Dinilai Berkualitas, Jawa Barat Ingin Tiru Teknologi Pertanian Rusia

Mentimun adalah salah satu produk yang dihasilkan kawasan pertanian milik pemerintah Rusia di Republik Bashkortostan.

Mentimun adalah salah satu produk yang dihasilkan kawasan pertanian milik pemerintah Rusia di Republik Bashkortostan.

Daria Donina
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kagum degan teknologi Rusia yang dinilai mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengadopsi teknologi pertanian yang telah diterapkan Rusia karena dinilai mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat melaksanakan kunjungan kerja ke Rusia, sekaligus memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow yang menggelar Festival Indonesia kedua dari 4 hingga 6 Agustus 2017 di ibu kota Rusia

Gubernur yang akrab disapa Aher itu menilai, teknologi sistem pertanian yang diterapkan di Rusia sangat bagus. Salah satu daerah yang ia tinjau adalah kawasan pertanian luas milik negara di Republik Bashkortostan. Kawasan pertanian di salah satu subjek federal di Rusia itu berhasil dikelola dengan cukup baik sehingga menghasilkan produk pertanian yang sangat berkualitas, seperti tomat, mentimun, dan lainnya.

“Ini sangat hebat, pertanian dikelola dengan baik dengan teknologi yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (4/8).

Selama ini, Aher mengaku banyak melihat pengelolaan pertanian yang sangat baik di beberapa negara, misalnya di Jepang dan Maroko. Namun, pengelolaan pertanian di Rusia berbeda jauh dengan negara-negara tersebut, terutama dari sisi penerapan teknologi pertaniannya yang cukup mumpuni. “Jepang dan Maroko bagus, tapi masih kalah dengan Rusia,” kata Aher.

Aher berharap nantinya pengadopsian teknologi Rusia itu dapat membantu meningkatkan hasil pertanian Jawa Barat.

Sang gubernur berencana mengirimkan delegasi untuk mempelajari teknologi tersebut sehingga nanti bisa diaplikasikan di Jawa Barat. “Mungkin nanti kami akan kirim orang untuk belajar di Rusia, entah selama tiga bulan atau satu tahun. Kami ingin pertanian di Jawa Barat bisa berkembang dengan baik,” ujar Aher.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.