Putin: Barat Harus Paksa Kiev Berdialog dengan Kubu Ukraina Tenggara

Putin sangat yakin bahwa masalah penahanan tentara Rusia di Ukraina dapat segera diselesaikan. Foto: Mikhail Klimentyev/RIA Novosti

Putin sangat yakin bahwa masalah penahanan tentara Rusia di Ukraina dapat segera diselesaikan. Foto: Mikhail Klimentyev/RIA Novosti

Pada Jumat (29/8) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam Forum Anak Muda Rusia Seliger 2014. Pada kesempatan itu, Putin menjabarkan visinya dalam menyelesaikan krisis Ukraina. Berikut RBTH menyajikan intisari pidato sang presiden tersebut.

Mengenai ketidakmampuan Kiev mengatasi kekacauan di Ukraina

“Saya melihat Barat merasa perlu duduk bersama dan melakukan perundingan mengenai konflik ini. Namun, mari berikan waktu sebentar pada tentara Ukraina untuk melakukan baku tembak, mungkin dengan begitu mereka bisa lebih cepat menyelesaikan konflik tersebut,” sindir Putin.

Menurut Putin, Barat harus paham bahwa hal itu tidak akan berhasil. “Kita harus memaksa pemerintah Ukraina untuk melakukan negosiasi secara mendetail. Bukan mengenai masalah teknis—meski itu pun sangat penting, namun mengenai hal yang paling pokok dari masalah tersebut,” tegas Putin.

Putin menilai hal pertama yang perlu dilakukan adalah membicarakan mengenai hak-hak apa saja yang akan diperoleh masyarakat Ukraina tenggara, sesuai dengan peraturan kemasyarakatan modern yang ada sekarang ini. Selanjutnya, hal itu harus dituangkan dalam undang-undang dan hukum resmi Ukraina. “Itu yang harusnya dibicarakan. Penting sekali untuk menyepakati hal yang mendasar, namun masalahnya mereka tidak ingin menyepakati hal tersebut,” ujar Putin.

Mengenai pemberlakuan koridor kemanusiaan (zona demiliterisasi untuk pemberian bantuan kemanusiaan pada korban perang) untuk menarik pasukan Ukraina keluar dari Donbass

Putin menyampaikan bahwa kesepakatan mengenai pembentukan koridor kemanusiaan tak berhasil tercapai. “Saya sudah meminta para milisi di Donbas agar bersedia membuka koridor kemanusiaan bagi siapa saja yang ingin keluar dari sana. Namun Komandan Angkatan Perang Ukraina memutuskan untuk tidak menarik pasukannya dari sana, malah mereka mendesak para milisi dan berusaha keluar dari kepungan mereka menggunakan senjata,” kata Putin. “Saya pikir itu adalah kesalahan fatal dan itu akan menelan lebih banyak korban jiwa,” ujar Putin.

Mengenai penahanan tentara Rusia di wilayah Ukraina

Putin sangat yakin bahwa masalah penahanan tentara Rusia di Ukraina dapat segera diselesaikan. “Kami sudah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Alekseyevich Poroshenko mengenai hal ini. Ia meyakinkan kami bahwa mereka akan menyerahkan kembali tentara kami, seperti yang pernah, dan masih, kami lakukan hingga saat ini terhadap tentara Ukraina yang kedapatan berada di wilayah Rusia,” ungkap Putin. Menurut Putin, hal tersebut merupakan masalah teknis. Ia mengingatkan bahwa tentara Ukraina telah berkali-kali masuk ke wilayah Rusia, bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar. “Di perbatasan memang tidak ada tanda pemisah yang jelas,” terang sang presiden.

Mengenai Krimea

Putin yakin jika Krimea tidak bergabung dengan Rusia, mereka juga akan mengalami perang saudara. Putin merasa perlu memulihkan keadilan sejarah yang hilang saat Krimea diserahkan pada Ukraina secara ilegal. Berdasarkan hukum konstitusi Uni Soviet, perubahan batas dan wilayah negara tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan Presidium Soviet Agung Uni Soviet dan seluruh penduduk wilayah tersebut. Presidium Soviet Agung sendiri tidak berhak mengubah wilayah negara, sementara penyerahan Krimea ke Ukraina dilaksanakan Presidium Soviet Agung Rusia dan Ukraina tanpa melakukan referendum terlebih dahulu di Krimea.

Putin sudah memperkirakan bahwa proses pengakuan Krimea di dunia internasional akan berjalan “lambat dan menjemukan”. Ia menyampaikan, jika ada itikad berpolitik yang baik, maka hal tersebut dapat diselesaikan dengan cepat seperti yang terjadi di Kosovo.

Mengenai pemilihan bentuk pemerintahan Ukraina

Putin juga menyinggung masalah pemilihan bentuk pemerintahan Ukraina. “Saya tidak tahu, entah mengapa Ukraina sangat takut terhadap bentuk pemerintahan federasi. Tapi tentu itu adalah pilihan mereka, kami tidak akan ikut campur, apapun yang terjadi,” tegas Putin.

Putin menyebutkan bahwa banyak negara yang berbentuk federasi di dunia ini, antara lain Rusia, Amerika Serikat, Brasil, Jerman, dan lain-lain. “Tujuannya adalah memberikan kesempatan hidup secara penuh bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang berbeda, serta bagi mereka yang mempunyai perbedaan nyata di bidang-bidang yang saya sebutkan sebelumnya,” terang Putin.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.