Tandingi AS, Rusia Kembangkan Misil dengan Daya Jelajah 1.000 Kilometer

Sebuah misil antikapal supersonik Moskit ditembakkan dari sebuah kapal selama latihan di Laut Jepang.

Sebuah misil antikapal supersonik Moskit ditembakkan dari sebuah kapal selama latihan di Laut Jepang.

Ildus Gilyazutdinov / Sputnik
Perusahaan pembuat senjata Rusia, Tactical Missiles Corporation, sedang mengerjakan serangkaian misil dengan daya jelajah 200 kilometer, 400 kilometer, 600 kilometer, dan 1.000 kilometer

Sebelum 2020, Rusia akan menyelesaikan pengembangan serangkaian misil jelajah berpresisi yang diluncurkan dari udara. Misil ini diklaim mampu mengenai target yang berada hingga 1.000 kilometer jauhnya. Senjata itu dikembangkan oleh perusahaan pembuat senjata Rusia, Tactical Missiles Corporation. 

“Kami tengah mengerjakan serangkaian misil dengan daya jelajah 200 kilometer, 400 kilometer, 600 kilometer, dan 1.000 kilometer. Saya yakin sebelum 2020 misil-misil ini sudah selesai,” ujar CEO Tactical Missiles Corporation Boris Obnosov, seperti yang diberitakan TASS, Kamis (20/7). 

Menurut Obnosov, misil-misil dengan variasi daya jelajah ini dirancang karena sebuah rudal tidak bisa menyerang banyak target sekaligus. “Dalam beberapa kasus, menggunakan misil berdaya jelajah tinggi justru tidak efisien.” 

Bocoran mengenai proyek pengembangan misil ini diungkapkan Obnosov saat merespons pertanyaan terkait rencana perusahaan untuk menandingi misil baru buatan AS, yaitu misil jelajah jarak jauh berpresisi tinggi JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile). 

Misil buatan Lockheed Martin itu dibuat untuk menyerang target bergerak dan pangkalan dengan sistem perlindungan tinggi dalam kondisi cuaca apa pun dari jarak yang tidak dapat dijangkau sistem pertahanan udara musuh.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.