Parlemen Rusia Akan Perberat Hukuman untuk Perekrut Teroris

Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

Reuters
Terorisme disebut telah berubah menjadi bisnis global yang menguntungkan dengan pasar tenaga kerja yang maju.

Politikus Rusia Adalbi Shkhagoshev telah mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan hukuman para perekrut teroris menjadi penjara seumur hidup kepada Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

Menurut Shkhagoshev, sebagaimana yang dikutipSputnik, Kamis (20/7), para perekrut teroris mendapatkan uang dari membujuk orang-orang melakukan tindakan kekerasan. Hal tersebut sama sekali tak bisa dibiarkan, ujarnya.

“Kebutuhan akan pengimplementasian inisiatif legislasi ini didasari pada fakta bahwa terorisme telah berubah menjadi bisnis global yang menguntungkan dengan pasar tenaga kerja yang maju. Ini bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan universal,” ujar sang wakil pertama ketua Partai Rusia Bersatu tersebut.

Sesuai UU di Rusia saat ini, seseorang yang terdakwa merekrut teroris dapat dihukum 5 – 10 tahun di penjara dan didenda hingga 500 ribu rubel (112 juta rupiah).

“Ini tidak bisa dibiarkan. Setiap hari, lebih dari seribu orang direkrut menjadi teroris di seluruh dunia. Banyak uang yang dihabiskan untuk ini. Untuk setiap teroris yang berhasil direkrut, sang perekrut mendapat upah dengan besaran tergantung kualitas si teroris,” ujar Shkhagoshev.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.