Lakukan Penerbangan Rutin, Tu-95 Mengudara di Sekitar Semenanjung Korea

Pesawat pengebom strategis Tu-95MS buatan Rusia.

Pesawat pengebom strategis Tu-95MS buatan Rusia.

Anton Denisov / RIA Novosti
Pesawat pengebom strategis jarak jauh Rusia melakukan penerbangan terjadwal di atas perairan netral di Samudra Pasifik, Laut Jepang, Laut Kuning, dan Laut Tiongkok Timur.

Pesawat pengebom strategis jarak jauh melakukan penerbangan terjadwal di atas perairan netral di Samudra Pasifik, Laut Jepang, Laut Kuning, dan Laut Tiongkok Timur. Latihan gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat di wilayah terebut menyulut ketegangan dengan Pyongyang.

RTmelaporkan, sebagaimana penjelasan Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (24/8) lalu, pesawat pengebom strategis Tu-95MS dikawal oleh jet tempur Su-35S dan pesawat lintas udara A-50 yang berfungsi memberikan peringatan dini dan mengontrol pasukan udara dalam penerbangan rutin ini.

“Di beberapa bagian dari jalur penerbangan, pesawat pengebom Rusia dikawal oleh jet militer Korea Selatan dan Jepang," ujarnya menambahkan.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan, sesuai dengan rencana yang telah disetujui, pesawat jarak jauh Rusia ini secara rutin melakukan penerbangan di atas perairan netral Atlantik Pasifik, Arktik, dan Laut Hitam, yang terbang dari markas dan operasional lapangan terbang.

“Semua penerbangan ini dilakukan sesuai dengan Hukum Internasional yang ketat terkait Penggunaan Wilayah Udara di atas Perairan Netral tanpa melanggar batas-batas negara lain,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Latihan gabungan antara Korea Selatan-AS, yang dikenal sebagai Ulchi Freedom Guardian 2017, dimulai pada 21 Agustus dan akan terus berlanjut hingga 31 Agustus. Latihan ini setidaknya melibatkan sekitar 17.500 personel militer AS.

Secara keseluruhan, latihan ini melibatkan sekitar 40 ribu personel militer. Korea Utara menganggap latihan tersebut sebagai “ekspresi permusuhan paling eksplisit” yang mungkin akan “berkembang menjadi pertempuran sebenarnya.”

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.