Pilot Ukraina Terduga Pembunuh Wartawan Rusia Diinvestigasi

Pada 19 Juni lalu, video interogasi Savchenko tersebar di YouTube. Dalam video  tersebut, Savchenko terlihat diborgol dan beberapa orang tak dikenal mencoba menggali informasi berapa jumlah satuan Savchenko dan posisi tentara Ukraina. Foto: AP

Pada 19 Juni lalu, video interogasi Savchenko tersebar di YouTube. Dalam video tersebut, Savchenko terlihat diborgol dan beberapa orang tak dikenal mencoba menggali informasi berapa jumlah satuan Savchenko dan posisi tentara Ukraina. Foto: AP

Perempuan letnan angkatan bersenjata Ukraina Nadezhda Savchenko dimasukan ke ruang isolasi Komite Investigasi Federasi Rusia (KIFR) atas tuduhan persekongkolan pembunuhan beberapa wartawan VGTRK (Vserossiyskaya Gosudarstvennaya Televizionnaya i Radioveshchatelnaya Kompaniya/Perusahaan penyiaran radio dan televisi milik pemerintah Rusia) pada Juni lalu. Saat ini, pilot helikopter tersebut berada dalam tahanan di perbatasan Voronezhskaya Oblast dengan Ukraina.

Seperti yang diumumkan oleh KIFR, ketika operasi penyerbuan helikopter tipe Mi-24 berlangsung, Letnan Savchenko bertugas sebagai spotter (penunjuk sasaran) di salah satu satuan perang tentara Ukraina, yang masuk ke dalam batalyon Timur-Selatan “Aidar”. “Setelah mengetahui titik keberadaan kelompok wartawan VGTRK dan beberapa warga sipil di pinggiran kota Lugansk, Savchenko memberikan koordinat itu pada tentara lain. Kemudian, mereka justru mengarahkan tembakan mortir titik koordinat tersebut, dan mengakibatkan wartawan VGTRK Igor Kornelyuk dan Anton Voloshin terbunuh dalam peristiwa tersebut,” kata Juru Bicara Resmi KIFR Vladimir Markin.

Markin menerangkan bahwa Savchenko ditangkap di wilayah kekuasaan Rusia. “Berdasarkan hasil penyelidikan, ia tidak membawa dokumen identitas diri, berpenampilan seperti pengungsi, menyebrang perbatasan, dan tertangkap di salah satu pedesaan Rusia dalam razia pemeriksaan identitas diri. Setelah itu, Savchenko didakwa atas tindak pidana pembunuhan wartawan Rusia,” ujar Markin.

Kronologi Versi Savchenko

Savchenko bercerita ia ditangkap oleh pemberontak di Luganskaya Oblast, sehari setelah kematian wartawan Rusia. Ia ditangkap saat mencoba mengevakuasi tentara Ukraina yang terluka. “Saya berjalan di belakang rekan saya yang terluka. Dua pengemudi kendaraan perang lapis baja kami diserbu dan saya pergi untuk menolong mereka di sekitar desa Metallist. Saya tidak ingat kapan tepatnya peristiwa itu terjadi, yang saya lihat hanya empat rekan kami yang terluka. Saya minta dikirimkan sebuah mobil untuk membawa mereka. Saat itulah saya ditangkap,” demikian penjelasan Savchenko seperti dikutip harian Rusia Komsomolskaya Pravda.

Pilot helikopter tersebut tidak memungkiri bahwa ia merupakan bagian dari pasukan operasi militer di Timur-Selatan Ukraina,dan ia bergabung secara sukarela ke batalyon Aidar. Tetapi ia menyangkal tuduhan pembunuhan wartawan Rusia.

Pada 19 Juni lalu, video interogasi Savchenko tersebar di YouTube. Dalam video  tersebut, Savchenko terlihat diborgol dan beberapa orang tak dikenal mencoba menggali informasi berapa jumlah satuan Savchenko dan posisi tentara Ukraina. Namun, Savchenko menolak menjawab.

Reaksi Ukraina

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengajukan protes atas penangkapan Savchenko dan menyatakan pengambilan Savchenko dari Ukraina merupakan tindakan yang tidak sah. Kemenlu Ukraina juga menuntut pihak Rusia segera memberikan akses bagi Savchenko untuk mendapat bantuan hukum.

“Dengan menculik warga negara Ukraina terang-terangan di wilayah kami sendiri, pemerintah Rusia bukan saja melanggar hukum internasional, tetapi juga melanggar norma moral dan kepantasan yang hakiki. Tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan setimpal dari pemerintah Ukraina maupun masyarakat internasional,” tulis Kementerian Luar Negeri Ukraina di salah satu artikel dalam situs resmi mereka. Artikel tersebut ditulis ketika Konsul Ukraina Genadiy Breskalenko berada di Voronezh untuk menemui Savchenko. Sementara, hingga kini instansi politik luar negeri Rusia belum berkomentar mengenai Savchenko.

Dalam Penyelidikan

Ketua Komisi Pengawas Masyarakat Voronezh (KPMV) Anatoliy Malakhov mengunjungi Savchenko dalam ruang isolasi KIFR pada Rabu (8/7) lalu. Malakhov menyatakan Savchenko tidak mengeluhkan kondisi ruang isolasi ataupun tindakan-tindakan tidak manusiawi dari pihak KIFR. “Ia berada dalam kondisi normal dan tidak terlihat tertekan. Tidak ada seorangpun yang memukulinya, tidak ada keluhan ataupun permintaan tertentu, ia hanya minta kopi dan rokok, serta buku klasik untuk bahan bacaan," tutur Malakhov.  Menurut Malakhov, kondisi tempat tahanan Savchenko cukup baik. Ia menempati sebuah kamar yang memiliki sistem air panas dan air dingin bersama tiga orang lain. Ia juga memiliki baju, perlengkapan khusus perempuan, sabun, dan handuk.

Malakhov bercerita, Savchenko merasa tenang ketika ia berbicara dengan salah satu anggota tim Malakhov mengenai apa yang terjadi di negaranya. “Kami dapat berdiri sendiri, tidak perlu bantuan orang lain. Bukan dari Rusia, bukan dari dunia Barat,” kata Malakhov mengutip pernyataan Savchenko.

Artikel Terkait

Akibat Propaganda Kiev, Lugansk Tangguhkan Siaran TV Lokal

Wartawan Rusia Diculik Tentara Ukraina

Perang Media: Saat Berita Bukan Lagi Monopoli Barat

Media Massa Oposisi di Rusia Kian Tertekan

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.