Portal Parlemen, Jejaring Sosial Khusus untuk Anggota Parlemen Rusia

Pengunjung situs dapat membaca informasi mengenai kebijakan baru setiap harinya dan mempublikasikan informasi tersebut melalui media sosial yang ada untuk didiskusikan lebih lanjut. Foto: ITAR-TASS

Pengunjung situs dapat membaca informasi mengenai kebijakan baru setiap harinya dan mempublikasikan informasi tersebut melalui media sosial yang ada untuk didiskusikan lebih lanjut. Foto: ITAR-TASS

Para anggota parlemen Rusia sebentar lagi bisa mendiskusikan undang-undang dan peraturan pemerintah secara online melalui jejaring sosial khusus bagi mereka.

Pemerintah Rusia akan memperkenalkan “Portal Parlemen”, sebuah jejaring sosial profesional untuk deputi di semua tingkatan. Portal dengan alamat portal.parlament.gov.ru sedang dikembangkan oleh sebuah kelompok kerja khusus. Selain wakil rakyat, para ahli seperti pengacara, ilmuwan politik, dan ekonom juga dapat membuat akun di jejaring sosial ini. Pengunjung situs dapat membaca informasi mengenai kebijakan baru setiap harinya dan mempublikasikan informasi tersebut melalui media sosial yang ada untuk didiskusikan lebih lanjut.

Penggagas proyek ini meyakini bahwa anggota parlemen membutuhkan jejaring sosial untuk bisa berkomunikasi satu sama lain secara efektif. Sebagai kepala kelompok kerja untuk parlemen elektronik, Wakil Ketua Majelis Rendah Duma Igor Lebedev mengatakan pada Izvestiya bahwa Rusia memiliki 245.000 deputi dari berbagai tingkat federal dan mereka kurang terkonsolidasi. Lebedev menyatakan jaringan ini dapat menjadi wadah untuk mencari solusi praktis terkait masalah serius. “Portal Parlemen bisa menjadi wadah untuk mendiskusikan kebijakan deputi secara nyata, sekaligus memungkinkan deputi yang bersangkutan mengundang rekan-rekan di daerah yang paling jauh dan terpencil di Rusia,” tutur Lebedev.

Situs ini berisi berbagai fitur untuk menangkal akun palsu yang sering ditemukan di situs media sosial pada umumnya. Untuk bisa memiliki sebuah akun di jejaring sosial ini, setiap legislator harus melewati proses verifikasi oleh moderator dengan mengirimkan salinan scan sertifikat deputi yang asli.

Penggagas proyek percaya bahwa melalui situs ini, mereka dapat membuka dialog dengan para deputi regional dan mendengar pendapat mereka. Sedangkan deputi federal sudah memiliki cukup akses ke media untuk menyampaikan pandangan mereka. Melalui interaksi tersebut, deputi Majelis Rendah Duma berharap dapat menerima dukungan dari legislator daerah untuk proyek-proyek yang signifikan atau mendesak.

Legislator daerah menganggap inisiatif ini memang berguna. Duma Regional Moskow sudah bersiap untuk memperkenalkan jejaring sosial baru ini. Salah satu deputinya, Alexander Dvoinikh dari Komite Infrastruktur Transportasi, menekankan pentingnya bertukar pandangan dalam lingkungan profesional.

Transparansi Proses Legislatif

Setelah mengambil bagian dalam diskusi tentang proyek parlemen elektronik, ahli media Anton Korobkov-Zemlyanskiy mengatakan kepada RBTH bahwa jejaring ini memiliki fungsi yang berbeda dari kebanyakan situs media sosial. “Deputi dapat berinteraksi tanpa platform khusus. Dalam kasus ini, kami hanya meniru format dari situs media sosial, dengan pengguna terdaftar dan identitasnya, dan orang-orang dapat bertukar informasi tentang pekerjaan mereka. Tidak akan ada permainan atau foto-foto liburan Anda,” jelas Korobkov-Zemlyanskiy. Menurut Korobkov-Zemlyanskiy, ide proyek itu muncul beberapa tahun lalu. Awalnya, ada usulan di Majelis Rendah Duma untuk mengembangkan proyek dari jejaring sosial VK (VKontakte), tapi akhirnya mereka memutuskan untuk membuat wadah terpisah dengan perlindungan dan fitur tambahan.

Korobkov-Zemlyanskiy menjelaskan jaringan profesional jenis ini cukup lazim dan efektif. “Orang-orang dapat dengan mudah berbagi informasi khusus di antara mereka sendiri,” kata Korobkov-Zemlyanskiy. “Tujuan dasar dari media sosial ini adalah untuk menciptakan proses pemerintahan yang lebih transparan.”

Menurut Margarita Zobnina, Direktur Riset Dana Pembangunan Inisiatif-Internet, peran jejaring sosial tersebut tergantung realisasinya. “Kebanyakan deputi sudah menggunakan Facebook dan VKontakte. Di sana mereka dapat membuat grup dan diskusi terbuka atau tertutup. Jadi, fitur ini agak tumpang tindih dengan fungsi jejaring sosial yang direncanakan,” ujar Zobnina. Meski demikian, jejaring sosial khusus deputi dapat meningkatkan transparansi proses pengambilan keputusan dan menjelaskan logika di balik keputusan tersebut. Menurut Zobnina, itu merupakan hal penting, mengingat ketidakpahaman masyarakat atas beberapa undang-undang baru.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Izvestiya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.