Permintaan Meningkat, Rusia Jual Sistem Keamanan Sibernya ke Luar Negeri

Sistem buatan Rusia dapat memastikan keamanan kementerian dan lembaga negara serta infrastruktur sipil yang penting.

Sistem buatan Rusia dapat memastikan keamanan kementerian dan lembaga negara serta infrastruktur sipil yang penting.

PhotoXPress
Melalui Rosoboronexport, Rusia akan menawarkan pelanggan asingnya berbagai proyek pemantauan jaringan sosial, antivirus, enkripsi, dan aspek teknologi informasi lain.

Rusia akan secara resmi menjual sistem keamanan sibernya karena tingginya permintaan. Perjanjian terkait hal ini telah ditandatangani perusahaan pengekspor senjata negara Rosoboronexport dan perusahaan sistem keamanan Concern Avtomatika.

“Menurut perjanjian, Rosoboronexport akan mengekspor sistem dan sarana keamanan informasi dari 2017 hingga 2019. Perusahaan negara Rostec (induk Rosoboronexport) memiliki strategi untuk meningkatkan pendapatan negara hingga 2025 dari pasar produk ‘pintar’, termasuk sistem keamanan dan elektronik,” demikian ungkap Direktur Jenderal Rosoboronexport Alexander Mikheev dalam pernyataan resmi yang dikutip Sputnik, Selasa (22/8).

Mikheev mengatakan, ada peningkatan permintaan terhadap sistem keamanan siber.

“Kami melihat ada permintaan proyek jaminan keamanan siber. Rosoboronexport menawarkan pelanggan-pelanggan asingnya berbagai proyek pemantauan jaringan sosial, antivirus, enkripsi, dan aspek teknologi informasi lain. Ini area baru di bidang kerja sama industri pertahanan dan kami aktif mengembangkannya. Saat ini, ada sepuluh proyek terkait yang sedang kami kerjakan,” ujarnya.

Rosoboronexport telah meluncurkan sebuah proyek khusus bernama “Sistem Keamanan yang Dibuat di Rusia”. Sistem ini dapat memastikan keamanan lembaga-lembaga negara serta infrastruktur militer dan sipil yang penting.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki