Rusia Bekukan Hak Penggunaan Properti Diplomatik Oleh Kedubes AS di Moskow

Gedung Kedutaan Besar AS di Moskow.

Gedung Kedutaan Besar AS di Moskow.

Iliya Pitalev/RIA Novosti
Menyusul paket sanksi terbaru yang diajukan Senat AS, Moskow akan membekukan hak penggunaan fasilitas properti oleh Kedutaan Besar AS di Rusia per 1 Agustus mendatang.

Pemerintah Rusia akan membekukan hak penggunaan seluruh pergudangan di Moskow oleh Kedutaan Besar AS per 1 Agustus mendatang. Keputusan itu dibuat sebagai respons atas paket sanksi terbaru terhadap Rusia, Iran, dan Korea Utara yang diajukan Senat AS.

“Per 1 Agustus, pemerintah membekukan hak penggunaan segala fasilitas pergudangan yang terletak di Jalan Dorozhnaya di Moskow dan kompleks dacha (semacam vila -red.) di Serebryanyy Bor oleh Kedubes AS,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti yang diberitakan Sputnik, Jumat (28/7).

Sanksi yang belum ditandatangani Donald Trump itu akan membatasi hak presiden AS dalam mencabut pembatasan terhadap Moskow.

Selain pembekuan hak penggunaan properti, Moskow juga meminta Washington untuk menurunkan jumlah staf teknis dan diplomat yang bekerja di Kedubes AS di Rusia menjadi 455 orang supaya sama dengan jumlah total pegawai yang bekerja untuk Kedubes Rusia di AS saat ini.

Kemenlu mengatakan, Rusia punya hak resiprokal untuk merespons RUU tersebut.

“Kami memiliki hak reciprocity (timbal balik) untuk melakukan tindakan yang dapat mempengaruhi kepentingan AS,” ujar Kementerian.

Pada Akhir Desember 2016, Presiden AS saat itu, Barack Obama, mengumumkan pengusiran 35 diplomat Rusia, penutupan dua kompleks diplomatik Rusia di Maryland dan New York, dan sanksi terhadap enam individu dan lima entitas Rusia atas dugaan campur tangan Moskow pada pilpres AS sebulan sebelumnya, yang telah berulang kali dibantah Kremlin.

Trump sekarang punya beberapa hari untuk menentukan apakah akan menandatangani RUU tersebut atau menggunakan hak veto sebagai presiden untuk membatalkannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.