Grand Duchess Vladimirovna: Imperial House Rusia Tak Mau Terlibat Politik

"Baik saya maupun putra saya tidak terlibat dalam politik." Foto: Grirory Syssoev/RIA Novosti

"Baik saya maupun putra saya tidak terlibat dalam politik." Foto: Grirory Syssoev/RIA Novosti

Grand Duchess Maria Vladimirovna, Kepala Imperial House Rusia, menyatakan pendapatnya mengenai krisis Ukraina, status Krimea, serta langkah yang diambil oleh pihak kerajaan terkait masalah tersebut.

Baru-baru ini, Anda berjanji akan meminta kerabat ningrat Anda menggunakan otoritas yang mereka miliki untuk mencegah meningkatnya konflik antara Rusia dan Barat. Apa saja tindakan yang dapat mereka lakukan terkait hal ini?

Dalam era modern seperti saat ini, pihak kerajaan tidak bisa memberi pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan negara. Kita tidak bisa mengharapkan pihak kerajaan dan kepala dinasti Eropa dapat mengambil langkah politik yang sensasional dan dramatis. Namun, semua keluarga kerajaan, tidak hanya pihak yang berkuasa tetapi juga mereka yang kekuasaannya dirampas, tetap memiliki pengaruh signifikan di bidang spiritual dan sosial-budaya. Tokoh-tokoh tersebut dapat menghentikan radikalisme dan menyerukan pendekatan yang seimbang dan moderat, meski ada beberapa dari mereka yang tidak sepenuhnya setuju akan tindakan yang diambil.

Bagaimana sikap Anda terhadap tindakan pemerintah Rusia terkait Krimea?

Ketika saya mendengar pemberitaan terkait konflik di Ukraina, hal pertama yang saya lakukan adalah mengingatkan warga Ukraina betapa mengerikannya revolusi dan Perang Saudara. Hal itu bertujuan untuk mencegah pembunuhan saudara sebangsa dan mereka dapat melakukan segala upaya untuk menjaga integritas teritorial negara Ukraina.

Seandainya situasi di Ukraina tidak seperti ini, saya tidak yakin Krimea akan memilih untuk bergabung kembali dengan Rusia. Hal tersebut berkembang di bawah skenario terburuk. Kudeta di Kiev berujung pada terbentuknya pemerintahan baru di bawah kendali para nasionalis ekstrem. Pemerintah yang sah di Krimea memiliki hak dan kewajiban untuk mengambil langkah-langkah demi melindungi rakyat Krimea dari konflik antarpenduduk. Kepala lembaga negara di Krimea tidak membuat keputusan bagi warga negara mereka, tetapi mengadakan referendum sebagai gantinya.

Banyak media internasional yang memberitakan bahwa saat ini Moskow sedang berusaha mengembalikan Kekaisaran Rusia. Bagaimana pendapat Anda?

Baik Kekaisaran Rusia maupun Uni Soviet tentu tidak bisa dikembalikan seperti dulu. Integrasi mungkin dapat terjadi dalam bentuk-bentuk baru. Hal positif dari Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet harus diperhitungkan dan kesalahan yang menyebabkan keruntuhan kedua entitas tersebut seharusnya juga dianalisis. Saya sangat percaya bahwa masih ada kesamaan budaya yang umum pada wilayah-wilayah bekas Kekaisaran Rusia. Itu jauh lebih beharga daripada persatuan negara secara politik yang rentan dan suatu hari dapat berakhir.

Bagaimana pengaruh sanksi Barat terhadap Rusia?

Jelas Rusia tidak akan menyerahkan kembali Krimea yang sudah bergabung dengan federasi, terlepas dari sanksi apapun yang dikenakan terhadap Rusia. Sama seperti Amerika Serikat dan Eropa tidak akan mengingkari pengakuan mereka terhadap kemerdekaan Kosovo. Perbedaan pendapat harus diatasi dengan perundingan, bukan dengan ancaman dan sanksi. Kita harus mencari bentuk kerja sama timbale-balik dalam beberapa isu, serta perlu ada jaminan untuk meyakinkan para pihak yang bernegosiasi.

Apakah Anda akan mengunjungi Krimea dalam kunjungan Anda ke Rusia yang dijadwalkan pada Agustus nanti?

Baik saya maupun putra saya, Grand Duke George Mikhailovich, tidak terlibat dalam politik. Itu merupakan prinsip yang dipegang teguh oleh Imperial House Rusia. Kami tentu memiliki pendapat sendiri menengai peristiwa saat ini. Kami juga berhak mengekspresikan pendapat tersebut, selayaknya setiap warga negara. Namun, kami tidak turut serta dalam segala bentuk negosiasi politik. Tugas kami adalah untuk menjaga perdamaian dalam masyarakat dan keharmonisan unsur-unsur antaragama dan antaretnis, melestarikan tradisi sejarah, serta sebisa mungkin membantu orang yang kurang mampu. Karena itu, akan keliru bagi saya untuk sengaja terburu-buru mengunjungi Krimea saat ini. Saya berharap semua orang memahami hal ini.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Izvestia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.