Peraturan Disahkan, Facebook Harus Bayar 'Pajak Google' di Rusia

Facebook telah mendaftarkan diri di Layanan Pajak Federal Rusia dan akan mulai membayar PPN atas penjualan produk virtual di Rusia.

Facebook telah mendaftarkan diri di Layanan Pajak Federal Rusia dan akan mulai membayar PPN atas penjualan produk virtual di Rusia.

Reuters
Pemberlakuan pajak adalah upaya pemerintah Rusia untuk menciptakan situasi yang adil untuk seluruh perusahaan yang bekerja di pasar Rusia, serta upaya untuk meningkatkan pemasukan negara.

Harian Vedomosti sempat melaporkan (dalam bahasa Rusia) bahwa Facebook telah mendaftar ke Layanan Pajak Federal Rusia dan akan mulai membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terkait penjualan produk virtual di Rusia.

Ini disebut “Pajak Google”, yaitu undang-undang yang diadopsi pada pertengahan 2016 dan berlaku untuk seluruh perusahaan asing yang terdaftar di luar negeri yang menjual produk dan jasa mereka di wilayah Rusia. Saat ini, perusahaan asing harus membayar pajak 18 persen dari seluruh penjualan mereka di Rusia.

Beberapa perusahaan teknologi dan internet yang terdaftar di Layanan Pajak Federal Rusia adalah Apple Distribution International, Google Commerce, Microsoft Irlandia, Netflix International B.V., Wargaming Group, Bloomberg, The Financial Times, dan lain sebagainya. Kebanyakan dari mereka bekerja di bidang informasi, penjualan perangkat lunak, konten dan permainan komputer, serta layanan dan platform daring (online).

“Dengan adanya pajak ini, pemerintah berusaha menciptakan kondisi yang adil untuk semua perusahaan yang bekerja di pasar Rusia. Pajak ini juga dibuat untuk menambah anggaran negara,” ujar David Kapianidze, direktur praktik fiskal di Firma Hukum BMS.

Mengikuti Contoh di Eropa

Sebelumnya, Komisi Eropa (badan eksekutif Uni Eropa) juga terganggu dengan fakta bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, dan Google mendaftar dan membayar pajak di negara-negara Eropa dengan nilai PPN yang rendah. Sebagai contoh, Skype dan iTunes yang tedaftar di Luksemburg serta Amazon dan Airbnb di Irlandia, ujar Arik Shabanov, rekan di Prime Legal.

Setelah itu, pada 1 Januari 2015, Uni Eropa meunifikasi peraturan terkait PPN dan mengadopsi peraturan bahwa pembayaran pajak dilakukan di mana layanan digunakan, bukan di tempat ia diproduksi. “Setelah unifikasi peraturan PPN di seluruh wilayah Uni Eropa, pendaftaran di negara-negara dengan iklim fiskal menguntungkan menjadi tidak berguna,” tutur Shabanov.

Spanyol, Jerman, dan Perancis juga memberlakukan “Pajak Google”, meski peraturannya menggunakan prinsip yang berbeda, kata Kapianidze. “Di negara-negara ini, pengumpul berita diharuskan membayar ke penerbit berita yang menyajikan konten mereka. Pada dasarnya, perusahaan internet menerima pendapatan, lalu memberikannya ke media massa lokal.”

Undang-undang yang diberlakukan di Rusia tentu butuh diperbaiki karena ia masih belum menyediakan instrumen praktis yang membantu meregulasi pekerjaan dengan perusahaan asing, kata Shabanov. “Pengalaman Uni Eropa sekali lagi akan membantu mengatasi masalah ini. Masih ada perusahaan yang menerima nomor wajib pajak khusus.” Selain itu, masih tidak jelas siapa yang seharusnya membayar PPN. “Dalam beberapa kasus, kewajiban ini mungkin akan berdampak platform besar, dan perusahaan besar yang memiliki hak untuk kontek elektronik,” ujar Shabanov menyimpulkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.