Rusia Akui Hasil Pemilihan Presiden Abkhazia

Presiden Terpilih Abkhazia Raul Khadzhimba memperoleh 50,60% suara dalam pemilihan awal kata Komisi Pemilihan Pusat dalam laporan final, 26 Agustus 2014. Foto: ITAR-TASS

Presiden Terpilih Abkhazia Raul Khadzhimba memperoleh 50,60% suara dalam pemilihan awal kata Komisi Pemilihan Pusat dalam laporan final, 26 Agustus 2014. Foto: ITAR-TASS

Moskow menyambut terpilihnya Raul Khadzhimba sebagai Presiden Republik Abkhazia. Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat pada Khadzhimba atas kemenangannya dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam memperkuat hubungan Rusia dan Abkhazia.

Para ahli menganggap pemilihan presiden Abkhazia kali ini sepenuhnya bebas dari pengaruh pihak luar. Sementara, ilmuwan politik Rusia menilai sang presiden baru akan menghadapi dua tugas sulit, yakni mengatasi perpecahan antara kaum elit yang berkuasa, serta membuat Abkhazia—sebuah daerah yang tidak diakui sebagai sebuah negara oleh masyarakat global—menarik bagi investor dan turis.

Putin merupakan salah satu orang yang pertama kali mengucapkan selamat pada Khadzhimba atas kemenangannya pada pemilihan presiden yang baru saja diselenggarakan pada 24 Agustus lalu, meski Kadzhimba pernah menyebut bahwa menjalin hubungan dengan Rusia adalah hal yang berlebihan. Sebelumnya, Khadzhimba juga pernah menyatakan bahwa Sukhumi dan Moskow perlu menandatangani perjanjian antarpemerintah yang baru mengenai integrasi di bidang keamanan.

Keberadaan Abkhazia tidak diakui oleh mayoritas negara di dunia dan mereka menganggap bahwa pemilihan tersebut tidak sah. Beberapa negara telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal itu. Menteri Negara untuk Rekonsiliasi dan Kesetaraan Warga Negara Georgia Paata Zakareishvili mengatakan pada RBTH bahwa Tbilisi memperhatikan segala hal yang terjadi di Abkhazia. Pemerintah Georgia menganggap Abkhazia sebagai bagian dari Georgia dan menolak mengakui kemerdekaan mereka. “Kami mengikuti pemilihan tersebut, tetapi kami tidak menganggap itu sebagai pemilihan yang sah. Meski demikian, kami bersedia melakukan negosiasi dan bekerja sama dengan pemimpin yang dipilih rakyat Abkhazia,” kata Zakareishvili.

Ilmuwan politik ternama Abkhazia Ilan Khashig menyatakan bahwa tidak ada pengaruh asing yang terlibat dalam kemenangan Khadzimba. “Bahkan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tidak menerima pesan apa pun dari pihak luar selama kampanye pemilihan umum. Jadi bisa diasumsikan bahwa penduduk Abkhazia sendirilah yang menentukan pilihan,” kata Khashig.

Pemilihan presiden ini merupakan upaya keempat Khadzhimba, mantan Kepala KGB Abkhazia dan Mantan Wakil Presiden Abkhazia, untuk memenangkan pemilihan umum. Sebelumnya, ia kalah dua kali dari Sergei Bagapsh dan satu kali dari Alexander Ankvab. Presiden pertama Abkhazia, Vladislav Ardzinba, ingin Khadzimba menjadi penggantinya, namun Khadzhimba kalah dalam persaingan sengit pada pemilihan umum 2004 yang hampir memicu perang saudara.

Warisan Problematik

Kepala Institut Negara-Negara Baru Moskow Alexei Martynov menyatakan bahwa pemenang pemilihan umum Abkhazia akan menghadapi tantangan yang sulit untuk membentuk sebuah tim yang terdiri dari profesional dan ahli ekonomi yang mampu mengangkat negara tersebut dari kemandekan ekonomi. “Penting pula menentukan bentuk hubungan dengan negara-negara tetangga Rusia dan Georgia,” kata Martynov.

Kepala Lembaga Penelitian Sosial Politik dan anggota Komite Pengawas Pemerintah Sergei Markov berharap Khadzhimba dapat membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin yang baik. “Ia berpengalaman di bidang politik. Banyak orang yang mungkin akan menghilang setelah kalah beberapa kali seperti dirinya, tetapi Khadzhimba melanjutkan perjuangan politiknya dan kini menjadi seorang politisi yang kuat dan berpengalaman,” kata Markov.

Menurut Markov, Khadzhimba harus bisa mengatasi masalah yang dapat mempersulit Abkhazia untuk mencapai kemajuan yang nyata. “Khadzhimba harus menemukan cara untuk mewujudkan rekonsiliasi antara dua kelompok yang bersaing antara elit Abkhazia,” kata Markov pada RBTH. Selain itu, menurut Markov, Khadzhimba harus bisa menarik investor untuk bidang pariwisata. “Tidak mungkin mengubah Abkhazia menjadi sebuah pusat pariwisata dunia tanpa investasi yang besar. Negara ini memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pariwisata, keindahan alam negara kami sungguh luar biasa. Namun, tentu butuh investasi yang besar dan Khadzhimba harus mampu mengusahakan hal tersebut, ,” kata Markov.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.