Jika Dibantu Rusia, Oposisi Suriah Siap Dukung Damaskus Gempur al-Nusra

Lebih dari 10 ribu militan dari kelompok oposisi bersenjata Suriah siap bertempur melawan kelompok teroris Jabhat Fateh Al-Sham.

Lebih dari 10 ribu militan dari kelompok oposisi bersenjata Suriah siap bertempur melawan kelompok teroris Jabhat Fateh Al-Sham.

AP
Lebih dari sepuluh ribu militan dari kelompok oposisi bersenjata Suriah siap membantu pemerintah Suriah melawan kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham, dengan satu syarat: ada bantuan langsung dari Rusia.

Lebih dari 10 ribu militan dari kelompok oposisi bersenjata Suriah siap bertempur melawan kelompok teroris Jabhat Fateh Al-Sham (dulu dikenal sebagai Jabhat al-Nusra) dengan tentara pemerintah Suriah asalkan ada bantuan dari Rusia, ujar Kepala Komite Rekonsiliasi Nasional Suriah Sheikh Saleh Nuaimi.

“Mereka siap bertempur melawan front al-Nustra jika ada bantuan langsung dari Rusia. Mengenai jumlah (orang yang siap bertempur), ada ribuan. Saya memberi daftar berisi 6.700 orang, dan sekarang jumlahnya lebih dari 10 ribu,” ujar Nuaimi kepada Radio Sputnik. Ia menjelaskan bahwa oposisi yang siap mendukung tentara berasal dari Homs, Hama, dan Idlib.

Komite Rekonsiliasi Nasional adalah badan nonpemerintah yang terdiri dari orang-orang Arab asli. Mereka bertugas memediasi pemerintah Suriah dan oposisi terkait isu rekonsiliasi dan pertukaran tawanan.

Nuaimi menambahkan bahwa pihak oposisi telah membentuk komite koordinasi politik dan berharap untuk dapat mengadakan pertemuan antara pihak oposisi dengan perwakilan Rusia.

“Saya akan memerintahkan para komandan untuk mengangkat bendera perang dan mereka akan siap berpartisipasi dalam pembebasan Deir ez-Zor,” ujar Nuaimi.

Hingga saat ini, Rusia dan tentara pemerintah Suriah masih mengupayakan pembebasan kota tersebut dari para teroris.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.