Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Festival Mentimun di Rusia

Festival Mentimun merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di Suzdal untuk merayakan hasil panen mentimun sekaligus menyambut masuknya musim panas.

Festival Mentimun merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di Suzdal untuk merayakan hasil panen mentimun sekaligus menyambut masuknya musim panas.

Isaak Dynin, Sergei Metelitsa/TASS
Sebagai tamu kehormatan, bendera merah putih Indonesia juga berkibar di samping panggung utama.

Indonesia menjadi tamu kehormatan pada acara Festival Mentimun Suzdal ke-17 pada Sabtu (15/7) di kota Suzdal (260 kilometer di sebelah timur laut Moskow).

Pada acara tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi turut hadir. Dubes RI diminta melepas balon tiga warna yang melambangkan bendera Rusia. Sebagai tamu kehormatan, bendera merah putih Indonesia pun berkibar di samping panggung utama.

“Hubungan antara Indonesia dan Rusia bersifat komplementer, saling membutuhkan. Di tengah stagnasi ekonomi dunia saat ini, nilai perdagangan bilateral justru meningkat sekitar 33,5 persen. Yang menggembirakan, wisatawan Rusia ke Indonesia pada kuartal pertama naik sekitar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang. Ini merupakan peningkatan tertinggi di dunia,” ujar Dubes Wahid melalui rilis pers yang diterima Kumparan.

Dubes Wahid Supriyadi mewakili Indonesia menjadi tamu kehormatan di Festival Mentimun. Sumber: KBRI MoskowDubes Wahid Supriyadi mewakili Indonesia menjadi tamu kehormatan di Festival Mentimun. Sumber: KBRI Moskow

“Demikian sebaliknya, terdapat kecenderungan meningkatnya wisatawan Indonesia ke Rusia, yang tahun depan diperkirakan mencapai 40 ribu seiring dengan digelarnya Piala Dunia 2018,” ujar Dubes Wahid.

Festival ini merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di Suzdal untuk merayakan hasil panen mentimun dan sekaligus menyambut masuknya musim panas.

Walaupun hanya berpenduduk sekitar 10 ribu orang, Suzdal — salah satu kota tertua di Rusia — setiap tahunnya dikunjungi sekitar 200 ribu wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena sarat akan sejarah.

Wahid menambahkan bahwa pihaknya yakin arus wisatawan kedua negara akan meningkat tajam seiring rencana maskapai Garuda untuk membuka jalur penerbangan langsung dari Indonesia ke Rusia dalam waktu dekat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.