PBB: Setengah Juta Warga Ukraina Mengungsi ke Rusia

Sejumlah warga Ukraina tinggal di kamp sementara, dan sebagian memutuskan tinggal bersama teman dan kerabat yang berada di Rusia. Foto: ITAR-TASS

Sejumlah warga Ukraina tinggal di kamp sementara, dan sebagian memutuskan tinggal bersama teman dan kerabat yang berada di Rusia. Foto: ITAR-TASS

Komisi Tinggi PBB Rusia untuk Pengungsi mengonfirmasi data Dinas Migrasi Rusia yang menyebut sekitar setengah juta warga negara Ukraina telah melarikan diri dari konflik di kawasan Ukraina tenggara ke Rusia.

Menurut juru bicara Komisi Tinggi PBB Rusia untuk Pengungsi, Galina Negrustuyeva, data yang dikutip oleh kantor PBB Rusia sejalan dengan data Dinas Migrasi Federal Rusia (FMS). “Anggota staf kami mendatangi area-area perbatasan. Kami telah melihat dengan mata kami sendiri, dan kami tidak punya alasan untuk tidak mempercayai informasi yang diberikan oleh Dinas Migrasi Rusia,” kata Negrustuyeva pada RBTH. Menurut Negrustuyeva, sekitar 1,8 juta warga negara Ukraina kini tinggal di Rusia. "Dari jumlah tersebut, sekitar 480.000 berasal dari wilayah konflik," tutur Negrustuyeva.

Mayoritas warga Ukraina yang baru tiba belum menghubungi FMS terkait prosedur mendapatkan status pengungsi resmi. Sejumlah warga Ukraina tinggal di kamp sementara, dan sebagian memutuskan tinggal bersama teman dan kerabat yang berada di Rusia.

“Saat ini ada 414.726 jiwa warga Ukraina yang berada di area perbatasan Rusia, dan 20.461 jiwa telah meminta penampungan sementara. Jumlah ini akan bertambah dan akan ada perubahan terhadap status penduduk yang telah didapatkan,” kata Wakil Direktur FMS, Anatoly Kuznetsov dalam sesi dengar pendapat di Public Chamber Federasi Rusia.

Warga Ukraina diizinkan tinggal di Rusia untuk periode 90 hari. Setelah itu, mereka harus pulang atau mendapatkan izin tinggal yang diperlukan melalui FMS. Seperti yang dikatakan Kuznetsov, saat ini banyak yang meminta program relokasi kompatriot sukarela. “Permintaan untuk program tersebut meningkat lima kali lipat sejak dimulainya perang saudara. Jumlah warga Ukraina yang ingin mendapat kewarganegaraan Rusia tujuh kali lebih besar dibanding sebelum perang, dan jumlah penduduk yang ingin mendapatkan izin tinggal empat kali lebih besar. Kebanyakan yang meminta bantuan FMS adalah penduduk daerah Donetsk, Lugansk, dan Dnipropetrovsk,” kata seorang perwakilan FMS.

Pihak berwenang menyatakan bahwa warga Ukraina mendatangi berbagai wilayah Rusia. Beberapa wilayah telah menyatakan keadaan darurat karena besarnya gelombang pengungsi. Menurut informasi dari FMS, lebih dari 300 lokasi penampungan sementara telah dibuka untuk mengakomodasi warga negara Ukraina.

Sisi Lain Perang

Di saat yang sama, direktur organisasi nirlaba independen Kantor HAM Moskow, Alexander Brod, mencatat hanya 1.300 orang yang telah mengirimkan permintaan resmi untuk mendapatkan status pengungsi. Menurut Brod, rendahnya jumlah permintaan tersebut berhubungan dengan rendahnya tingkat kesadaran hukum warga negara yang melintasi perbatasan. Padahal, saat ini mendapatkan status pengungsi sudah lebih mudah, prosedurnya telah disederhanakan terutama bagi mereka yang berasal dari zona konflik. "Prosesnya butuh waktu tiga bulan. Status pengungsi diterbitkan untuk satu tahun dan bisa diperpanjang setelah habisnya masa berlaku dokumen,” kata Brod.

Status pengungsi memungkinkan mereka mendapat keuntungan seperti akses ke pelayanan sosial dan mendapatkan izin kerja. Brod menjelaskan bahwa pengungsi dapat bekerja di penempatan kerja sementara yang sedang beroperasi di wilayah perbatasan selama menunggu permohonan mereka disetujui. “Para pengungsi bisa mendapatkan pekerjaan di bidang jasa dengan cepat sebagai koki dan staf dapur. Pekerja konstruksi juga dibutuhkan. Jumlah gaji untuk jenis pekerjaan ini bagi warga negara Ukraina tidak berbeda dari gaji untuk penduduk lokal dan bisa mencapai 40.000 rubel per bulan,” kata perwakilan layanan penempatan tenaga kerja, Zhanna Denkinsana.

Kepala Pemerintahan Presiden Rusia Sergei Ivanov menjelaskan, para pengungsi dari Ukraina yang memutuskan untuk tinggal di Rusia dapat mengandalkan bantuan keuangan bersasaran dalam waktu dekat. Para pengungsi akan menerima bantuan tempat tinggal dari pemerintah Rusia melalui program relokasi kompatriot sukarela, yang akan mencakup wilayah Rostov yang berbatasan dengan Ukraina dan wilayah Stavropol.

Catatan:

Informasi mengenai para pengungsi dari Krimea

Situs Kantor HAM Moskow

Artikel Terkait

Kiev Berjanji Tak Akan Mengebom Donetsk dan Lugansk

Rusia Janjikan Bantuan Kemanusiaan untuk Donetsk

Ukraina Kirim Kendaraan Militer Ke Perbatasan Krimea

Seratus Ribu Warga Ukraina Meminta Suaka ke Rusia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.