Selama 25 Tahun Terakhir, Jumlah Penutur Bahasa Rusia Menurun Drastis

Para mahasiswa asing sedang mengikuti pelajaran bahasa Rusia di RUDN.

Para mahasiswa asing sedang mengikuti pelajaran bahasa Rusia di RUDN.

Grigoriy Sisoev / RIA Novosti
Pada masa Uni Soviet, semua orang bisa berbicara bahasa Rusia.

Jumlah penutur bahasa Rusia di seluruh dunia menurun hingga 50 juta orang selama 25 tahun terakhir. Demikian hal tersebut dilaporkan situs Komsomolskaya Pravda, mengutip penyataan Kepala Komisi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Vyacheslav Nikonov.

“Kondisi seperti ini terus berlanjut. Pada masa Uni Soviet, semua orang bisa berbicara bahasa Rusia. Namun dalam 25 tahun terakhir, generasi tua semakin habis, kemudian datang generasi muda yang tak akrab dengan bahasa Rusia. Dahulu di Eropa Timur, bahasa Rusia diajarkan di mana-mana, tapi sekarang hal semacam itu tak lagi ditemukan,” ujar Nikonov sebagaimana yang dikutip TASS.

Setelah pertemuan Ketua Dewan Federasi Valentina Matvienko dengan sekelompok guru yang dikirim ke sekolah-sekolah di Tajikistan, Nikonov mengatakan bahwa bahasa Rusia bisa terus terjaga ketika ia dimasukkan ke dalam sistem pendidikan.

Menurut Nikonov, fenomena ini tidak dapat diubah. Namun, semua ini tergantung dari kebijakan pemerintah Rusia. Karena itu, Nikonov menyarankan untuk memperluas perbatasan wilayah yang disebut Uni Eurasia dengan segala cara supaya muncul kebutuhan untuk menguasai bahasa Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.