Putin Usir Ratusan Utusan Diplomatik AS, Trump Ucapkan ‘Terima Kasih’

Presiden AS Donald Trump mengaku “berterima kasih” kepada Presiden Putin karena mengusir sejumlah diplomat AS dari Rusia.

Presiden AS Donald Trump mengaku “berterima kasih” kepada Presiden Putin karena mengusir sejumlah diplomat AS dari Rusia.

Reuters
Keputusan presiden Rusia untuk mengurangi jumlah utusan diplomatik AS di Moskow ditanggapi dengan “kepala dingin” oleh Presiden Trump.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia “berterima kasih” kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena mengusir sejumlah diplomat AS dari Rusia. Menurut Trump, keputusan tersebut akan mengurangi beban gaji yang harus dibayarkan pemerintah kepada para pegawai Kedubes AS di Moskow.

“Saya justru sangat bersyukur karena dia (Putin) mengusir sejumlah besar utusan diplomatik kami. Dengan begitu, beban gaji pemerintah jadi berkurang. Kami akan menghemat banyak uang,” kata Trump, seperti yang dikutip The Moscow Times, Jumat (11/8), seraya menambahkan bahwa pemerintahannya memang berencana untuk memangkas beban gaji pegawai negeri.

Sebelumnya pada akhir bulan lalu, pemerintah Rusia memutuskan untuk mengurangi jumlah staf diplomatik AS di Rusia dari 1.210 menjadi 455 orang per 1 September mendatang.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengumumkan bahwa Kedubes AS kini dilarang menggunakan fasilitas pergudangan dan dacha (semacam vila -red.) di pinggiran kota Moskow mulai bulan ini.

Moskow mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas keputusan Kongres AS pada 27 Juli lalu yang menyetujui RUU untuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Rusia. Pada 2 Agustus, Presiden Donald Trump menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.

Perintah untuk mengusir utusan diplomatik Amerika menjadi pukulan telak bagi hubungan kedua negara, yang secara signifikan memburuk sejak kasus dugaan campur tangan Rusia pada pilpres AS digembar-gemborkan media.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.