Sekitar 350 Anak Rusia Terisolasi di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Pada awal bulan ini, setidaknya 48 anak Rusia dikabarkan terisolasi di Mosul, Irak, setelah orang tua mereka terbunuh dalam pertempuran membela ISIS.

Pada awal bulan ini, setidaknya 48 anak Rusia dikabarkan terisolasi di Mosul, Irak, setelah orang tua mereka terbunuh dalam pertempuran membela ISIS.

Alexandra Terekhina, Alexander Volkovitskiy, yamalexpedition.ru
Ada sekitar 350 anak Rusia di wilayah-wilayah konflik di Timur Tengah. Kebanyakan dari mereka berasal dari Chechnya dan Dagestan.

Ada sekitar 350 anak Rusia di wilayah-wilayah konflik di Timur Tengah, seperti Suriah, kata Ombudsman Hak Asasi Anak Anna Kuznetsova. Anak-anak itu kebanyakan berasal dari Chechnya dan Dagestan, dua republik di daerah Kaukasus Utara, Rusia, yang mayoritas penduduknya memeluk Islam.

“Menurut kalkulasi pemerintah, ada 200 anak dari Dagestan di Timur Tengah,” ujar Kuznetsova, seperti yang The Moscow Times kutip dari Interfax, Selasa (15/8). Ia menambahkan, kebanyakan anak-anak tersebut terisolasi di Suriah. 

Pernyataan ini muncul setelah RT melaporkan pada awal bulan ini bahwa setidaknya 48 anak Rusia terisolasi di Mosul, Irak, setelah orang tua mereka terbunuh dalam pertempuran membela ISIS.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov lalu mengatakan bahwa ada lebih dari 300 anak yatim piatu dari Rusia dan bekas negara-negara Uni Soviet di wilayah konflik di Timur Tengah. 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.