Peran Moskow dalam Penyelesaian Krisis Gaza

Duta Besar Palestina untuk Rusia Fayed Mustafa: Kami menghargai dukungan Rusia dan semua hal yang telah dilakukan Rusia bagi masyarakat Palestina. Foto: ITAR-TASS

Duta Besar Palestina untuk Rusia Fayed Mustafa: Kami menghargai dukungan Rusia dan semua hal yang telah dilakukan Rusia bagi masyarakat Palestina. Foto: ITAR-TASS

Duta Besar Palestina untuk Rusia Fayed Mustafa menceritakan situasi di Gaza saat ini dan peran Rusia dalam menciptakan perdamaian di Palestina.

RBTH (R): Menurut warga Palestina, siapa sebenarnya dalang penculikan anak-anak Israel yang menjadi alasan Israel melakukan operasi militer di Gaza?

Fayed Mustafa (F.M.): Kami bertanya pada semua kelompok yang ada di Palestina, dan tidak satu pun dari mereka yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

Sejak hari pertama, pemerintah Israel sudah menyatakan bahwa Hamas adalah dalang dari semua ini, tanpa menunggu hasil akhir penyelidikan. Ini semua merupakan taktik Israel, mereka menggunakan hal tersebut sebagai pembenaran tindakan penghakiman mereka atas warga Palestina.

Kami telah menyatakan siap bekerja sama dengan Israel. Kami meminta bukti keterlibatan Hamas, tetapi tidak ada satu pun bukti yang ditunjukkan kepada kami.

R: Dalam situasi seperti ini, bantuan seperti apa yang Palestina harapkan dari Rusia?

F.M.: Jika berbicara tentang jumlah korban jiwa dan korban luka, tindakan Israel terhadap masyarakat Palestina sudah bisa dikategorikan sebagai sebuah kejahatan perang.

Secara historis, Rusia adalah kawan Palestina. Kami menghargai dukungan Rusia dan semua hal yang telah dilakukan Rusia bagi masyarakat Palestina. Kami juga menghargai usaha Rusia untuk mencari jalan keluar dari konflik Gaza dengan berlandaskan butir-butir HAM dan resolusi internasional.

Rusia sudah menentukan posisinya dan meminta Israel menghentikan agresi militer terhadap Palestina. Rusia mendukung semua inisiatif dan usulan dari Dewan Keamanan PBB. Rusia juga mendukung penyelenggaraan sidang Dewan Hak Asasi Manusia untuk membicarakan agresi militer yang dilakukan Israel, serta mendiskusikan kejahatan yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina.

Kami terus terhubung dengan rekan kami di Kementerian Luar Negeri Rusia dan lembaga resmi Rusia lainnya. Saat ini, utusan khusus dari Rusia Sergey Vershinin sudah ada di wilayah Timur Tengah untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait dan berupaya menghentikan peperangan di sana, bersama-sama dengan negara lain.

R: Bagaimana hubungan Kedutaan Palestina dengan Kementerian Luar Negeri Rusia?

F.M.: Kami terus terhubung dengan rekan kami di Kementerian Luar Negeri Rusia. Dua hari yang lalu para Duta Besar negara Arab bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennadiy Gatilov. Kami bersama-sama membicarakan kondisi di sektor Gaza saat ini. Rusia dan negara-negara Arab menempatkan diri dalam posisi yang sama terkait pencarian jalan keluar dari krisis di jalur Gaza dan gencatan senjata.

R: Peran seperti apa yang Anda harapkan dari masyarakat dunia?

F.M.: Kami mengajak masyarakat dunia untuk melanjutkan upaya menjaga perdamaian setelah agresi ini berakhir. Masyarakat dunia boleh lengah setelah adanya gencatan senjata, karena penyebab konflik di Timur Tengah adalah tindakan Israel yang ingin menduduki wilayah lain. Bila okupasi Israel belum berakhir maka gelombang anarki akan terus tumbuh. Situasi saat ini bisa saja mereda selama satu-dua bulan, namun akan meledak kembali dan bukan hanya di sektor Gaza, tapi juga di tepi Barat Palestina.

R: Banyak yang mencela Rusia karena terlalu berhati-hati dalam mengambil posisi terkait kriris Gaza. Bagaimana tanggapan Anda?

F.M.: Kami paham bahwa Rusia memiliki hal lain yang harus diurus, terutama krisis di Ukraina. Krisis tersebut membuat hubungan Rusia-Eropa dan Rusia-Amerika berada dalam zona abu-abu. Tapi, meski diplomasi Rusia tercurahkan dalam masalah tersebut, perwakilan Kementerian Luar Negeri Rusia tetap datang ke Timur Tengah.

Saya menilai tindakan tersebut menunjukan niat Rusia untuk menghentikan peperangan ini dengan segera. Rusia kembali menunjukkan bahwa perhatian dunia saat ini terhadap masalah utama di Timur Tengah, yaitu konflik Palestina, tidak boleh teralihkan oleh peristiwa Kebangkitan Dunia Arab.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.