Khodorkovsky Keluar dari Penjara

Mantan CEO perusahaan “Yukos” Mikhail Khodorkovsky yang dihukum di Rusia karena sejumlah kejahatan serius, telah diberi pengampunan oleh pemerintah Rusia. Sumber: Reuters

Mantan CEO perusahaan “Yukos” Mikhail Khodorkovsky yang dihukum di Rusia karena sejumlah kejahatan serius, telah diberi pengampunan oleh pemerintah Rusia. Sumber: Reuters

Pendapat para ahli tentang kebebasan tak terduga.

 

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit pengampunan mantan pemilik “Yukos” (perusahaan minyak Rusia) Mikhail Khodorovsky. Dekrit berlaku sejak hari penandatanganan, yakni 20 Desember. Para analis meyakini, keputusan ini membawa angin baik bagi Rusia. Berdasarkan jajak pendapat, masyarakat juga menanggapi positif berita tersebut.

Dekrit ditandatangani tanggal 20 Desember dan di hari itu juga Khodorkovsky meninggalkan penjara. “Didasari prinsip-prinsip perikemanusiaan, memutuskan: pengampunan terdakwa Khodorkovsky Mikhail Borisovich, kelahiran tahun 1963 di kota Moskow, membebaskan dia dari sisa masa tahanannya”, kutipan yang tertulis di dalam dekrit presiden tersebut.

Para ahli percaya bahwa langkah yang dilakukan presiden ini berhubungan dengan kebutuhan perbaikan citra negara.

Sergey Neverov, sekretaris Dewan Umum partai “Edinaya Rossiya” (Rusia Bersatu):

”Permintaan Khodorkovsky akan pengampunan merupakan pengakuan bahwa dirinya bersalah. Hal ini juga menepis mitos latar belakang kasus tersebut yang berbau politik. Dia (Khodorkovsky) menjadi perhatian bagi presiden, begitu juga bagi penjamin HAM, dan meminta keringanan hukuman. Kita semua berpikir itu adalah masalah politik, padahal itu bukan”.

Igor Bunin, direktur umum Pusat politik teknologi:

 “Putin selalu menimbang-nimbang: apa keuntungan secara politik? Secara rasional, Putin menilai, untuk mendongkrak citra negara di mata internasional, lebih menguntungkan untuk membebaskan Khodorkovsky. Itu menyelesaikan beberapa masalah hubungan Rusia dengan Barat dan bisnisnya. Oleh karena itu sejak terpilihnya Putin, dia secara berkala mengisyaratkan siap membebaskan Khodorkovsky dengan syarat yang bersangkutan menulis sendiri permohonan pengampunan. “Saya yakin Khodorkovsky tidak akan pernah melakukan memohon pengampunan itu, karena permohonan itu merupakan pengakuan bersalah. Walaupun dia memiliki figur pejuang, seperti (Nelson) Mandela, tetapi tidak sampai pada tingkatan seperti itu. Prinsip Putin: Saya maafkan kamu, tetapi kamu akui kesalahan terlebih dahulu dan meminta pengampunan. Saya pikir di masa kebebasannya nanti, Khodorkovsky akan berhenti menjadi orang terkenal dan menjadi rakyat biasa saja.”

Sergey Mikheev, direktur umum Pusat keadaan kritis politik:

 “Saya pikir akan banyak pihak yang ingin mendorong Khodorkovsky masuk politik, membuat partai dan menggunakan namanya seperti masa lalu. Hanya dulu nama tersebut digunakan sebagai tahanan politik, sekarang sebagai orang yang menderita demi kebenaran. Tetapi nampaknya ada ketidaksepakatan antara dia dengan Putin. Dalam waktu dekat ini, Khodorkovsky tidak akan masuk dunia politik. Jika akhirnya dia tetap masuk, bagi Putin, Khodorkovsky bukanlah saingan yang berbahaya. Khodorkovsky tidak pernah menjadi pahlawan publik, hanya politikus yang popular. Masalahnya, kini dia telah menjadi ikon di Barat. Dan itu masalah bagi Rusia. Dengan keluarnya dekrit ini, kini pihak Barat terpaksa menyambut langkah Putin tersebut.”

Vladimir Ryzhkov, co-chairman partai democrat RPR (Parnas):

 ”Saya sangat senang! Senang bahwa orang yang dipenjara 10 tahun dan menciptakan perusahaan yang terbilang paling sukses di negara ini, akhirnya bebas juga. Terlepas dari fakta, bahwa dia menulis permintaan pengampunan, tidak ada seorangpun yang bisa menyalahkan dia. Orang ini telah membayar 10 tahun hidupnya, dengan jantan dan teguh, serta kepercayaan akan prinsipnya sendiri. Selama 10 tahun ini mungkin kesehatannya tidak membaik, malah memburuk, dan dia telah melangkah dengan benar: Ura (Hore)!”

Edward Limonov, penulis:

“Sensasi selama 10 tahun ini. Saya pikir ini adalah hasil intimidasi dari 3 waktu kepemimpinan. Khodorkovsky sudah menjalani 2 masa kepemimpinan, dan muncul isu yang kuat mengenai masa kepemimpinan ketiga, tentunya setelah 10 tahun ini akan sangat berat. Saya pikir, kalau saja Khodorkovsky menulis permohonan di paruh 5 tahun yang kedua, Putin akan mengabulkannya. Dia tergolong orang dengan pemikiran konvensional, bahwa orang tersebut mengakui kesalahan dan meminta maaf.  Tetapi perhatikan sekarang, indeks di bursa saham melonjak. Kalau memang permohonan tersebut ditandatangani sendiri oleh Khodorkovsky, maka ini adalah jalan keluar yang baik bagi Vladimir Vladimirovich Putin dan tentunya untuk Khodorkvsky juga. Meski demikian, saya pikir Khodorkovsky, sebagai orang yang lelah dan tidak bodoh, sekarang dia tidak terburu-buru masuk ke dalam politik”.

Mantan rektor Sekolah Ekonomi Rusia Sergey Guriev, yang meninggalkan Russia karena investigasi (menurut para ahli) sehubungan dengan “Yukos”, menyatakan pendapatnya, bahwa pengampunan Khodorkovsky bisa memberikan reaksi positif pada “cuaca” investasi di Rusia.

Kepala Perusahaan “Evroset” Aleksander Malis:

 “Keputusan ini menciptakan asumsi para komunitas bisnis bahwa pemerintah mengendorkan tekanan pada kriminalitas ekonomi. Kini berbisnis di Rusia menjadi lebih aman dan nyaman.”

Sumber: surat kabar “Kommersant”, “Moskovsky Komsomolets” dan “Gazeta.ru”.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.