Rusia Masukkan Saksi-Saksi Yehuwa ke dalam Daftar Kelompok Ekstremis

Selama kebaktian, para jemaahnya mendengarkan khotbah dan ajaran Yehuwa dan juga bernyanyi. Sumber: Getty Images

Selama kebaktian, para jemaahnya mendengarkan khotbah dan ajaran Yehuwa dan juga bernyanyi. Sumber: Getty Images

Getty Images
Aktivitas jemaah kelompok tersebut dianggap mengancam masyarakat.

Pemerintah Rusia resmi memasukkan organisasi keagamaan Saksi-Saksi Yehuwa ke dalam daftar organisasi ekstremis. RTmelaporkan, langkah tersebut diambil karena beberapa aktivitas jemaah kelompok tersebut dianggap mengancam masyarakat dan keamanan publik.

Kementerian Peradilan Rusia menyebutkan, keputusan ini diumumkan menyusul keputusan Mahkamah Agung Rusia pada 20 April 2017 dan perintah pengadilan banding Mahkamah Agung Rusia pada 17 Juli 2017. Keputusan ini pun sesuai dengan dengan Undang-Undang Tentang Perlawanan Terhadap Aktivitas Ekstremis.

Keputusan ini praktis mengakhiri perselisihan hukum antara Pemerintah Rusia dan Saksi-Saksi Yehuwa yang telah berlangsung setidaknya sejak 2004. Sebelumnya, pemerintah regional dan pemerintah federal Rusia keberatan dengan ajaran kelompok ini yang tidak mengizinkan transfusi darah, terutama dalam kasus ketika orang dewasa pengikut Saksi-Saksi Yehuwa mencoba menolak prosedur medis yang mengharuskan transfusi darah kepada anak mereka sehingga dapat membahayakan nyawa anak tersebut.

Pengacara yang mewakili Saksi-Saksi Yehuwa berpendapat bahwa Undang-Undang Rusia tentang ekstremisme sama sekali tidak membahas mengenai transfusi darah dengan cara apa pun dan mengatakan bahwa semua larangan yang diyakini pengikut Saksi-Saksi Yehuwa juga berasal dari ajaran Alkitab.

Pengadilan menolak pembelaan tersebut. Pada April lalu, Mahkamah Agung Federasi Rusia menyatakan bahwa kelompok tersebut sebagai “organisasi ekstremis” dan memerintahkan seluruh cabang regionalnya yang berjumlah 395 untuk dibubarkan. Selain itu, pengadilan juga memerintahkan agar seluruh hak milik mereka diserahkan kepada negara.

Pada April, Saksi-Saksi Yehuwa menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut di Pengadilan HAM Eropa.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VTsIOM) pada Juli lalu, 76 persen warga Rusia mendukung pelarangan kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia. Hanya lima persen yang mengatakan bahwa mereka menentang pelarangan oleh pemerintah tersebut.

Selain itu, 53 persen orang yang mengaku mengetahui kelompok keagamaan tersebut memandang aktivitas mereka secara negatif, sedangkan 44 persen lainnya memilih bersikap netral. Pada saat yang sama, 20 persen responden mengatakan bahwa mereka baru mendengar tentang Saksi-Saksi Yehuwa saat mengikuti jejak pendapat tersebut. Adapun 27 persen lainnya hanya pernah mendengar namanya, tapi tidak mengetahui apa-apa tentang kelompok tersebut.

Saat orang-orang yang bersikap negatif terhadap Saksi-Saksi Yehuwa dimintai alasan terkait ketidaksukaan mereka, 18 persen mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah sebuah sekte, 12 persen menyebutkan bahwa mereka terganggu dengan praktik khotbah dari pintu ke pintu, sedangkan enam persen lainnya mengatakan bahwa kelompok tersebut membujuk para pengikutnya untuk memberikan mereka uang.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.