Krisis Teluk Persia, Bahrain Ingin Perluas Kerja Sama Militer dengan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah.

Kremlin.ru
Di tengah krisis di Teluk Persia, salah satu negara di wilayah tersebut, Bahrain, ingin memperluas kerja sama militer dengan Rusia.

Bahrain ingin memperluas kerja sama militer dengan Rusia, ujar Duta Besar Bahrain untuk Rusia Ahmed Saati, Rabu (12/7). 

“Kebanyakan mitra kami adalah negara-negara Barat. Kami paling sering membeli senjata dan perlengkapan dari mereka. Namun, kami juga ingin memperluas kerja sama dengan Rusia,” ujar Saati, seperti yang diberitakan Sputnik.

“Kami meminta Rusia untuk lebih aktif di wilayah kami,” katanya menambahkan.

Saat ini, negara-negara di Teluk Persia sedang mengalami krisis diplomatik. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain terlibat konflik dengan Qatar, yang mereka sebut telah mendukung terorisme (ISIS, Al-Qaeda, dan Ikhwanul Muslimin) dan mengacaukan wilayah Timur Tengah.

Karena itu, negara-negara di teluk itu meminta Qatar memenuhi beberapa hal, seperti memutus hubungan dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki di wilayahnya, dan menyerahkan orang-orang yang mereka anggap teroris.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.