Daftar Baru Target Sanksi AS di Rusia

Vladimir Putin (kiri) dan Igor Sechin. Foto: Reuters

Vladimir Putin (kiri) dan Igor Sechin. Foto: Reuters

Amerika Serikat menambah daftar individu dan perusahaan Rusia yang dikenai sanksi terkait tindakan Rusia di Ukraina. Daftar ini mencakup dua kawan Presiden Rusia Vladimir Putin, lima politikus, tiga bankir, pemasok perusahaan petrokimia negara Gazprom, dan sebuah pabrik air mineral.

Nama Igor Sechin, pemimpin perusahaan Rosneft yang cukup aktif di Amerika Serikat, masuk dalam daftar tersebut. Mantan dosen dan penerjemah Portugis yang mengenal Putin sejak 1990 itu dikenal sebagai salah satu rekan Putin yang paling berdedikasi.

Sechin telah menjadi ajudan Putin sejak 1991, ketika Presiden Rusia itu masih bekerja di kantor Walikota Saint Petersburg. Setelah itu, Sechin menjadi Wakil Perdana Menteri Rusia dan melahirkan gagasan untuk menciptakan perusahaan alternatif di pasar minyak Rusia. Ia mendirikan Rosneft sebagai alternatif bagi Gazprom, perusahaan minyak negara yang saat itu memonopoli pasar minyak. Rosneft mengambil alih aset YUKOS, perusahaan minyak terbesar di Rusia yang dimiliki oleh seorang oligarki yang telah tercoreng namanya, Mikhail Khodorkovskiy

Pada 2012, Sechin meninggalkan kursi pemerintahan dan dilantik sebagai Presiden Rosneft. Di bawah kepemimpinan Sechin, Rosneft memulai ekspansi aktif di pasar global. Sebelumnya, pada 2011, Rosneft menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan Amerika ExxonMobil. Kedua perusahaan tersebut berencana melakukan penyulingan hidrokarbon di kawasan arktik Rusia. 

Igor Sechin sendiri pernah berkunjung ke Amerika Serikat setidaknya tiga kali dalam dua tahun terakhir. Namun sejak saat ini, kunjungan Rosneft ke Amerika Serikat untuk negosiasi dengan ExxonMobil harus diwakili oleh orang lain. Kemungkinan orang tersebut ialah wakil Sechin di Rosneft yakni Zeljko Runje, seorang warga Amerika Serikat. Kebetulan Zeljko Runje juga pernah bekerja di ExxonMobil. 

Selain Sechin, kawan akrab Putin yang juga tercantum dalam daftar tersebut ialah Sergey Chemezov, pemimpin perusahaan negara Rostekh. Rostekh merupakan perusahaan yang mengembangkan produk teknologi tinggi di Rusia. Menurut biografi resminya, Chemezov bertemu Putin ketika ia masih bertugas di Republik Demokratik Jerman pada tahun 1980-an. Hingga 2007, Chemezov memimpin perusahaan Rosooboronexport dan bertanggung jawab atas pengiriman senjata Rusia ke luar negeri.

Nama-nama lain yang tercantum dalam daftar tersebut kebanyakan merupakan politikus, seperti Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitiry Kozak dan Wakil Kepala Administrasi Presiden Vyacheslav Volodin. Keduanya memulai karir di Kantor Walikota Saint Petersburg bersama Putin dan pernah menduduki berbagai jabatan dalam pemerintahan Rusia. Dmitriy Kozak merupakan ketua penyelenggara Olimpiade Sochi pada Februari lalu dan ia kini bertanggung jawab atas pembangunan terpadu Krimea setelah bergabung dengan Rusia.

Selain Kozak dan Volodin, utusan presiden untuk Krimea Oleg Belaventsev yang bertanggung jawab atas integrasi Krimea ke Rusia dan Kepala Badan Perlindungan Federal (FSO/Federalnaya Sluzhba Okhrany) Yevgeniy Murov yang bertanggung jawab atas keamanan tokoh-tokoh terpenting Rusia, juga masuk ke dalam daftar tersebut. Daftar itu juga memasukkan nama Kepala Urusan Internasional Majelis Rendah Duma Aleksey Pushkov, mantan jurnalis yang terkenal dengan komentar-komentar anti-Amerikanya.

Dampaknya pada Bank

Selain tujuh orang tersebut, 17 perusahaan Rusia juga mendapat sanksi dari AS. Perusahaan-perusahaan yang terkena sanksi sebagian besar merupakan perusahaan yang dikuasai oleh Boris dan Arkadiy Rotenberg, Gennadiy Timchenko, dan Yuriy Kovalchuk, yang telah lebih dulu masuk ke dalam daftar. Keempat pengusaha itu dianggap sebagai teman dekat Vladimir Putin. 

Pemerintah Amerika Serikat memberi berbagai sanksi pada perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh keempat teman dekat Putin itu. Perusahaan yang terbesar ialah Stroygazmontazh, subkontraktor saluran pipa terbesar untuk Gazprom. Menariknya, perusahaan itu menggunakan teknologi Caterpillar Amerika, yang jasanya akan segera dihentikan dalam waktu dekat.

Selain pemain-pemain besar tersebut, dalam dafar itu tercantum pula produsen air mineral Akvanika yang dimiliki oleh Gennady Timchenko. Pabrik yang hanya beroperasi di pasar Rusia ini memproduksi 500.000.000 liter air nonalkohol per tahun.

Sanksi baru dari Amerika Serikat juga mengakibatkan kerugian serius bagi tiga bank Rusia, yakni SMP-Bank dan Investkapitalbank yang dikuasai oleh Rotenberg bersaudara, serta Sobinbank yang dimiliki oleh tokoh media Yuriy Kovalchuk. Ketiga bank tersebut kini tak bisa memproses mata uang asing atau jasa kartu MasterCard atau Visa.

Namun, kerasnya sikap Amerika Serikat terhadap Rusia ditanggapi dengan pertumbuhan mendadak pada pasar saham Rusia. Dalam penutupan perdagangan, MMVB (Moskovskaya Mezhbankovskaya Valyutanaya Birzha/Bursa Efek Sentral Moskow) dan RTS (Rossiyskaya Torgovaya Sistema/Sistem Perdagangan Rusia) naik masing-masing sebesar 1,49 persen dan 1,78 persen.

Menurut Vitaliy Almazov, analis di MFX Broker, sanksi yang diberikan kepada Rusia bersifat moderat dan ditujukan kepada beberapa pemimpin perusahaan, bukan kepada sektor-sektor tertentu seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Artikel Terkait

Di Balik Ancaman Sanksi Barat pada Rusia

Sanksi Militer untuk Rusia: Siapa yang Lebih Rugi?

Hadapi Sanksi Barat, Rusia Akan Fokus pada Asia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.