Pakar Rusia Berharap Negosiasi di Minsk Hasilkan Resolusi Krisis Ukraina

Pembicaraan di Minsk telah menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis. Foto: Reuters

Pembicaraan di Minsk telah menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis. Foto: Reuters

Pada Jumat (5/9), perwakilan pemerintah Ukraina dan dua wilayah yang memproklamirkan kemerdekaan sebagai republik dari Ukraina telah menandatangani protokol gencatan senjata. Menurut para pakar Rusia, gencatan senjata kali ini dapat menghasilkan kemajuan dalam pencarian solusi atas krisis dalam negeri Ukraina, namun kedua belah pihak perlu mengambil sikap yang lebih lunak dan mencari pijakan bersama.

Kedua belah pihak berjanji akan menghentikan pertempuran dan memastikan bantuan kemanusiaan bisa sampai ke daerah-daerah terdampak. Kesepakatan ini juga mencakup pertukaran semua tawanan perang, penghentian semua “formasi bersenjata, peralatan militer, prajurit, dan tentara bayaran ilegal di wilayah Ukraina”, pengampunan bagi para prajurit, serta permulaan dialog politik yang komprehensif dengan jaminan keamanan pribadi bagi peserta negosiasi selanjutnya.

Perwakilan-perwakilan OSCE akan terlibat dalam pemantauan situasi di perbatasan Rusia-Ukraina. Selain itu, pemerintah Ukraina juga berjanji mengadopsi program pemulihan ekonomi di Donbass.

RBTH mengumpulkan tanggapan sejumlah pakar Rusia mengenai gencatan senjata dan rencana dialog perdamaian di Ukraina tersebut. Berikut hasil wawancara RBTH dengan beberapa pakar terkait hal itu.

Alexei Arbatov, Direktur Pusat Keamanan Internasional di Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional

Gencatan senjata kali ini berbeda dari gencatan senjata sebelumnya, mungkin karena sudah pernah ada pengalaman buruk dalam proses negosiasi. Kini, kedua belah pihak telah mengambil langkah untuk mencegah penggunaan senjata. Hal tersebut tidak dilakukan sebelumnya. Selain itu, serangkaian aktivitas telah diatur untuk memastikan berjalannya gencatan senjata ini dan bahwa kedua belah pihak mematuhinya. Fondasi untuk melakukan dialog mengenai status dua republik pecahan Ukraina juga telah disusun. Ini adalah perjanjian yang harus dihormati. Perjanjian tersebut dijamin oleh Rusia serta para perwakilan dari Donetsk dan Lugansk, Kiev, serta OSCE.

Dua bulan setelah upaya sebelumnya, semuanya diprediksi mengarah ke pertumpahan darah. Tapi tentara Ukraina, masyarakat, dan pemerintah Ukraina sendiri sudah lelah berperang, demikian pula Moskow dan Eropa. Tiba waktunya untuk berkata, “Cukup! Ayo kita akhiri kekacauan ini!”

Bagi Moskow, meningkatkan ketegangan dalam konflik jelas akan menghasilkan konfrontasi langsung dengan NATO, dan hal tersebut tentu dikehendaki oleh semua pihak, termasuk Obama, Putin, dan negara-negara anggota aliansi itu. Tujuan utama politik Kremlin saat ini adalah menghindari hal tersebut sambil berupaya mengikuti perkembangan dalam aspek-aspek keamanan yang baru, yang mencapai taraf yang memalukan selama dua bulan terakhir, khususnya peristiwa di Irak dan Timur Tengah serta ancaman terorisme terhadap pemerintah Rusia dan masyarakat di Kaukasus Utara.

Evgeny Buzhinsky, Wakil Presiden Senior PIR Center, Letnan Jenderal Reserve

Isu utama saat ini adalah status daerah Lugansk dan Donetsk selanjutnya. Petro Poroshenko, baik sebelum maupun sesudah pemilihan, tidak pernah menawarkan konsesi. Ia sebelumnya berbicara tentang Ukraina bersatu dan ingin melanjutkan kebijakan ini ke depannya. Konsesi kecil terkait status daerah-daerah timur ini sebenarnya mungkin diterapkan, misalnya dalam ekonomi, keuangan, dan bahasa, tapi tidak lebih.

Secara garis besar, resolusi untuk krisis ini mungkin dicapai dengan fokus pada wilayah timur Ukraina, tempat krisis bermula.

Seminggu setelahnya, pertemuan akan diadakan di Minsk dan tentu saja pertanyaan tentang status daerah-daerah itu akan kembali muncul. Poroshenko terpaksa bermanuver di hadapan Uni Eropa dan Amerika Serikat setelah Angela Merkel menyatakan posisi Uni Eropa mengenai kemungkinan penggunaan solusi militer untuk krisis Ukraina. Presiden Ukraina tersebut menyerukan solusi damai untuk krisis ini. Amerika Serikat memilih posisi yang berbeda. AS mengeluarkan pernyataan yang berbeda dengan pernyataan Merkel. AS mendukung solusi politik, tetapi tidak akan menentang kemenangan mutlak Kiev. Perdana Menteri Yatsenyuk menunjukkan sikap yang mencerminkan pendekatan ini, dengan menyatakan bahwa Kiev tidak akan bernegosiasi dengan teroris.

Saya tidak yakin penandatanganan gencatan senjata ini akan menghasilkan gencatan senjata yang sesungguhnya. Poroshenko hanya memiliki kendali atas pasukan bersenjata dan Garda Nasional Ukraina. Batalion Ihor Kolomoyskyi dan Serhiy Taruta tidak tunduk kada Poroshenko dan gencatan senjata ini memungkinkan mereka melanjutkan apa yang sebelumnya mereka lakukan dengan bom-bom itu.

Andrei Kortunov, Direktur Umum Dewan Urusan Internasional Rusia

Beberapa upaya terakhir kaum milisi di Ukraina timur menunjukkan bahwa tujuan otoritas Kiev, yaitu mewujudkan kemenangan mutlak pada akhir musim panas, cenderung tidak mungkin terwujud. Tetapi, jelas pula bahwa kemampuan para milisi terbatas.

Pembicaraan di Minsk telah menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis. Posisi Poroshenko yang tidak mau melunak telah menuai banyak kritik dari Kiev dan beberapa politikus Ukraina mulai membangun kampanye pemilihan umum di parlemen sebagai oposisi presiden, sambil mengambil keuntungan politik. Di Ukraina timur, tidak semua orang siap mendukung kompromi. Ada orang-orang radikal yang yakin bahwa mereka membutuhkan kemerdekaan penuh dan pemisahan diri dari Ukraina. Akan tetapi, untuk mencapai sukses dalam negosiasi, orang-orang radikal di kedua pihak harus dibersihkan.

Kita lihat saja beberapa hari ke depan, apakah Perjanjian Minsk akan mampu bertahan melawan waktu.

Artikel Terkait

Poroshenko Umumkan Gencatan Senjata Sementara di Ukraina

‘Invasi Rusia’, Penyebab Kekalahan Militer Ukraina

Putin Ingin Bernegosiasi dengan Pihak Ukraina, Selain Poroshenko

Kiev: Inggris Siap Bantu Keuangan Ukraina

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.