Hemat Biaya, Rusia Kembangkan Sistem Uji Coba Pesawat Virtual Futuristis

Uji coba real-time (waktu nyata) memakan biaya tinggi dalam pengembangan pesawat baru mengingat mahalnya dana untuk perlengkapan uji coba daratan dan langit.

Uji coba real-time (waktu nyata) memakan biaya tinggi dalam pengembangan pesawat baru mengingat mahalnya dana untuk perlengkapan uji coba daratan dan langit.

Marina Lystseva/TASS
Uji coba real-time (waktu nyata) memakan biaya tinggi dalam pengembangan pesawat baru.

Rusia sedang mengembangkan sebuah program untuk mengubah uji coba penerbangan real-time (waktu nyata) yang cenderung mahal dengan model virtual yang lebih murah. Program ini sedang dikembangkan oleh Dana Penelitian Prospektif (FPI) Rusia.

Boris Satovsky selaku manajer proyek di FPI mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan kode program untuk pemodelan komputer dari berbagai objek berkecepatan tinggi, seperti modul pendaratan dan pesawat masa depan.

“Kami sedang mengerjakan fasilitas yang mampu menguji coba segala tipe objek terbang, berdasarkan perangkat lunak yang sepenuhnya dirancang Rusia. Untuk mewujudkan ini, kami sekarang memiliki sejumlah institut penelitian dan biro desain yang bekerja sama dengan calon pelanggan yang akan berpartisipasi dalam proses pengembangan virtual sejak hari pertama,” ujarnya, seperti yang diberitakan Sputnik, Minggu (13/8).

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, uji coba real-time memakan biaya tinggi dalam pengembangan pesawat baru mengingat mahalnya dana untuk perlengkapan uji coba daratan dan langit. Oleh karena itu, uji coba virtual akan lebih efisien dibanding yang real-time.

Kode komputer yang dibutuhkan untuk melakukan uji coba ini telah dikembangkan dan sekarang tengah dites pada pesawat yang sudah ada. Ketika mulai digunakan, ia akan secara signifikan mempercepat dan mempermurah pengembangan pesawat.

Dana Penelitian Prospektif adalah badan penelitian militer canggih yang berdiri pada 2012. Institusi ini bertugas menginformasikan pejabat negara terkait proyek yang dapat memastikan superioritas Rusia di teknologi pertahanan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.