Veteran Antiteroris: Terorisme Telah Menjadi Bisnis

Kepala Asosiasi Veteran Alpha Group Sergei Goncharov.

Kepala Asosiasi Veteran Alpha Group Sergei Goncharov.

TASS
RBTH mewawancarai Kepala Asosiasi Veteran Alpha Group, Sergei Goncharov, dalam peringatan sepuluh tahun kasus penyanderaan sekolah Beslan.

RBTH (R): Apakah dinas khusus Rusia memiliki prestasi mencengangkan dalam memerangi terorisme, setelah kasus penyanderaan Beslan?

Sergei Goncharov (S.G.): Saya tidak bisa mengatakan setelah Beslan telah terjadi peningkatan dramatis dalam proses memerangi terorisme di Rusia. Terorisme memang masih ada dan unit tujuan khusus kita terus melanjutkan upaya antiteroris mereka terhadap kelompok pemberontakdi Kaukasus Utara. Mengapa upaya ini tidak mendapat banyak sorotan di media? Karena saat ini semua liputan diarahkan ke Ukraina.

Namun, ada beberapa perkembangan yang positif. Saat Rusia memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, masalah utama yang digembar-gemborkan oleh lawan dan penentang politik Rusia adalah bahwa Sochi terletak dekat dengan Kaukasus Utara dan mereka meragukan Rusia bisa menjamin keamanan Olimpiade Sochi.

Namun, unit antiteroris Rusia yang menjaga keamanan Olimpiade Sochi telah menunjukkan kemampuan mereka yang sangat baik dan telah membuktikan bahwa mereka mampu mengamankan kegiatan akbar tersebut. Hal ini meyakinkan saya bahwa saat ini kita memiliki cukup sumber daya dan kekuatan untuk melawan ancaman teror di seluruh daratan Rusia.

R: Unit mana saja yang terlibat dalam pekerjaan memerangi terorisme saat ini?

S.G.: Rusia memiliki Pusat Misi Khusus yang terdiri dari tiga unit, yakni A — Alpha yang terkenal; V — Vympel yang terkenal; dan unit operasi khusus. Pusat ini memimpin opearsi dalam koridor perang melawan terorisme. Selain itu, Rusia memiliki unit tujuan khusus dengan beberapa pelatihan khusus, seperti untuk operasi di Arktik, pegunungan, dan lain-lain.

R: Langkah apa saja yang telah diambil untuk memerangi terorisme di Rusia selama sepuluh tahun terakhir?

S.G.: Ini, tentu saja, termasuk pekerjaan intelijen rahasia yang lebih baik. Terorisme tidak bisa dikalahkan hanya dengan kekuatan atau tindakan militer. Sebuah kemenangan atas teroris melibatkan, pertama dan terutama, kerja intelijen rahasia kelas atas.

Terus terang, saya pikir kita belum mencapai tingkat profesional yang tinggi. Sebagai contoh, kita tak bisa menggunakan trik menyamar di Kaukasus Utara karena ciri khas dari daerah itu sudah dikenal semua orang dan agak sulit untuk bekerja di sana.

Langkah-langkah tersebut tentu termasuk penguatan unit yang telah saya sebutkan. Pusat Misi Khusus telah dipercanggih tidak hanya dengan para profesional terlatih, tetapi juga dengan peralatan modern. Selain itu, pusat ini sekarang memiliki beberapa cabang yang beroperasi di hampir seluruh wilayah Rusia.

R: Bagaimana Anda menilai peristiwa di Ukraina?

S.G.: Seandainya Yanukovych (presiden Ukraina yang digulingkan) memberi respons yang lebih tegas pada peristiwa di Maidan, revolusi tak akan terjadi dan ia masih tetap berkuasa. Tapi karena ia ingin menerima jaminan keselamatan pribadi dan tidak mau menjadi diktator, ia mendapatkan apa yang sepatutnya.

Seperti kata pepatah, makan ikan dan jangan tersedak tulangnya. Itulah mengapa saya pikir ketika mendispersikan oposisi yang melakukan aksi protes di lapangan Bolotnaya Moskow, polisi Rusia bertindak dalam batas-batas yang telah diketahui. Tindakan mereka sesuai dan tepat waktu.

R: Bagaimana peristiwa di Ukraina akan memengaruhi pasukan misi khusus Rusia?

S.G.: Perang lokal berlangsung di seluruh dunia, dan pasukan khusus ikut mengambil bagian. Itu sebabnya semua negara di dunia, termasuk Rusia, fokus pada pengembangan pasukan khusus ini. AS melakukan ini, Rusia melakukan ini, Inggris dan Prancis pun demikian. Maka itu, unit khusus yang hancur di bawah pemerintahan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov akan dihidupkan kembali. Di masa mendatang, kita akan memiliki pasukan misi khusus yang sama dengan yang dimiliki AS. Pasukan ini pun akan terlibat dalam perang melawan terorisme.

R: Bagaimana Anda menilai perang melawan ekstremis di Rusia?

S.G.: Operasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Dinas Keamanan Federal cukup berhasil. Mereka juga sukses melakukan pencegahan. Jika seseorang membangkitkan kecurigaan dinas rahasia dengan seruannya untuk perubahan kekuasaan dan menggulingkan rezim konstitusional, mereka diundang untuk berdiskusi atau, setidaknya mereka diberi peringatan. Kami tidak dapat menutupi ceruk besar, yakni internet dan semua teknologi yang ada di dunia saat ini.

Tidak hanya kami, seluruh dunia pun belum berhasil mengatasi hal ini. Mungkin Rusia perlu mencontoh Tiongkok yang melarang penggunaan itu semua, tapi kita belum siap untuk itu.

R: Mengapa terorisme belum dikalahkan sampai sekarang?

S.G.: Masalah terbesar saat ini adalah terorisme telah menjadi sebuah bisnis. Terorisme tidak sekadar pembunuhan, tapi juga merupakan usaha dengan omzet miliaran dolar. Orang-orang mulai menghasilkan uang melalui terorisme.

Sebelumnya semangat mereka dibakar oleh ideologi, sementara kini mereka juga didorong oleh uang. Suriah misalnya. Sekitar 500 militan dari Kaukasus Utara sedang berjuang di sana atas nama salah satu pihak demi uang, sementara militan lain berjuang demi uang juga, namun atas nama pihak yang lain. Tidak ada ideologi, hanya melulu hitung-hitungan tentara bayaran.

Alpha Group adalah sebuah divisi dari Dinas Keamanan Federal Rusia yang bertugas mencegah serangan teroris, membebaskan sandera, serta mengambil bagian dalam operasi rumit lainnya. Bersama Vympel, badan ini dianggap sebagai salah satu unit tujuan khusus yang paling berpengalaman dan efektif di dunia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.