Gerakan Maidan: Nasionalis, atau Pemberontak Ukraina?

Nasionalisme Ukraina muncul sebagai ideologi pada awal abad ke-20 dan memiliki sifat yang sama dengan nazisme Jerman dan ideologi-ideologi sayap kanan pada waktu itu. Foto: Reuters

Nasionalisme Ukraina muncul sebagai ideologi pada awal abad ke-20 dan memiliki sifat yang sama dengan nazisme Jerman dan ideologi-ideologi sayap kanan pada waktu itu. Foto: Reuters

Peran gerakan Maidan, ‘neo-nazi’ dalam kehidupan politik baru Ukraina, menarik untuk disoroti dalam konflik antara Rusia dengan Barat dan Ukraina. Sebenarnya, apa ideologi gerakan Maidan? Apakah gerakan patriotisme dan pro-Eropa, yang ikut melakukan kudeta Ukraina, dapat ddianggap sebagai penerus ‘Banderovites’, pemberontak Ukraina era 1930-1940-an? Oleg Nemenskiy, doctor di bidang sejarah sekaligus peneliti terkemuka Russian Institute for Strategic Studies menjelaskan hal tersebut dalam wawancara bersama RBTH.

Sebenarnya siapa aktivis utama gerakan Maidan?

Pemerintah Ukraina selama ini tidak pernah dibentuk oleh kaum Bolshevik (kelompok garis keras). Selama bertahun-tahun, kehidupan politik Ukraina ditentukan oleh pertarungan dua bagian negara, yakni bagian Barat dengan wilayah Sentral yang pro-Barat dan bagian Tenggara. Kedua kubu tersebut praktis memiliki kekuatan seimbang dalam pemilihan.

Penduduk di kedua kubu juga memiliki perbedaan budaya. Bagian Timur berbahasa Rusia, sedangkan bagian Barat lebih dominan menggunakan bahasa Ukraina. Perbedaan pun terlihat dari sisi ekonomi, bagian Timur didominasi perindustrian, sedangkan bagian Barat didominasi sektor pertanian.

Gerakan Maidan yang sekarang sebagian besar terdiri dari perwakilan bagian Barat. Ideologi mereka ialah tidak menghendaki adanya konsensus publik dengan perwakilan bagian Timur, seperti ideologi nasionalisme Ukraina: tunggal dan solid.

Apa inti ideologi tersebut dan apa saja ciri-cirinya?

Nasionalisme Ukraina muncul sebagai ideologi pada awal abad ke-20 dan memiliki sifat yang sama dengan nazisme Jerman dan ideologi-ideologi sayap kanan pada waktu itu. Hal tersebut menjelaskan intoleransi ekstrim, kecenderungan tindakan politik frontal, kekerasan, dan pengingkaran hak kaum minoritas dalam nasionalisme Ukraina.

Nasionalis Ukraina menilai “tangan besi” dibutuhkan untuk membangun negara dan menindas elemen-elemen non-Ukraina di masyarakat. Masalahnya, elemen non-Ukraina di Ukraina sangat banyak.

Bagaimana perbandingan perjuangan patriot Ukraina saat ini dengan tindakan pasukan pemberontak Ukraina (Ukrainian Insurgent Army) dan organisasi masyarakat pada abad ke-20?

Saat Perang Dunia II terjadi di bagian Barat Ukraina, ada perlawanan pasukan pemberontak Ukraina yang dipimpin Stepan Bandera dan tangan kanannya, Roman Shukhevich. Itu adalah lembaran peristiwa paling terkenal dalam sejarah nasionalisme Ukraina.

Banderovites memiliki hubungan yang rumit dengan penjajah dari Jerman, tetapi mereka memiliki kesamaan, yakni musuh utama mereka adalah Uni Soviet. Pemikiran itulah yang mendasari semua ideologi nasionalisme Ukraina, yakni musuh utama bangsa Ukraina adalah “Moskal” (sebutan untuk orang Rusia) yang tidak menghargai nasionalisme Ukraina. Bukan hanya orang Rusia saja, tetapi juga orang Polandia dan Yahudi.

Hingga tahun 1939, wilayah Barat Ukraina masih menjadi bagian dari Polandia. Organisasi nasionalis Ukraina yang dipimpin oleh Stepan Bandera melakukan gerakan sabotase dan politik anti Polandia, kemudian beralih menentang pemerintah Soviet.

Menurut para sejarawan Polandia, sekitar 150 ribu warga Polandia terbunuh dalam pogrom (tindakan kekerasan besar-besaran) terhadap bangsa Yahudi di Ukraina Barat, dan juga dalam peristiwa pembunuhan massal Volhynian 1943-1944. Orang Rusia dan Ukraina yang kontra terhadap teori dan praktek nasionalis Ukrainapun tak luput dari teror tersebut.

Puncak perluasan gerakan Banderovites terjadi pada 1944-1945 dan pada awal masa perang dingin. Intelejen Inggris dan Amerika bekerja sama dengan mereka. Tetapi, di pertengahan era 1950-an, gerakan sabotase mereda dan banyak dari mereka yang memutuskan untuk hidup damai.

Artinya gerakan mereka dinilai positif dalam sistem pendidikan Ukraina?

Pengendali sistem pendidikan dan informasi politik hanya mengakui satu tren nasionalisme. Sekarang ini, anak-anak Ukraina diajarkan bahwa Banderovites adalah pahlawan nasional.

Saat pemerintahan di Kiev dipimpin perwakilan dari bagian Tenggara Ukraina, Banderovites tetap dianggap sebagai nasionalis Ukraina dari Galichina di lingkungan politik dan sosial.

Artikel Terkait

Putin: Ukraina Dikuasai Junta Militer

Donetsk Gelar Referendum untuk Mengetahui Kehendak Rakyat

Situasi Perbatasan Rusia-Ukraina Saat Ini

Era Baru Kebijakan Luar Negeri Rusia Setelah Perang Dingin

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.