Putin: Masalah di Korea Utara Hanya Bisa Diselesaikan dengan Dialog

Tentara Korea Utara dalam sebuah parade militer yang memperingati 60 tahun gencatan senjata pada Perang Korea di Pyongyang, Korea Utara.

Tentara Korea Utara dalam sebuah parade militer yang memperingati 60 tahun gencatan senjata pada Perang Korea di Pyongyang, Korea Utara.

AP
Rusia percaya bahwa Pyongyang tidak dapat ditekan untuk menghentikan program misil mereka.

Presiden Rusia Vladimir Putin mewanti-wanti AS dan negara-negara lain untuk tidak memberi sanksi tambahan terhadap Korea Utara. Putin mengingatkan bahwa masalah di Semenanjung Korea hanya bisa diselesaikan dengan dialog.

“Rusia percaya bahwa kebijakan untuk menekan Pyongyang demi menghentikan program misil mereka itu salah dan berbahaya,” ujar Putin dalam keterangan persnya, seperti yang diberitakan TASS, Jumat (1/9).

“Masalah di sana hanya dapat diatasi dengan dialog langsung dari pihak terkait tanpa prasyarat apa pun. Tindakan provokasi, pendesakan, militer, dan pencelaan adalah jalan buntu,” ujarnya menambahkan.

Pada 29 Agustus, Korea Utara menguji coba misil balistik Hwasong-12 yang terbang melewati sisi barat Laut Jepang, dan diprediksi mendarat di Samudra Pasifik, sekitar 1.180 kilometer di sisi timur Tanjung Erimo, Pulau Hokkaido.

Tokyo dan Washington dilaporkan akan segera mengerjakan rancangan resolusi untuk memperberat sanksi terhadap Pyongyang, salah satunya dengan pelarangan ekspor minyak ke Korea Utara.

“Kami berharap Tiongkok dan Rusia mengerti akan pentingnya memberi sanksi terhadap Korea Utara. Dibutuhkan langkah yang efektif dengan menyasar aktivitas ekonomi eksternal Korea Utara,” ujar Ketua Kabinet Sekretaris Jepang Yoshihide Suga.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki