.

Terlalu Mahal

Harga termahal untuk naik haji tahun ini terdapat di Subyek Federal Republik Chechnya, yang biayanya mencapai hingga 200 ribu rubel (sekitar 5.100 dolar AS). Meski harganya cukup tinggi, semua jatah kuota haji yang diberikan pada region tersebut habis terjual. Di wilayah tetangganya, Dagestan, harga perjalanan ibadah haji juga cukup tinggi, mencapai 140 ribu rubel (sekitar 3.500 dolar AS). Namun, harga tersebut tidak menghentikan niat para umat Islam wilayah tersebut untuk berziarah ke tanah suci.

Peneliti Senior Pusat Kemasyarakatan dan Penelitian Regional di Russian Academy of Sciences Naima Neflyasheva menilai mahalnya biaya perjalanan ibadah haji tersebut merupakan imbas dari monopoli agen perjalanan. Menurut Naima, perlu ada pemberian akses bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar jasa perjalanan ibadah haji, yang sudah siap bertanggung jawab atas perjalanan ibadah haji yang akan mereka tawarkan.

Pertama Kali Pergi Haji

Di Igushetia, salah satu region di daerah Kaukasus, 80 persen peminat ziarah ke tanah Mekkah merupakan calon haji baru. Yunus-bek Yevkurov, orang nomor satu di subyek federal tersebut juga akan berangkat bersama para muslim region Igushetia untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Salah satu keunikan proses perjalanan ibadah haji di Rusia adalah perhatian terhadap masalah “pengulangan naik haji”. Dalam daftar peminat ziarah ke Mekkah, orang yang sama sekali belum pernah menjalankan ibadah haji lebih diutamakan. Untuk itu, terdapat sebuah sistem antrian elektronik yang memasukan informasi mengenai kandidat ibadah haji ke pusat pendataan haji tunggal dan database elektronik. Para calon peziarah akan mendapat nomor registrasi dan tinggal mengikuti pergerakan urutan nomor tersebut. Jika tahun ini tidak berhasil masuk, maka secara otomatis mereka dapat “dipindahkan” ke tahun depan. Kini sistem tersebut sudah digunakan hampir di seluruh kota besar Rusia.

“Cobaan” Saat Pergi Haji

Tahun ini, akan ada kursus khusus, seminar, serta edukasi yang dibawakan oleh para pemandu berpengalaman, pakar bidang kesehatan, bea cukai, dan instansi lain untuk para jemaah haji. Mereka akan menerangkan pada para calon haji baru mengenai  peraturan saat datang ke tanah suci. Para peziarah akan mendapat brosur khusus dan catatan, menyaksikan film edukatif, serta mempelajari prosedur ibadah haji.

Kesiapan sebelum keberangkatan para rombongan haji Rusia masih dinilai lemah. Naima bercerita tak jarang para peziarah yang datang ke Mekkah kehilangan arah dan tidak tahu cara pergi ke tempat-tempat suci ibadah haji dan tidak tahu ritual apa saja yang harus mereka lakukan. “Jadi bagi mereka yang kurang persiapan, mereka harus “masuk” ke dalam rombongan haji yang ditemani oleh para instruktur berpengalaman,” terang Naima.

Shamil Mukamarov dari biro perjalanan Hizmet Tour menyatakan agensinya memilih para pimpinan rombongan haji secara teliti dari berbagai wilayah Rusia. “Sebelum keberangkatan, kami menguji pengetahuan dasar Islam mereka, kemampuan berbicara di depan publik, serta ujian terpenting ialah itikad dan pendalaman agama mereka,” ujar Shamil.

Mukaramov mengatakan, setiap pemandu akan menjalankan “cobaan” naik haji. Pada waktu ziarah, para pemimpin rombongan haji tersebut praktis tidak tidur dan harus bekerja seharian penuh. Kadang mereka sendiri tidak sempat menjalankan ibadah haji karena memang tidak ada waktu tersisa untuk itu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.