Setop Ekspor dari AS, Filipina Akan Beli Senjata Ringan Rusia Tahun Ini

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) berbincang dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) berbincang dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

AFP / East News
Kedua pihak akan mendiskusikan rencana ini secara lebih rinci di Moskow.

Filipina berencana membeli senjata ringan dari Rusia tahun ini, ujar Wakil Menteri Pertahanan Filipina Raymundo D.V. Elefante. Kedua pihak akan mendiskusikan rencana ini secara lebih rinci di Moskow.

“Di Moskow, kami akan mendiskusikan secara lebih rinci mengenai senjata ringan apa yang akan kami beli sebelum akhir tahun ini. Kami telah memiliki anggaran untuk itu,” ujar Elefante kepada Sputnik di sela-sela pameran Army 2017, seraya menambahkan bahwa perwakilan negaranya akan mengadakan sejumlah pertemuan dengan pemerintah Rusia.

Pada kunjungan ke Rusia bulan Mei lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkapkan keinginannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membeli sejumlah senjata, seperti helikopter, pesawat, dan precision-guided weapons dari Rusia untuk melawan para pemberontak di Filipina.

Duta besar Filipina untuk Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menandatangani sejumlah kontrak pembelian senjata dari Rusia sebelum akhir tahun ini.

Hingga saat ini, belum ada perjanjian kerja sama militer antara Filipina dan Rusia karena Manila selalu membeli senjata dari AS. Namun begitu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan bahwa pembelian senjata dari AS menyebabkan masalah karena mereka memberikan sejumlah syarat terhadap Manila.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.