Pasang Surut Popularitas Vladimir Putin

Aleksei Iorsh.
Peringkat penerimaan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin telah menduduki rekor tertinggi selama dua bulan berturut-turut. Sosiolog Denis Volkov menilik pasang surut peringkat Putin yang terjadi selama 15 tahun terakhir dan menyimpulkan apa yang bisa ditarik dari fenomena ini.

Presentase rakyat Rusia yang menyetujui tindakan Putin naik dari 65 persen pada Januari menjadi 82 persen pada akhir April. Bersamaan dengan itu, peringkat penerimaan terhadap pemerintah dan perdana menteri, kesiapan rakyat Rusia untuk memilih partai yang berkuasa, serta nuansa optimisme secara keseluruhan pun meningkat.

Peringkat Putin naik empat poin menyusul performa Rusia di OlimpiadeSochi. Keterlibatan Rusia pada peristiwa di Ukraina, serta bergabungnya Krimea dengan Rusia menambah 11 poin. Sementara, acara bincang-bincang Putin dengan rakyat Rusia melalui telepon yang disiarkan televisi—yang hampir seluruhnya membahasa situasi di Krimea dan Ukraina—sukses meningkatkan peringkat Putin ke posisi puncak. Peringkat Putin juga naik beberapa poin lagi, saat peringkat-peringkat lain sudah mulai turun.

Bergabungnya Krimea mendongkrak peringkat Putin karena beberapa alasan. Ancaman konflik militer membuat seseorang harus memilih antara “kita” dan “mereka”, yang tentu mendorong masyarakat untuk bersatu mendukung kepemimpinan negara mereka. Sebagian besar rakyat Rusia menilai bergabungnya Krimea bukan hanya memulihkan keadilan sejarah dan mengobati kesedihan atas kehancuran Uni Soviet, namun juga merupakan tindakan yang mulia. Sejak awal 1990-an, pendapat bahwa Krimea harus kembali ke Rusia dan kepemimpinan Rusia harus membela kepentingan Rusia di bekas republik Soviet telah bulat.

Krisis Ukraina disampaikan pada penduduk Rusia dalam sorotan yang sangat menarik dan kompeten, yang sangat berbeda dengan bagaimana pemberitaan terkait hal tersebut di Eropa dan Amerika Serikat. Mayoritas masyarakat Rusia percaya bahwa Rusia telah mengulurkan tangan membantu penduduk Ukraina yang berbahasa Rusia dan menyelamatkan mereka dari tangan kelompok “fasis” dan “nasionalis” yang berkuasa di Kiev, karena hal itulah yang disampaikan oleh saluran TV utama Rusia selama berbulan-bulan. Selain itu, menurut pendapat mayoritas rakyat Rusia, pemerintah Barat hanya menghambat resolusi krisis, sekaligus mengejar kepentingan serakah mereka.

Menurut masyarakat Rusia, bergabungnya Krimea ke Rusia dan keterlibatan Rusia dalam krisis Ukraina hampir tidak merugikan Rusia sama sekali. Bergabungnya Krimea dengan Rusia terjadi tanpa korban jiwa, sementara mengenai sanksi Barat, rakyat Rusia tidak benar-benar percaya sanksi tersebut akan diberlakukan dan tidak bisa menilai konsekuensi sanksi, karena hal ini hampir tidak pernah disebutkan pada berita malam di televisi. Sebanyak 90 persen rakyat Rusia menjadikan berita malam, terutama tiga saluran utama milik pemerintah Rusia, sebagai sumber informasi utama terkait peristiwa dalam negeri dan internasional. Sementara, internet hanya digunakan oleh 15-20 persen populasi untuk mencari informasi. Di Internet pun sangat sedikit sumber informasi yang independen dan berkualitas, yang mewakili berbagai pandangan dan pendapat. Mayoritas rakyat Rusia tidak memiliki akses informasi selain dari saluran resmi.

Pasang surut peringkat Putin sepanjang 15 tahun, dalam posisinya sebagai presiden dan perdana menteri, dapat dibagi menjadi dua periode utama yakni periode pertumbuhan popularitas (pada 1999-2008, dengan jeda pada tahun 2004), diikuti oleh periode memudarnya popularitas.

Dalam periode 2008-2011, Putin kehilangan sekitar sepertiga dari pendukungnya. Peringkat Putin mencapai titik terendah pada Desember 2011, ketika gelombang protes terhadap kecurangan Pemilu melanda kota-kota besar Rusia. Ketika itu Putin meraih dukungan dari 63 persen rakyat Rusia, sementara 36 persen penduduk tidak menyetujui tindakannya.

Kampanye presiden memperbaiki peringkat Putin untuk sementara waktu. Namun, setelah itu, selama sekitar 18 bulan (hingga Februari 2014), peringkat Putin tidak berubah, berfluktuasi di sekitar 65 persen.

Krimea untuk sementara waktu telah meningkatkan citra politisi Rusia di mata rakyat, namun ini tidak berpengaruh sama sekali pada penilaian situasi ekonomi keseluruhan. Dengan kata lain, tidak ada mobilisasi situasional dari opini publik yang bisa mengubah tren jangka panjang yang ditetapkan oleh perekonomian. Popularitas Putin serta stabilitas sistem politik secara keseluruhan tergantung pada seberapa baik atau buruk pertumbuhan ekonomi.

Penulis:

Denis Volkov adalah sosiolog. Analisis ini juga berdasarkan data yang disediakan lembaga jajak pendapat independen Levada Center.

Artikel ini tidak merefleksikan opini resmi RBTH.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.