Putin: Rusia Siap Akui Pemilu Ukraina

Dalam pidato pada SPIEF, Putin berjanji bahwa pada musim gugur 2014 Rusia akan mengembangkan strategi untuk menggantikan ketergantungan impor. Foto: Reuters

Dalam pidato pada SPIEF, Putin berjanji bahwa pada musim gugur 2014 Rusia akan mengembangkan strategi untuk menggantikan ketergantungan impor. Foto: Reuters

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Rusia siap mengakui hasil pemilu Ukraina demi stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, Putin berseru pada para investor asing untuk terus berinvestasi di Rusia.

Dalam Forum Ekonomi Saint Petersburg (SPIEF), Putin mendesak mitra internasional untuk bertahan di Rusia. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengakui pemilihan presiden Ukraina dan bekerja sama dengan pemerintah baru di Kiev.

Putin juga berjanji akan membantu pada investor asing di Rusia. “Pikirkanlah manfaat dan keuntungan berinvestasi di Rusia dan jangan menyerah pada tekanan dan pemerasan,” pesan Putin pada para pebisnis.

Pemerintah Rusia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan posisi Rusia di antara 20 negara dengan iklim investasi terbaik pada 2018. Menurut Putin, dalam waktu dekat Rusia akan memulai proses yang bertujuan mempermudah bisnis di negara tersebut. Tahun ini, Majelis Rendah Duma akan memperkenalkan lima rancangan undang-undang untuk memperbaiki lingkungan bisnis di Rusia. “Pebisnis yang ingin berinvestasi di Rusia tidak perlu menunggu. Investasi yang paling menguntungkan perlu dilakukan saat ini juga, bukan suatu saat  di masa depan,” kata Putin.

Putin juga menegaskan bahwa ia tidak akan menutup Facebook, Twitter, maupun jejaring sosial Rusia. “Kami tidak akan menutup apa pun. Namun, kami tidak berhak mengkritik pihak-pihak yang melakukan penutupan seperti itu. Bagaimanapun juga, situasi ini cukup rumit, dan kami tak berhak menghakimi siapapun,” ujar Putin.

Pengaruh Sanksi Barat

Putin mengatakan bahwa sanksi yang dikenakan oleh negara-negara Barat pada Rusia terkait Ukraina tidak akan menimbulkan kerusakan ekonomi bagi Rusia. “Semua hal tersebut saat ini tidak menyebabkan efek negatif sistemik pada perekonomian kita, dan saya berharap tidak akan pernah,” kata Putin.

Ia juga mengarahkan beberapa komentar keras terhadap AS, menyatakan bahwa sanksi mungkin menyembunyikan motif terselubung yang berhubungan dengan kepentingan ekonomi negara tersebut. “Dengan memaksakan sanksi terhadap Rusia, saya menduga bahwa teman-teman Amerika kita yang cerdas mungkin ingin mendapatkan keuntungan tertentu dalam perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Eropa,” ungkap Putin.

Selain itu, pihak berwenang Rusia berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Ukraina atas sengketa pembayaran gas. Putin membahas perbedaan pendapat antara Rusia dan Amerika Serikat mengenai Ukraina. Presiden Rusia mengatakan bahwa posisi Washington sehubungan dengan peristiwa yang sedang berlangsung di Ukraina adalah karena fakta bahwa makna peristiwa tersebut bagi AS tidak sepenting bagi Rusia.

Putin berharap semua tindakan militer akan berakhir di Ukraina setelah pemilihan presiden. Menurutnya, Rusia siap untuk bekerja dengan struktur kekuasaan baru di Ukraina setelah pemilihan presiden di negara tersebut. “Kami sudah bekerja dengan orang-orang di pemerintah dan tentu saja kami akan siap untuk bekerja sama dengan pemerintah baru setelah pemilu,” komentar Putin.

Sang presiden juga membahas penahanan dan interogasi wartawan Rusia oleh dinas khusus di Ukraina, terutama sebelum pemilu, dan menggambarkan insiden ini sebagai hal yang tidak dapat diterima.

Strategi Masa Depan

Dalam pidato pada SPIEF, Putin berjanji bahwa pada musim gugur 2014 Rusia akan mengembangkan strategi untuk menggantikan ketergantungan impor. “Melalui modernisasi industri, pembangunan perusahaan baru dan lokalisasi kompetitif produksi di Rusia, kita dapat secara signifikan mengurangi impor di beberapa bidang dan mengembalikan pasar kita ke produsen dalam negeri, tanpa melanggar aturan perdagangan internasional dan tanpa menghadapi batasan dan hambatan apa pun,” ungkap Putin.

Langkah ini diperkirakan menyangkut pasar perangkat lunak, peralatan elektronik, tekstil, dan makanan. Putin menambahkan bahwa paket lengkap langkah-langkah akan dikembangkan untuk mendukung perusahaan domestik. Rusia juga akan membentuk tim untuk menangani dana khusus pengembangan industri Rusia.

Forum Ekonomi Saint Petersburg berlangsung di tengah ketegangan hubungan Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Akibatnya, banyak kepala perusahaan internasional menolak untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Nilai rubel tercatat meningkat sebagai reaksi atas pidato Putin. Mantan Menteri Keuangan Alexei Kudrin menyambut baik pernyataan Putin terkait hubungan Ukraina dan Rusia dengan Barat. “Kami paham bahwa semua ini masih asumsi, masih berupa harapan dan keinginan, tetapi hari ini ada harapan yang lebih besar bahwa situasi akan terselesaikan dan kita semua akan kembali ke alur kerja yang normal,” ujar Kudrin setelah pidato Putin.

Menurut New York Times, Presiden AS Barack Obama mendesak para pemimpin perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk tidak menghadiri acara tersebut. Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Sergey Belyakov menyatakan sekitar 15 persen dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya telah terdaftar batal muncul di forum tersebut.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.