Putin: Pertumpahan Darah di Suriah Harus Diakhiri

President Rusia Vladimir Putin.

President Rusia Vladimir Putin.

Global Look Press
Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa mengakhiri pertumpahan darah dan memastikan penyelesaian sengketa politik secara damai adalah dua hal terpenting untuk dilakukan di Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa hal terpenting untuk dilakukan di Suriah adalah mengakhiri pertumpahan darah dan menyelesaikan sengketa politik di bawah pengawasan PBB.

Menurut Putin, masa depan negara yang telah hancur karena perang sipil dan keberadaan teroris itu berada di tangan rakyatnya sendiri.

“Kami bergerak dari pandangan bahwa yang terpenting (untuk Suriah) adalah mengakhiri pertumpahan darah dan memastikan penyelesaian sengketa politik secara damai,” ujar Putin, seperti yang diberitakan TASS, Kamis (27/7).

“Setelah itu, rakyat Suriah akan membuat keputusan tentang masa depan negara mereka melalui dialog di bawah pengawasan PBB dan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254,” tuturnya.

Gabungan militer Rusia-Suriah telah menghancurkan lebih dari 4.600 fasilitas kelompok teroris ISIS sejak awal 2017. Rusia telah melakukan kampanye antiteroris di Suriah sejak 30 September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.