AS Kembali Jatuhkan Sanksi, Kremlin: Rusia Akan Pertahankan Kepentingannya

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

ZUMA Press/Global Look Press
Kremlin menganggap sanksi terbaru dari AS ke Rusia tidak bijaksana, ilegal, dan tidak akan berhasil.

Rusia akan berupaya mempertahankan kepentingannya setelah AS kembali menjatuhkan sanksi, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Secara keseluruhan, kami menganggap sanksi itu tidak bijaksana, ilegal, dan tidak akan berhasil. Oleh karena itu, semua negara yang menghadapi hal semacam itu akan mempertahankan kepentingannya, ini bukan hal yang mengagetkan,” ujar Peskov kepada wartawan, seperti yang diberitakan Sputnik, Kamis (3/8).

Sanksi tersebut menarget industri pertahanan, intelijen, pertambangan, perkapalan, dan perkeretaapian serta membatasi kerja sama dengan bank dan perusahaan energi Rusia. AS juga menyatakan tetap menentang proyek pipa gas Nord Stream 2, dan membatasi kemampuan presiden mereka untuk meringankan sanksi terhadap Rusia karena kini dibutuhkan persetujuan Kongres untuk mencabut sanksi apa pun.

Rusia telah membalas tindakan tersebut dengan membekukan hak penggunaan properti diplomatik oleh Kedubes AS di Moskow, serta meminta 755 staf diplomatik mereka untuk meninggalkan ibu kota Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa Moskow telah lama menunggu peningkatan hubungan bilateral antara Rusia dan AS, tapi menurutnya hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.