Sekretaris Jenderal ASEAN Tanggapi Positif Poros Asia-Rusia

Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Le Luong Minh menyambut partisipasi aktif Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Foto: AFP/East News

Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Le Luong Minh menyambut partisipasi aktif Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Foto: AFP/East News

Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Le Luong Minh tanggapi perkembangan minat Rusia terhadap kawasan Asia-Pasifik, termasuk peningkatan prospek kerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN dan pembentukan hubungan ekonomi baru.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak perkembangan dalam hubungan Asia dan Rusia, salah satunya penandatanganan kesepakatan pasokan gas senilai 400 miliar dolar AS untuk 30 tahun dengan Tiongkok, dalam kunjungan kenegaraan Vladimir Putin ke Shanghai. RBTH baru-baru ini mewawancarai Sekretaris Jenderal ASEAN H.E. Le Luong Minh untuk mengetahui pandangannya terkait peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Asia Tenggara dengan Rusia.

Rusia sedang mencoba berperan lebih aktif di Asia-Pasifik. Bagaimana Anda menilai prospek kerja sama dengan Rusia di kawasan ini? 

ASEAN menyambut partisipasi aktif Rusia di kawasan Asia-Pasifik, terutama melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN seperti East Asia Summit (EAS), ASEAN Regional Forum (ARF), dan ASEAN Defense Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus).

ASEAN menghargai upaya Rusia yang mengajukan proposal arsitektur keamanan untuk kawasan Asia-Pasifik. Proposal ini, bersama beberapa proposal sejenis lainnya, seperti proposal Indonesia untuk membentuk pakta persahabatan dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik, perlu didiskusikan lebih lanjut untuk memastikan manfaatnya.

Bagaimana menurut Anda hubungan Rusia-ASEAN saat ini? Bagaimana prospeknya di masa depan? 

Selama 18 tahun terakhir, sejak Rusia menjadi Mitra Dialog ASEAN, kerja sama telah berkembang hingga mencakup area-area kunci dalam kolaborasi yang ada, termasuk sains dan teknologi, pendidikan, keamanan pangan, agrikultur, energi, pariwisata, transportasi, dan manajemen bencana. 

Rusia merupakan salah satu poros kekuatan yang besar, dan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB Rusia mengemban tanggung jawab atas keamanan dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik serta dunia. Kami berharap Rusia dapat memainkan peran yang lebih proaktif dalam mekanisme regional seperti ARF, ADMM-Plus, dan EAS sehingga mampu berkontribusi lebih jauh dalam menjaga kedamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan ini.

Proyek internasional seperti zona perdagangan bebas terwujud dalam bentuk tata dan pola baru hubungan internasional. Bagaimana Anda melihat prospek partisipasi Rusia dalam pembentukan hubungan ekonomi baru? 

Perdagangan dan investasi ASEAN-Rusia telah meningkat pesat. Jumlah total perdagangan antara ASEAN-Rusia tumbuh sebesar 9,9 persen, dari 18,2 miliar dolar AS pada 2012 menjadi 19,9 miliar dolar AS pada 2013.

Investasi langsung luar negeri (FDI) yang mengalir dari Rusia ke ASEAN telah meningkat secara signifikan dalam dua tahun, sebesar 369,2 persen pada 2012 (180 juta dolar AS) dan 194 persen pada 2013 (542 juta dolar AS). 

ASEAN mengimpor mesin teknologi tinggi, peralatan militer, produk kimia, bahan bakar dan energi, yang semuanya dapat disediakan oleh Rusia. Sementara Rusia mengekspor bahan bakar dan energi, negara-negara ASEAN mengekspor barang pabrik dan produk pertanian.

Rusia dan ASEAN dapat mengambil manfaat dari keadaan saling melengkapi ini, menjadi partner dalam proyek-proyek bersama bidang infrastruktur dan teknologi tinggi.

Dalam dekade terakhir, hubungan Business-to-Business (B2B) antara Rusia dan ASEAN semakin intens. Menurut Anda, apa saja bidang kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya yang paling menjanjikan?

Investor Rusia mungkin akan tertarik dengan proyek infrastruktur ASEAN termasuk jalan raya dan rel kereta. Komunitas bisnis Rusia dapat berkolaborasi dengan komunitas bisnis ASEAN di bidang pengembangan infrastruktur. Investor Rusia dapat berpartisipasi dalam proyek PPP yang tercantum dalam Master Plan Konektivitas ASEAN. 

Rusia mungkin dapat menyediakan bantuan teknis yang baik, misalnya kontraktor atau konsultan untuk memperbaiki konektivitas ASEAN seperti Singapore-Kunming Rail Link (SKRL) dan 11 interkoneksi lain dari ASEAN Power Grid. Potensi pengembangan kerja sama juga ada di bidang yang dapat memberi keuntungan bagi Rusia seperti platform perdagangan energi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan elektronik.

Uni Soviet memiliki hubungan erat dengan negara-negara ASEAN. Dampak apa yang diberikan oleh masa lalu untuk hubungan kita saat ini?

Uni Soviet memiliki hubungan yang baik, bersahabat, dan multiaspek dengan sejumlah negara anggota ASEAN.

Banyak siswa dari negara ASEAN mengenyam pendidikan di Uni Soviet dan sekembalinya ke negara mereka masing-masing, mereka masuk ke pemerintahan dan turut memperdalam hubungan dan persahabatan ini. Banyak di antara mereka kemudian menduduki posisi pemimpin dan mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan hubungan yang bersahabat dengan Uni Soviet.

Praktik terbaik dan pengalaman di Uni Soviet dibawa kembali ke negara-negara ini untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas mereka. Dasar sejarah ini ikut mendukung keadaan hubungan kita saat ini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.