Korea Utara Klaim Siap Luncurkan Misil ke Guam

Korea Utara mengklaim telah menyelesaikan persiapan serangan ke Guam.

Korea Utara mengklaim telah menyelesaikan persiapan serangan ke Guam.

AP
Korea Utara mengklaim telah menyelesaikan persiapan serangan ke Guam.

Korea Utara mengatakan bahwa mereka telah selesai mempersiapkan serangan misil ke Guam, sebuah pulau di bagian barat Samudra Pasifik yang merupakan wilayah tanggungan AS, dan akan meluncurkannya apabila terjadi “provokasi”.

“Seperti yang Anda ketahui, kami telah menyelesaikan persiapan serangan ke Guam. Semuanya tergantung AS, apakah mereka bersikap sopan atau tidak. Jika tidak, mereka akan dipermalukan sekali lagi di Semenanjung Korea, di depan seluruh dunia,” ujar Kuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Utara di Rusia Jin Jong Hyop kepada Sputnik, Selasa (22/8).

Ia mengatakan bahwa AS harus menghentikan provokasi dan tekanan sepihak. “Ini akan menentukan apakah akan terjadi perang di Semenanjung Korea atau tidak.”

Ia mengatakan bahwa Pyongyang telah mengajukan moratorium uji coba nuklir, tapi Washington malah merespons dengan mengadakan latihan militer dengan Seoul.

“Beberapa tahun yang lalu, kami telah mengajukan moratorium uji coba nuklir jika AS menghentikan latihan militernya. Namun, AS malah meresponsnya dengan mengadakan latihan yang lebih besar,” kata Jin.

Pada Senin, AS dan Korea Selatan memulai latihan militer gabungan. Sekitar 17.500 tentara Amerika dan 50 ribu tentara Korsel berpartisipasi dalam kegiatan itu. Korea Utara menganggap hal ini sebagai persaingan militer dengan mereka.

“Kami tidak akan menarik misil dan senjata nuklir hingga AS menghentikan kebijakan provokatif serta ancaman nuklirnya terhadap negara kami,” ujar Jin.

Ketegangan ini dipicu oleh keputusan Dewan Keamanan PBB, yang pada bulan ini mengeluarkan Resolusi 2371. Resolusi itu berisi larangan bagi negara anggotanya untuk mengekspor batu bara, besi, timah, dan hasil laut dari Korea Utara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelumnya mengatakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea sudah berada di ujung tanduk dan berpotensi menyebabkan perang yang akan menewaskan ratusan ribu orang.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.