Snowden Dapatkan Status Penduduk Tetap Rusia

Snowden tidak bisa diekstradisi ke AS karena Rusia tidak memiliki peraturan kewajiban ekstradisi dengan AS. Foto: AP

Snowden tidak bisa diekstradisi ke AS karena Rusia tidak memiliki peraturan kewajiban ekstradisi dengan AS. Foto: AP

Edward Snowden, mantan anggota CIA yang kini menjadi buronan badan intelejen AS, baru saja mendapatkan status penduduk tetap di Rusia. Ia saat ini telah bekerja sesuai bidang keahliannya dan aktif belajar bahasa Rusia.

Edward Snowden telah mendapatkan status permanent residency (penduduk tetap) di Rusia. Hal tersebut disampaikan oleh Anatoliy Kucherena, pengacara pribadi Snowden. Suaka sementara milik Snowden yang habis pada 1 Agustus kemarin sedang dalam proses perpanjangan masa berlaku.

“Snowden saat ini sudah bebas melakukan perjalanan di Rusia, bahkan bisa pergi keluar negeri, tapi hanya dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika ia melanggar, status penduduk tetap miliknya bisa dicabut,” ujar Kucherena. Kucherena juga menyatakan Snowden bisa saja mengajukan diri untuk menjadi warga negara Rusia di kemudian hari.

Sang pengacara menjelaskan ia membantu Snowden mengajukan permohonan status penduduk tetap tersebut ke pemerintah Rusia. “Itu adalah inisiatif saya, karena izin suaka sementara miliknya harus diperpanjang terus setiap tahun,” terang Kucherena. Kucherena menegaskan inisiatif yang ia maksud bukan tentang perolehan suaka politik bagi Snowden, melainkan mengenai izin tinggal sementara Snowden di Rusia layaknya warga asing biasa.

Kucherena mengaku, jika ada kesempatan ia ingin mempertemukan Snowden dengan awak media Rusia. “Saya sebenarnya tidak ingin berbicara atas nama Snowden. Ia saat ini dapat menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya lewat internet. Jadi, bila ada pertanyaan silakan ajukan lewat internet dan ia akan berusaha menjawabnya,” kata Kucherena.

Snowden Tak Bisa Diekstradisi

Menurut Kucherena, Snowden tidak bisa diekstradisi ke AS karena Rusia tidak memiliki peraturan kewajiban ekstradisi dengan AS. “Snowden tidak pernah melakukan tindak kejahatan, ia tak pernah divonis bersalah di Rusia. Hingga kini juga belum pernah ada permintaan ekstradisi apapun yang masuk ke Rusia, dan memang hal itu mustahil. Jadi, untuk dapat menangkap Snowden, mereka perlu memiliki bukti-bukti yang kuat,” ujar Kucherena.

Pengacara Snowden tersebut menjelaskan bahwa memang pernah ada surat dari Kejaksaaan Agung Amerika Serikat pada Kementerian Hukum Rusia yang berisi deskripsi dengan kiasan rumit tentang situasi yang terjadi, disertai jaminan bahwa Snowden tidak akan dikenai hukuman mati. “Namun, belum pernah ada permintaan ekstradisi secara resmi dari AS ke Rusia,” tutur Kucherena.

Kucherena menilai, propaganda AS sedang bergerak memojokkan Snowden. Kliennya menjadi orang yang paling dicari di dunia saat ini dan keselamatan Snowden merupakan prioritas utama.

Kehidupan Snowden di Rusia

Kucherena bercerita, Snowden menjalani hidup sederhana di Negeri Beruang Merah dan masih giat belajar bahasa Rusia. “Gaya hidup yang dia jalani termasuk sederhana, sebab ia harus selalu mempertimbangkan keselamatannya,” terang Kucherena. Snowden juga terbilang bebas bergerak di Rusia. Bukan rahasia lagi jika ia bisa pergi ke museum, toko, bahkan teater.

Menurut sang pengacara, Edward Snowden saat ini berada di bawah perlindungan jasa keamanan swasta. Ia tidak mendapatkan pengamanan dari pemerintah dan memang tidak bisa. Untuk mendapatkan keistimewaan tersebut, Snowden harus melewati sejumlah proses birokrasi yang rumit. “Sampai hari ini, ia hanya dilindungi oleh jasa keamanan swasta,” tutur Kucherena.

Sang advokat menyampaikan bahwa Snowden saat ini sudah bekerja sesuai bidang keahliannya, yakni berhubungan dengan teknologi komputer. Ia juga telah mendapat gaji yang sepadan dan menikmati apa yang ia jalankan saat ini.

Namun, Kucherena bercerita bahwa Snowden saat ini sangat merindukan keluarganya di saat dia berada jauh dari tanah airnya. “Ini adalah masa yang cukup sulit, terutama di awal-awal masa pelariannya,” terang Kucherena.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di ITAR-TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.