Pemda Leningrad Minta Pemerintah Pusat Kembangkan Versi Latin Huruf Kiril

Bahasa Rusia saat ini menggunakan aksara Kiril Rusia.

Bahasa Rusia saat ini menggunakan aksara Kiril Rusia.

Горецкий В./Просвещение
Perwakilan Dewan Legislatif Oblast Leningrad mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia untuk mempertimbangkan penggunaan huruf Latin sebagai huruf kedua dalam bahasa Rusia.

Perwakilan Dewan Legislatif Oblast Leningrad mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia untuk mempertimbangkan penggunaan huruf Latin sebagai huruf kedua dalam bahasa Rusia. Demikian hal tersebut dilaporkanRIA Novosti, Jumat (25/8).

“Saya memohon agar Anda mempelajari argumen yang mendukung penyusunan aksara Latin untuk bahasa Rusia berikut implementasi lanjutannya supaya bisa digunakan dan diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan Rusia,” kata Wakil Dewan Perwakilan Oblast' Leningrad Vladimir Petrov pada Menteri Pendidikan Rusia Olga Vasilyeva.

Petrov berargumen, bahasa Rusia mengalami banyak perubahan dan transformasi selama beberapa tahun terakhir. Ini akibat kemajuan teknologi yang membawanya pada hal-hal baru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Rusia, katanya menambahkan.

“Jutaan saudara sebangsa kita telah memanfaatkan keberhasilan sains dan teknologi untuk berkomunikasi di internet, termasuk dalam platform komunikasi internasional. Sayangnya, tidak semua situs mendukung pengodean bahasa Rusia dan tidak setiap gadget memiliki input alfabet Rusia. Bahasa yang secara luas digunakan di internet adalah bahasa Inggris,” tulisnya.

Petrov juga menambahkan bahwa sejak awal abad ke-19, bahkan hingga tahun 1930-an, para ilmuwan di Rusia pernah berdiskusi tentang kemungkinan untuk menciptakan alfabet kedua yang disusun berdasarkan aksara Latin.

“Misalnya, aksara paralel (yang terdiri atas huruf Kiril dan Latin, -red.) telah digunakan pada bahasa Serbia dan Belarus,” ujar Petrov.

Menurutnya, jika bahasa Rusia memiliki versi aksara Latin yang bisa diterima semua pihak maka akan banyak isu terkait integrasi dalam hal teknis dan teknologi skala internasional yang bisa diselesaikan dengan sendirinya.

Selain itu, dengan melihat apa yang terjadi pada reformasi bahasa Turki pada awal abad ke-20, menurut Petrov, aksara Latin Rusia bisa menarik perhatian dan ketertarikan bangsa lain dalam mempelajari bahasa dan kebudayaan Rusia. Khususnya, masyarakat Barat yang di negaranya menggunakan huruf Latin.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.