Militan Donetsk dan Militer Ukraina Nyatakan Tak Terlibat Penembakan MH17

Pesawat Malaysia Airlines jatuh sekitar 80 kilometer dari Donetsk, dekat Desa Snezhnoe, Ukrainskaya Pravda. Foto: Sumber bebas

Pesawat Malaysia Airlines jatuh sekitar 80 kilometer dari Donetsk, dekat Desa Snezhnoe, Ukrainskaya Pravda. Foto: Sumber bebas

Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 dengan kode penerbangan MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur yang membawa 283 penumpang dan 15 awak pesawat jatuh di Ukraina, Kamis (17/7). Menurut informasi dari Kiev, 295 orang yang ada dalam pesawat tersebut tewas. Militan Donetsk menyangkal keterlibatannya dalam tragedi tersebut.

Pesawat Malaysia Airlines jatuh sekitar 80 kilometer dari Donetsk, dekat Desa Snezhnoe, Ukrainskaya Pravda. Beberapa sumber mengatakan bahwa kontak dengan pesawat tersebut hilang ketika pesawat berada di ketinggian 10.000 meter dalam koridor internasional. Malaysia Airlines mengonfirmasi bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan pesawat tersebut di wilayah Ukraina sekitar 50 kilometer dari perbatasan Ukraina dengan Rusia. Reuters melaporkan bahwa pesawat menyimpang dari jalurnya sebelum jatuh. RIA Novosti melaporkan, jenazah para korban telah terdeteksi di dekat Snezhnoye. Reruntuhan pesawat tersebar di area seluas sekitar satu kilometer.

Baik Angkatan Darat Ukraina maupun militan dari Republik Rakyat Donetsk telah membantah keterlibatan mereka dalam kecelakaan itu. Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyatakan bahwa angkatan bersenjata resmi Ukraina tidak terlibat dalam insiden itu. “Kami menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina tidak menyerang sasaran apa pun di udara,” demikian tertulis di situs resmi kepresidenan Ukraina. Poroshenko juga menyatakan ia telah mengeluarkan perintah pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki insiden tersebut.

Deputi Menteri Dalam Negeri Ukraina Anton Gerashchenko menyatakan pesawat itu jatuh karena ditembak oleh rudal Buk. Menurut angkatan bersenjata Ukraina, para militan Donetsk memiliki peluncur Buk.

Sementara, juru bicara Republik Rakyat Donetsk Sergei Kavtaradze mengatakan bahwa militan mereka tidak terlibat dalam tragedi itu. “Pesawat itu ditembak jatuh oleh pihak Ukraina. Kami tidak punya senjata antipesawat semacam itu. MANPADS kami bisa menembak sejauh 3.000-4.000 meter, tetapi pesawat Boeing terbang jauh lebih tinggi dari itu,” kata Kavtaradze pada Interfax. Pihak militan mengatakan mereka siap mengizinkan para pakar internasional untuk menyelidiki penyebab di balik kecelakaan itu. “Pemerintah Republik Rakyat Donetsk ingin tahu apa yang terjadi dalam insiden itu dan siap jika para ahli internasional menyelidiki tragedi tersebut,” kata Perdana Menteri Republik Rakyat Donetsk Alexander Borodai kepada Interfax.

Sumber: Life-Maria Channel/YouTube

Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. “Saya dikejutkan oleh laporan bahwa sebuah pesawat MH telah jatuh. Kami akan segera melakukan penyelidikan,” demikian ungkap Razak melalui Twitter. Sementara, Menteri Pertahanan Malaysia belum mengonfirmasi bahwa pesawat itu jatuh ditembak. Militer Malaysia telah diinstruksikan untuk menyelidiki masalah ini.

Menurut sebuah pernyataan di situs Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melalui telepon untuk memberi kabar terkait kecelakaan tersebut. Putin juga telah mengucapkan simpati pada Perdana Menteri Malaysia. “Presiden Rusia mengungkapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan turut berduka cita untuk keluarga dan teman-teman korban,” demikian pernyataan di situs Kremlin.

PBB menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi. “Kami telah melihat laporan kecelakaan pesawat Malaysia Airlines dekat perbatasan Rusia-Ukraina. Kami tidak memiliki informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut saat ini. Ini adalah sebuah tragedi, dan keprihatinan kami tertuju pada nasib para penumpang, kru, dan keluarga mereka,” kata Juru Bicara Wakil Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq, dilaporkan ITAR-TASS.

Wakil Tetap Federasi Rusia untuk PBB Vitaly Churkin juga mengomentari tragedi tersebut. “Saya baru saja mengetahui hal itu. Ini mengerikan. Tentu saja, saya belum tahu apa-apa tentang insiden itu,” ujar Churkin setelah kembali dari pertemuan Dewan Keamanan. Menurut Churkin, para anggota Dewan Keamanan belum membahas kecelakaan itu. Ia mengatakan kemungkinan Dewan Keamanan kembali bertemu hari ini untuk membahas hal tersebut.

Sementara itu, maskapai penerbangan Rusia Aeroflot dan Transaero, maskapai Jerman Lufthansa, dan maskapai Prancis Air France telah menghentikan penerbangannya di wilayah udara Ukraina.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.