Militer Rusia Bombardir Iring-iringan Militan ISIS yang Menuju Deir ez-Zor

Pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia Tu-22M menyerang fasilitas ISIS di provinsi Deir ez-Zor.

Pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia Tu-22M menyerang fasilitas ISIS di provinsi Deir ez-Zor.

RIA Novosti
Lebih dari 200 teroris, 20 kendaraan berat dengan persenjataan lengkap berkaliber besar dan mortir, serta kendaraan lapis baja, termasuk tank, berhasil dilumpuhkan.

Pasukan Kedirgantaraan Rusia berhasil menghancurkan iring-iringan militan ISIS yang berusaha menuju Deir ez-Zor, Suriah, ujar Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporan sebagaimana yang dikutipRIA Novosti.

Menurut laporan Departemen Militer Rusia, lebih dari 200 teroris, 20 kendaraan berat dengan persenjataan lengkap berkaliber besar dan mortir, serta kendaraan lapis baja, termasuk tank, berhasil dilumpuhkan. “Kelompok teroris internasional itu berusaha berkumpul untuk memperkuat posisinya di benteng pertahanan terakhir mereka di Suriah,” bunyi laporan tersebut.

Pasukan Suriah beserta Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah menekan posisi ISIS dari selatan Provinsi Raqqa dan dari sebelah barat Provinsi Homs. Karena itu, kelompok teroris ini mencoba untuk memusatkan kekuatan mereka di provinsi Deir ez-Zor pada bulan Agustus.

“Kekalahan ISIS di wilayah Deir ez-Zor akan menjadi kekalahan strategis bagi mereka di Republik Arab Suriah” ujar Kementerian Pertahanan Rusia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Jendral Sergey Shoigu menyebutkan bahwa Deir ez-Zor yang diblokade oleh kelompok militan ini merupakan titik kunci pada peta peperangan Suriah sehingga pembebasan wilayah ini akan menjadi penentu dalam pertempuran menghadapi ISIS.

ISIS telah menguasai lapangan terbang militer yang berada dua kilometer dari Deir ez-Zor selama lebih dari tiga tahun. Beberapa bulan lalu, para militan ISIS berhasil memotong saluran komunikasi antara tentara yang berada di kota dan pangkalan udara. Meskipun terus menghadapi serangan bom bunuh diri serta peledakan mobil, pasukan Suriah yang berada di Deir ez-Zor terus mempertahankan posisi mereka dan terus menyerang gerilyawan teroris secara berkala.

Persediaan makanan, amunisi militer, serta kebutuhan lainnya untuk warga sipil hanya bisa dikirim lewat udara. Sementara, situasi di pangkalan udara di kota itu cukup bertolak belakang karena helikopter-helikopter Rusia masih bisa beroperasi untuk mengevakuasi korban terluka dan mengirimkan barang-barang yang diperlukan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.