Donetsk Gelar Referendum untuk Mengetahui Kehendak Rakyat

Juru bicara Dewan Proklamasi Republik Rakyat Donetsk, Vladimir Makovich. Foto: Sergey Maslenikov/RG

Juru bicara Dewan Proklamasi Republik Rakyat Donetsk, Vladimir Makovich. Foto: Sergey Maslenikov/RG

Donetsk, salah satu bagian Ukraina, saat ini sedang mempersiapkan referendum. Komisi Pemilihan Pusat telah dibentuk dan daftar pemilih telah dicetak. Juru bicara Dewan Proklamasi Republik Rakyat Donetsk, Vladimir Makovich, menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait referendum tersebut. Berikut hasil wawancara Makovich bersama Rossiyskaya Gazeta.

Setelah referendum 12 Mei, apa yang akan terjadi pada Donetsk? Bagaimana Anda akan membangun hubungan dengan wilayah tetangga, terutama Ukraina, yang tidak mengakui referendum?

Sudah sejak lama kami memiliki hubungan yang baik dengan wilayah tetangga kami. Republik Donetsk saat ini merupakan bekas wilayah Donetsk milik Ukraina. Kami berasumsi Luhansk akan mengikuti jejak kami, sementara Kharkiv ingin bergabung dengan kami. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut ingin bersatu menjadi sebuah republik.

Kami menyadari terjadi kekerasan terhadap warga Mykolaiv, Odesa, dan Kherson. Kami juga mendengar warga Ruthenia menuntut status sebagai negara bagian. Kami akan menghormati apapun kemauan rakyat yang disampaikan lewat referendum.

Donetsk diproklamasikan sebagai republik pada 7 April 2014, lalu mengapa harus mengadakan referendum?

Proklamasi republik ditandatangani pada 7 April dan berlaku segera setelah penandatanganan. Namun, kami tetap mengadakan referendum untuk mendapatkan jawaban pasti dari rakyat kami.

Bagaimana hubungan dengan Ukraina, terutama terkait pasokan makanan, pengadaan batu bara, dan lain-lain?

Menurunnya hubungan ekonomi secara drastis jelas tidak mungkin. Dana pensiun dan subsidi masuk ke sini, berbagai pajak dan biaya keluar dari sini. Semua orang masih bekerja seperti biasa. Kami belum menghentikan satu program pun, karena tidak mau menyebabkan masalah. Jika terjadi sesuatu, mungkin kami akan mencari orang yang bersedia mendukung kami pada titik genting ini.

Ada selebaran yang bertuliskan, “Referendum, Semua Pemasukan Tetap di Republik!”. Saya berasumsi pendapatan akan tetap tinggal di Donbas. Apakah menurut Anda Kiev akan tinggal diam?

Hal itu tidak akan terjadi seketika. Hasil referendum akan diumumkan setelah penghitungan suara. Pada tahap kedua, kami akan memilih Jaksa Penuntut dan Kepala Kementerian Dalam Negeri, Dinas Keamanan, dan Pengadilan. Kami akan memastikan bahwa semua kepala dinas penegakan hukum telah dipilih tahun ini. Lalu jelas akan ada pemilihan anggota parlemen yang baru. Kemudian, barulah kami akan menyusun konstitusi.

Bagaimana dengan pemilu presiden?

Saya tidak siap untuk berbicara tentang pemilihan presiden. Kami mungkin akan memiliki republik parlementer. Tidak ada alasan untuk mendiskusikannya. Rakyat yang menentukan.

Kiev mengatakan bahwa tambang disubsidi oleh pemerintah pusat. Bagaimana jika tidak ada pihak yang membeli batu bara Anda?

Tahukah Anda, pada zaman dulu para penambang menulis surat terbuka kepada kolega-kolega mereka di Ukraina Barat dan Silesia Polandia. Latar belakang semua keriuhan tentang pernyataan Kiev tersebut terjawab dengan jelas dalam surat itu. Untuk meredakan ketegangan sosial, pemerintah Inggris dan Jerman masing-masing membuka 40-60 dari tambang-tambang mereka yang sebelumnya ditutup. Mereka mendesak Kiev untuk menutup tambang-tambangnya di Silesia, Ukraina Barat, dan Donbas dalam rangka membersihkan pasar untuk batu bara mahal mereka.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Rossiyskaya Gazeta.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.